Categories

Gadget

Mampu Menahan Angin Kencang, Payung Cypress Tidak Bisa Terbalik

Yoga Wisesa - 12 October 2015

Payung adalah salah satu komoditas penting bagi penduduk negara tropis seperti Indonesia. Alat ini melindungi kita dari air hujan, serta tentu saja menjadi peneduh dari terpaan sinar matahari. Dan selama berabad-abad, manusia menggunakan payung dengan rancangan yang pada dasarnya sama. Padahal sebetulnya, desain tradisional itu masih memiliki banyak kelemahan.

Kira-kira setahun silam, Jenan Kazim pernah mengenalkan payung bernama Kazbrella. Ia terlipat terbalik, dapat segera terbuka dan secepat mungkin 'menangkis' air hujan. Namun itu hanyalah satu dari banyak problem praktis pemakaian payung. Bagaimana dengan tiupan angin kencang yang mampu membalikkan (merusak) posisi rusuk, atau masalah tas basah akibat payung? Itulah motivasi Cahay Ho dan Kevin Truong dalam menciptakan Cypress.

Sekilas, penampilan Cypress mungkin tak terlalu berbeda dari payung biasa: ada kanopi, stretcher, tube utama dan pegangan. Hebatnya, ia memanfaatkan sistem suspensi baru yang lebih kuat, memastikan struktur tidak dapat terbalik karena terjangan angin. Bukannya tersambung ke engsel, bingkai diracik supaya mencengram mantap, dan mampu beradaptasi dengan arah datangnya angin.

Info menarik: Kazbrella, Payung Unik Dengan Desain ‘Terbalik’

Dua developer yang tergabung dalam tim Hedgehog itu mengganti struktur logam tipis di dengan komponen menyerupai tabung, mirip tripod kamera. Pendekatan ini membuat Cypress 10 kali lebih kuat dibandingkan payung biasa. Kemudian para inventor juga telah menemukan rancangan untuk menyimpan air hujan di bagian kanopi melalui sarung penutup build-in, agar isi tas Anda tidak basah.

Uniknya lagi, Anda bisa menggonta-ganti kanopi kanvasnya dengan mudah, dan developer berencana menjual bagian ini secara terpisah. Ternyata menggarap Cypress tidak mudah, Hedgehog membutuhkan waktu sepuluh bulan untuk menggarap versi paling kuat dan paling minimalis dari payung mereka. Via Daily Mail, developer bilang proses pembuatannya memaksa mereka mendesain ulang seluruh komponen.

Detail lebih lanjut pengembangan Cypress Umbrella akan diungkap di bulan ini bersamaan dengan dimulainya periode penggalangan dana Hedgehog di situs crowdfunding Kickstarter. Berdasarkan informasi di laman Facebook resmi, kampanye dimulai pada tanggal 20 Oktober 2015.

Ada kualitas, ada harga; dan untuk sebuah payung, Cypress dijajakan di harga yang tidak murah. Seandainya pengumpulan dana sukses, ia mulai didistribusikan di pertengahan tahun depan, dan dibanderol di kisaran US$ 65. Kanopi kanvas sendiri dijual seharga US$ 11.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter