Virtual reality terus menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun depan situasinya kurang lebih masih sama, apalagi mengingat bakal ada kategori baru yang sangat menarik perhatian konsumen, yakni standalone VR headset.

Kategori ini akan berada tepat di tengah-tengah mobile VR headset ala Gear VR dan VR headset high-end macam Oculus Rift. Immersive, praktis, tapi masih cukup terjangkau banyak kalangan, kira-kira begitu premis di balik standalone VR headset.

Oculus adalah salah satu yang sedang getol mempersiapkan standalone VR headset. Berdasarkan laporan Bloomberg, headset itu rencananya bakal diluncurkan tahun depan, dengan banderol harga tidak lebih dari $200, atau separuh harga Oculus Rift.

Terkait fisiknya, headset yang secara internal mendapat julukan “Pacific” ini disebut bakal menyerupai Rift versi ringkas. Di titik ini baik desain maupun deretan fiturnya memang belum final, akan tetapi narasumber Bloomberg mengklaim bahwa bobot perangkat ini bakal lebih ringan ketimbang Samsung Gear VR, plus dapat dioperasikan menggunakan sebuah wireless remote.

Poin menarik lain dari rumor ini adalah, Pacific berbeda dari prototipe headset bernama Santa Cruz yang Oculus pamerkan di konferensi developer mereka tahun lalu, dan tidak dimaksudkan untuk menjadi pengganti Rift. Santa Cruz sendiri pada dasarnya merupakan Rift versi wireless dengan kapabilitas yang sama.

Anda boleh merasa skeptis dengan kabar ini, akan tetapi juru bicara Oculus, Alan Cooper, sempat mengonfirmasi kepada Bloomberg bahwa mereka memang sedang mengembangkan sesuatu yang signifikan di kategori standalone VR headset, meski untuk sekarang belum ada produk yang bisa mereka ungkap ke hadapan publik.

Sumber: Bloomberg.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.