Categories

Feature

Mendapatkan Terlalu Banyak Modal di Awal Tak Menjamin Kesuksesan Startup

Bisa jadi justru akan menghambat pertumbuhan startup

Prayogo Ryza - 2 July 2016

Sebagai perusahaan rintisan, sangat wajar startup menginginkan penambahan dana dari investor. Beberapa menginginkannya untuk mengakselerasi bisnis dengan menambah talenta profesional, atau menaruh lebih banyak aset untuk kebutuhan pemasaran. Tapi terlalu banyak mendapatkan uang untuk early stage juga bisa membahayakan sebuah startup jika tidak disiasati dengan baik.

General Partner Upfront Ventures Mark Suster dalam sebuah laman menjelaskan bahwa terlalu banyak kemungkinan risiko yang menghadang sebuah startup jika terlalu banyak berfokus mendapatkan pendanaan di awal. Alih-alih bisa mengakselerasi bisnis, hal tersebut justru bisa membawa hal buruk bagi startup.

Ada beberapa hal yang disoroti Mark dalam permasalahan ini. Yang pertama adalah mengenai seberapa pun besar pendanaan didapat, umumnya akan habis dalam tempo 12 sampai 18 bulan. Namun tak jarang yang mampu bertahan lebih lama. Dalam hal ini yang berperan adalah pengelolaan.

Sebagai startup, yang tentu memiliki ambisi besar, mendapatkan modal besar di awal tentu menimbulkan keinginan untuk segera melakukan akselerasi bisnis. Misalnya dengan merekrut profesional, membayar biaya pemasaran, bahkan mengadakan event besar. Jika ini dilakukan secara terburu-buru tanpa mengabaikan perhitungan pasar dan validasi ide, akan menjadi sia-sia alias buang-buang uang.

Isu selanjutnya adalah mengenai beban dan tanggung jawab yang diperoleh. Semakin besar yang didapatkan akan semakin besar tuntutan untuk mengembangkan bisnis ke depan. Investor tentu memiliki ekspektasi, semakin tinggi ia menanam modal tentu semakin tinggi ekspektasi yang diinginkan dari sebuah bisnis. Jika startup mendapatkan cukup banyak dana di awal tentu akan menjadi beban tersendiri dalam mengembangkannya. Ini akan membawa masalah, kecuali bagi yang menyukai bentuk tekanan seperti ini.

Ada argumen bahwa keterbatasan bisa memacu kreativitas. Dalam startup, di tahap awal yang minim modal misalnya, founder tentu akan memutar otak untuk menekan pengeluaran dengan memperhatikan biaya-biaya dengan detil. Misalnya untuk merekrut talenta profesional dengan gaji yang masuk akal atau memilik saluran pemasaran yang benar-benar tepat sasaran bukan asal buang-buang uang. Founder harus kreatif mencari jalan keluar dan tentu bukan uang.

Mark menilai beberapa orang perlu “melewatkan” pendanaan pertama yang terlalu besar untuk beberapa hal. Di dalam startup, memenangkan pasar atau setidaknya mempunyai posisi di pasar tanpa bolak-balik melakukan pitch dengan perusahaan pemodalan akan lebih baik untuk nilai sebuah startup. Jadi pikiran baik-baik berapa besar uang yang akan Anda terima. Karena yang menentukan bisnis Anda adalah pasar dan konsumen, bukan seberapa besar modal Anda.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter