Mengoperasikan Startup Tanpa Bergantung Pendanaan Eksternal

Mengoperasikan Startup Tanpa Bergantung Pendanaan Eksternal

Relevan untuk startup yang mengedepankan profit ketimbang pertumbuhan
Tak selamanya startup butuh pendanaan eksternal. Dengan berbagai syarat, sebuah startup tetap dapat beroperasi normal tanpa kucuran dana segar dari luar.
Tak selamanya startup butuh pendanaan eksternal. Dengan berbagai syarat, sebuah startup tetap dapat beroperasi normal tanpa kucuran dana segar dari luar.

Pendanaan adalah bagian penting yang tak terpisahkan dalam menjalankan suatu startup. Tanpa pendanaan, sangat mungkin sebuah startup kalah sebelum berkompetisi.

Jika memang pertanyaannya demikian, lalu apakah mungkin startup dapat beroperasi tanpa sebuah pendanaan? Jawabannya mungkin saja. Dana segar dari pendanaan jelas sangat berarti untuk sekadar operasional sehar-hari hingga untuk “bakar uang” promosi jor-joran.

Namun kenyataannya, startup tetap bisa melaju tanpa pendanaan. Opsi ini paling relevan untuk startup yang mengedepankan profit ketimbang growth. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diperhatikan jika ingin menjalankan startup tanpa pendanaan.

Perencanaan keuangan solid sejak dini

Perencanaan keuangan harus benar-benar matang sejak awal dengan opsi ini. Tanpa pendanaan, startup harus memiliki perhitungan detail apakah uang yang diperoleh dari konsumen lebih besar dari uang yang dihabiskan untuk menggaet konsumen.

Ini tidak hanya berlaku untuk startup yang masih berusia dini, tapi juga mereka yang sudah cukup matang. Maka menjadi penting untuk awas terhadap nominal kas yang tersisa. Langkah drastis harus diambil ketika kas yang tersedia hanya cukup untuk operasional enam bulan ke depan.

Mencapai Product-Market Fit

Startup perlu parameter untuk mengetahui apakah konsumen benar-benar mau merogoh koceknya untuk produk atau jasa mereka. Parameter ini penting karena kita dapat mengetahui produk kita jadi solusi terbaik bagi penggunanya.

Masalahnya tak ada parameter yang benar-benar saintifik untuk mencari product-market fit. Namun ada tiga hal yang setidaknya bisa dijadikan indikator yakni penggunaan produk, retensi pelanggan, dan aktivitas penjualan.

Metrik lain itu fana, yang abadi hanya profit

Memiliki produk yang ramai dibicarakan khalayak tentu kabar bagus. Namun trafik yang padat, engagement positif, tetaplah bukan pengganti yang tepat untuk penjualan dan strategi pemasaran yang matang.

Metrik-metrik seperti itu seringkali jadi pembunuh startup berusia dini. Mereka terlalu terpaku mengejar sesuatu yang tidak benar-benar menghasilkan penjualan atau adopsi pengguna baru. Hal lain yang harus dihindari jika investasi uang dan waktu mereka ternyata untuk strategi penjualan dan pemasaran yang tak akan bisa bertahan lama.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Tips
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…