Ziptango, marketplace fashion premium, kini memasuki tahun kedua sejak pertama kali beroperasi di 2015. Tahun ini perusahaan fokus meningkatkan brand awareness sebagai upaya mendapatkan loyalitas pelanggan.

Konsep bisnis yang dijalankan Ziptango sedikit berbeda dengan pemain sejenis. Penjual yang tergabung tidak perlu menitipkan barangnya ke Ziptango untuk disimpan sebagai investaris. Barang baru dititipkan ketika terjadi transaksi antara penjual dan pembeli. Pihak kurator dari Ziptango akan memeriksa kondisi terakhir barang dan menjaga keasliannya.

Konsep seperti ini disebut dengan reserve consignment. Hal ini berbeda dengan bisnis yang menganut consignment store, ketika penjual menitipkan barang ke toko yang diamanatkan.

“Setiap barang sebelum sampai ke tangan pembeli akan menempuh proses verifikasi ulang dari tim kurator kami. Jadi nanti ada kurir yang akan pick up barang dari penjual ke tempat kami. Akan di cek kembali, apakah barang masih layak sesuai deskripsi foto,” terang Merchant Relation Ziptango Sebanya Marina, Jumat (8/9).

Adapun barang yang dihadirkan Ziptango kini tidak hanya mencakup barang pre-loved, tetapi juga barang baru. Secara total saat ini Ziptango telah menghimpun sekitar 200 penjual dan memiliki lebih dari 5 ribu SKU.

Lokasi penjual sementara ini masih di sekitar Jabodetabek. Sementara cakupan wilayah penjualannya sudah melayani seluruh Indonesia.

Untuk meningkatkan brand awareness, Ziptango juga menyempurnakan tampilan aplikasi dan situs agar konsumen semakin nyaman saat bertransaksi. Aplikasi Ziptango tersedia untuk versi Android maupun iOS. Ziptango juga menyediakan tambahan alternatif pembayaran, dengan tranfer bank, kartu kredit, dan cicilan tanpa kartu kredit lewat kemitraan bersama KreditPlus.

Ziptango memulai proses monetisasi dengan menetapkan besaran komisi dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan. Besaran komisi yang diberlakukan adalah 8% dari total transaksi.

“Angka ini terbilang kecil karena sudah termasuk box khusus untuk menyimpan barang agar tidak rusak saat diterima pembeli.”

Sejauh ini dalam menjalani bisnisnya Ziptango masih menggunakan dana sendiri (bootstrapping) dan belum membuka kemungkinan untuk melakukan pendanaan eksternal.

“Kami masih bootstrapping untuk menjalani bisnis ini. Nilai investasi yang kami sediakan tidak bisa diungkap,” pungkas Founder Ziptango Rusian Teijing.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.