DScovery

Memahami Define dalam Design Thinking untuk Menentukan Problem Statement yang Tepat

Menentukan problem statement yang jelas akan memperlihatkan bahwa kamu mengetahui permasalahan pengguna sebenarnya.

Mempelajari design thinking berarti harus memahami proses pelaksanaannya. Sebelum memahami prosesnya, kamu harus paham dulu mengenai apa itu design thinking terlebih dahulu.

Memahami cara kerja design thinking akan memberikanmu beberapa manfaat. Misalnya melatih kemampuan pemecahan masalah. Secara luas, penerapan design thinking juga sangat bermanfaat bagi perusahaan, seperti penghematan biaya untuk pengembangan terobosan baru.

Kedua hal tersebut memang termasuk beberapa kelebihan penggunaan design thinking. Saat ini, terdapat 5 tahap design thinking yang dikenal umum, yaitu: empathize, define, ideate, prototype, dan test. Salah satu bagian penting adalah tahapan define dalam design thinking.

Simak lebih lanjut untuk mengetahui pentingnya define dalam design thinking.

Apa itu Define dalam Design Thinking?

Secara harfiah, define berarti menjelaskan atau mengartikan. Sama halnya dengan arti harfiah, define dalam design thinking adalah menginterpretasikan data-data yang sudah kamu kumpulkan mengenai permasalahan pengguna di tahap sebelumnya, empathize.

Proses dalam tahapan empathize dan define bisa dianalogikan seperti analisis dan sintesis. Di tahap empathize, kamu merinci hal-hal yang menjadi keluh kesah pengguna yang kemudian akan diambil intisarinya di tahap define.

Setelah mengambil sebuah sintesis, kamu harus menyatakannya sebagai problem statement. Problem statement sendiri berfungsi untuk memperjelas sintesismu dalam satu gagasan utuh. Maka dari itu, penting untuk menentukan problem statement yang tepat agar kamu mendapat gambaran utuh soal permasalahan pengguna.

Menentukan Problem Statement yang Tepat

Problem statement adalah kesenjangan antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diharapkan. Jika dilihat dari sudut pandang pengguna, problem statement menggambarkan kondisi saat ini yang belum bisa memenuhi ekspektasi yang diharapkan.

Tak bisa memenuhi ekspektasi itulah diartikan sebagai sebuah masalah. Maka, sudah jadi tugasmu untuk memberikan solusi atas masalah tersebut demi kenyamanan pengguna. Ini mengapa penting untuk menentukan problem statement yang tepat.

Problem statement yang ngawur mengindikasikan kalau kamu tidak memahami permasalahan apa yang sebenarnya dialami pengguna. Oleh karenanya, menentukan problem statement yang tepat dapat membantumu memberi gambaran yang jelas pula terkait ide yang akan kamu gagas di tahap ideate.

 Tanpa problem statement yang jelas dan tepat, kamu akan kesulitan melanjutkan ke tahap design thinking selanjutnya karena inti permasalahan yang dibuat rancu. Perhatikan 3 hal ini agar kamu dapat membuat problem statement yang tepat.

Fokus pada pengguna

Masalah yang akan kamu olah dalam design thinking adalah milik pengguna. Maka dari itu, gunakan sudut pandang pengguna untuk merumuskan problem statement. Jadikan pengguna sebagai subjek dalam kalimat.

Misalnya, kamu mengetahui bahwa masalah pengguna adalah kesulitan mengakses FAQs dalam website. Maka, problem statement yang tepat adalah: “Pengguna merasa kesulitan mengakses FAQs...” dan bukan “Perusahaan harus menyediakan FAQs…”

Berikan konteks yang luas

Sebuah problem statement harus bisa memberikan ruang pada inovasi dan ide-ide kreatif. Maka, jangan masukkan unsur-unsur teknis yang bisa membuat problem statement tercampur dengan solusi.

Harus bisa diatur

Problem statement yang terlalu luas juga tidak bagus. Hindari memasukkan segala keluhan pengguna. Rinci kebutuhan dan tujuan pengguna dalam satu gagasan yang relevan. Ini agar kamu dapat mengerucutkan premis yang tepat dalam problem statement.

Gunakan metode 4W

Metode 4W yaitu “Who”, “What”, “Where”, “Why” dapat membantumu menentukan premis-premis yang tepat. Tanyakan siapa yang menghadapi permasalahan (who). Artinya, kamu menentukan target pengguna yang mengalami permasalahan-permasalahan yang relevan.

Lalu, tanyakan apa masalah (what) yang sedang dihadapi oleh pengguna-pengguna tersebut. Kemudian, lanjutkan dengan menentukan di tempat atau situasi seperti apa (where) pengguna ini menghadapi masalah tersebut.

Terakhir, berikan jawaban mengapa masalah pengguna ini harus diselesaikan (why), dan apa nilai atau keuntungan yang berdampak kepada baik pengguna maupun perusahaan kalau masalah ini diselesaikan.

Contoh Tahap Define dalam Design Thinking

Fakta-fakta:

  1. Anak muda gampang mengalami masalah kesehatan seperti sakit punggung, badan pegal-pegal, asam urat, kesehatan mental, dll. di usia muda.
  2. Tuntutan pekerjaan yang memberatkan, misalnya bekerja 10 jam sehari dan tuntutan pekerjaan di luar jam kerja.

Metode 4W:

Who: pekerja anak muda usia 18-25 tahun

What: mengalami masalah kesehatan di usia muda

Where: lingkungan bekerja atau kantor

Why: meringankan beban kerja untuk meningkatkan kualitas kerja

Potential problem statement

"Pekerja muda usia 18-25 tahun mengalami masalah kesehatan di usia muda saat bekerja di kantor."

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter