NDRA (New Delivery Ride Auto) merupakan layanan on-demand baru asli dan berbasis di Jayapura, Papua. Dikembangkan Ignatius Hendra, NDRA menjadi satu-satunya layanan on-demand yang telah beroperasi di sana. Sebelumnya pada 4 Oktober 2017 lalu Grab juga sudah memulai ekspansi ke Jayapura, hanya saja disebutkan sampai saat ini operasionalnya belum berjalan.

“Masyarakat di Papua sudah lama menginginkan layanan on-demand, tapi belum ada yang melihat pangsa ini, oleh karena itu saya mencoba masuk ke layanan ini,” ujar Hendra.

Tentu pertanyaan yang muncul ketika mendengar layanan on-demand baru yakni tentang persaingan. Bagaimana nanti ketika para “unicorn” masuk ke wilayah bisnis tersebut? Hendra pun mengakui bahwa kemungkinan bisnisnya pasti akan terganggu dan ini sudah ditempatkan dalam tantangan operasi bisnisnya mulai dari sekarang.

Untuk mengantisipasinya, salah satu yang dilakukan NDRA ialah memberikan opsi layanan selengkap mungkin dan secepat mungkin penetrasinya. Selain jasa transportasi ojek dan taksi online, NDRA juga sudah mampu mengakomodasi pemesanan kebutuhan pembelian barang di toko, bahkan sayur mayur di pasar. Untuk layanan pembelian tiket bioskop, pembayaran listrik, dan lainnya kini telah diakomodasi dalam fitur N-SHOP.

Fitur N-RENT juga telah dihadirkan untuk membantu pengguna dalam mendapatkan jasa tenaga tertentu. Termasuk N-EXPRESS untuk layanan pengiriman barang.

“Di fase awal ini, operasional NDRA tidak ada kantor fisik, hanya melalui online dan media sosial. Begitupun juga dengan driver ojek, taksi, dan kurir, belum menggunakan atribut. Untuk pengguna yang mengunduh aplikasi kami di Google Play sudah sekitar 300 orang. Saat ini kami belum melakukan soft opening, masih dalam tahap percobaan dan sosialisasi. Oleh karena itu untuk driver pun masih beberapa orang saja,” ujar Hendra.

Proses bisnis sewa aplikasi, bukan bagi hasil

Berbeda dengan model bisnis layanan on-demand yang selama ini ada, NDRA tidak menggunakan skema bagi hasil, melainkan sewa aplikasi. Sehingga ada biaya bulanan yang dikenakan untuk mitra, dan untuk hasil dari order yang didapat sepenuhnya menjadi hak pengemudi. Adapun biaya yang dikenakan saat ini sebagai berikut:

  • Untuk ojek dan kurir yang bergabung membayar biaya sewa aplikasi Rp250.000/bulan.
  • Untuk taksi dan mobil yang bergabung membayar biaya sewa aplikasi Rp350.000/bulan.
  • Untuk merchant resto yang bergabung membayar biaya sewa aplikasi Rp350.000/bulan.
  • Untuk merchant rumah makan, lapak online, dan PKL yang bergabung membayar biaya sewa aplikasi Rp150.000/bulan.
  • Untuk pengusaha lokal dan usaha rumahan yang punya produk maupun olahan lokal tidak ada biaya sewa.

Saat ini NDRA baru beroperasi di Kota Jayapura, namun dalam waktu dekat, jika pengembangan aplikasi iOS rampung (targetnya awal tahun), akan melakukan ekspansi ke kota lain, seperti Sorong, Manokwari, Biak, Fak-fak, dan Merauke. Pengembangan NDRA masih sepenuhnya dengan dana pribadi dan membuka kesempatan kerja sama untuk investor guna mengembangkan bisnis lebih luas. Selain itu pasca masa percobaan, NDRA ingin merekrut pemuda-pemudi Papua untuk bisa bergabung ke startup tersebut, mengembangkan layanan on-demand lokal di sana.

“Karena visi dan misi NDRA adalah menjadi aplikasi yang dapat memberikan layanan kebutuhan masyarakat secara online dan sekaligus sebagai penyedia lapangan pekerjaan kepada siapa saja dan di mana saja khususnya di tanah Papua,” pungkas Hendra.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.