Mendalami Misi “Joint Business Plan” Northstar Group dan Google

Berfokus mendukung startup teknologi di Asia Tenggara; ingin lahirkan unicorn baru

Tahun 2021 ini, Northstar dan Google sepakat membentuk joint business plan. Fokusnya untuk bersama-sama mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Kepada DailySocial, Direktur Northstar Group Henky Prihatna mengatakan bahwa kedua perusahaan akan berbagi peran. Sebagai private equity firm, Northstar akan fokus pada investasi dan mengalokasikan sumber daya untuk memberikan pengetahuan pasar lokal. Sementara Google akan banyak membantu di unsur teknologi, juga mengajarkan praktik terbaik dari studi kasus global.

"Kombinasi ini diperlukan untuk entrepreneur di Indonesia. Karena startup yang sukses tidak hanya butuh founder-nya bagus saja, tapi juga harus paham 'know-how'-nya. Dari sini kami akan sharing insight yang bermanfaat sesuai dengan pengalaman dan pengamatan kami," ujar Henky.

More Coverage:

Melirik Hipotesis Insignia Ventures Terhadap Prospek Startup Indonesia

Di fase awal, Northstar dan Google akan melakukan uji coba dulu. Sehingga masih berfokus pada jajaran portofolio yang sudah ada. Ia turut menuturkan, visi besar dari joint business plan ini adalah melahirkan unicorn baru di Asia Tenggara untuk vertikal-vertikal di luar yang sudah ada.

"Untuk stage [startup] sebenarnya fleksibel, tapi karena saat ini masih baru, kita mau pilot project ke startup yang sudah jalan [later stage]. Karena ini juga jadi kerja sama pertama Google dengan venture capital," imbuhnya.

Selain memupuk bisnis yang sudah ada mereka juga akan membantu perusahaan yang masih tradisional untuk melakukan transformasi digital. Seperti diketahui, bahwa Northstar tidak hanya berinvestasi pada perusahaan teknologi, namun mereka juga merangkul dua sektor lainnya, yakni konsumer dan finansial.

More Coverage:

Kiat Startup Bertahan di Tengah "Tech Winter"

"Kerja sama ini juga diharapkan memunculkan pengusaha-pengusaha baru. Seperti kita tahu, Google punya berbagai program akselerator dan edukasi bisnis, kami pun juga sering involved ke dalam program-program pengembangan startup. Sedang didiskusikan program-program bersama yang nanti bisa dijalankan untuk tujuan tersebut," kata Henky.

Dalam rilis yang diterbitkan, Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menyampaikan, "Di Google, kami ingin terus mendukung transformasi digital melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan mendorong pengembangan komunitas startup melalui inisiatif Google for Startups. Merupakan suatu kebanggaan bagi kami untuk bekerja sama dengan Northstar Group dan mendukung investasi mereka pada startup melalui platform seperti Google Ads dan Google Cloud."

Chief Investment Officer Northstar Group Tan Choon Hong juga memberikan sambutannya, "Dengan dukungan dari partner sekaliber Google, kami berharap bisa membantu portofolio kami untuk terus beradaptasi dan memaksimalkan peluang baru ke depannya. Kolaborasi dengan Google ini juga merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan perusahaan portofolio Northstar."

More Coverage:

From MCI to BNI Ventures, Eddi Danusaputro's Continuous Journey to Support the State-Owned's CVC Scheme

Northstar sendiri sejak tahun 2003 telah mengelola dana sekitar $2,2 miliar, dan menjadi salah satu investor terbesar di regional. Di ekosistem startup Indonesia, mereka berinvestasi ke beberapa startup seperti Gojek, Zenius, dan eFishery. Mereka juga memiliki unit Northstar Foundation yang fokus memberikan investasi pada usaha berdampak sosial.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again