Categories

Tips

Lima Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Mengembangkan Layanan On-Demand

Strategi yang diterapkan harus tepat sasaran dan memiliki porsi yang pas di pasaran

Yenny Yusra - 21 December 2015

Layanan on-demand yang ditawarkan oleh Go-Jek, Uber, Grab Taxi dan beberapa pemain lainnya terbukti diminati oleh pasar karena mampu memberikan proses yang cepat, mudah dan tentunya terjangkau. Dari semua keberhasilan yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut, ada beberapa hal yang sejatinya bisa dipetik jika Anda berencana untuk menawarkan atau mendirikan startup dengan fitur layanan on-demand.

Berikut ini adalah lima poin penting yang bisa Anda terapkan, seperti yang dirangkum oleh Early Stage Investor di Index Ventures Martin Mignot dalam tulisan yang diterbitkan di blog pribadinya.

1. Seberapa cepat layanan ditawarkan?

Tidak bisa dipungkiri saat ini kecepatan merupakan potensi yang bisa menjadi peluang lebih untuk usaha apa pun. Ketika Anda memutuskan untuk mengembangkan layanan on-demand, hal ini harus menjadi prioritas dan pemikiran utama. Contoh sederhana adalah, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh pengguna memesan taksi? Berapa lama waktu yang dibutuhkan pada saat memesan makanan? Seberapa cepat dokumen yang bisa diantarkan? Jasa pembantu rumah tangga dalam membersihkan kantor atau rumah Anda berapa lama? Buatlah pilihan serta eksekusi yang tepat saat membuat produk on-demand.

2. Seberapa sering kebutuhan di perlukan?

Salah satu kunci keberhasilan Go-Jek, Grabbike, Uber dan startup sejenis lainnya adalah semua layanan yang ditawarkan diperlukan oleh sebagian besar orang, dan setiap hari. Untuk menciptakan produk yang diminati oleh konsumen, harus dipastikan terlebih dahulu produk tersebut dibutuhkan setiap harinya.

Saat ini sudah ada lebih dari 1,5 juta aplikasi yang beredar, menurut data yang dihimpun Martin 80% dari pengguna hanya menggunakan empat aplikasi secara reguler setiap harinya. Artinya jika tidak ada alasan yang tepat untuk menggunakan aplikasi setiap hari, bisa jadi produk atau aplikasi yang Anda tawarkan akan dilupakan bahkan akan dihapus.

Salah satu cara untuk membuat konsumen secara rutin menggunakan aplikasi Anda adalah menambahkan fitur-fitur baru serta inovasi yang sifatnya memudahkan serta memfasilitasi pengguna. Ciptakan pula user experience yang sederhana dan tentunya user-friendly.

3. Seberapa sulit proses yang ada?

Idealnya adalah semua fitur yang ada tawarkan harus memiliki direct approach atau pendekatan langsung, dan hindari proses yang membutuhkan waktu serta runtutan yang cukup lama. Proses yang terlalu kompleks menyulitkan. Buat antarmuka yang sederhana, jika perlu hanya dengan satu tombol saja.

Hal lainnya yang patut untuk dicatat adalah proses yang terlalu sulit cenderung membutuhkan banyak interaksi langsung antara konsumen dan penyedia layanan, yang dapat menyebabkan berbagai isu dalam pelayanan aplikasi.

4. Teknologi mobile membantu percepatan usaha?

Saat ini sebagian besar konsumen melakukan aktivitas langsung dari perangkat mobile mereka. Untuk itu penting bagi pengembang memprioritaskan aplikasi mobile guna mendukung kebutuhan tersebut. Selain membuat pengalaman antarmuka menjadi lebih mudah, teknologi mobile juga mampu menciptakan inovasi yang sebelumnya sulit untuk dihadirkan.

5. Apakah produk Anda menghasilkan pendapatan?

Kendala terbesar yang dihadapi oleh startup penyedia layanan on-demand adalah bagaimana bisa menghadirkan teknologi terkini yang dapat merangkul semua target pasar yang ada sekaligus menghasilkan pendapatan? Untuk dapat mengakomodir tujuan tersebut sebagian besar startup masih mengandalkan uang yang didapatkan oleh investor dan VC, dan mensubsidi semua layanan dengan memberikan harga yang murah.

Cara ini terbukti ampuh untuk meraih lebih banyak konsumen, mempopulerkan layanan dan pastinya menarik lebih banyak investor. Namun demikian efek samping yang harus Anda jalani tentunya adalah tingginya jumlah dana yang akan Anda habiskan dengan menawarkan harga yang rendah kepada pengguna dengan kenyamanan lebih yang Anda tawarkan.

Namun startup juga harus memiliki visi, ketika komunitas pengguna sudah terbentuk, layanan sudah kuat dari sisi teknologi dan fitur. Sehingga ketika subsidi dihentikan, pengguna masih tetap setia menggunakan layanan tersebut karena kenyamanan yang diberikan.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter

Thank you for Reading DailySocial.id

Starting at less than Rp 5.000/Day. You get unlimited access to DailySocial.id