Apa yang diharapkan dari sebuah smartphone yang ditujukan bagi pasar yang mementingkan gaya hidup? Sebuah acara tak biasa, di kota hip dan sebuah produk mengkilap?

Gelaran acara pembuka OPPO media experience di Bali beberapa waktu lalu bagi saya mencoba menghadirkan hal itu. Acara digelar di Anvaya Beach Resort Bali dengan konsep sunset beach party, menghadirkan brand ambassador, komunitas pengguna, dan sebuah perangkat smartphone yang diposisikan sebagai pengejewantahan gaya hidup anak muda, setidaknya dari pilihan warna dan polesan yang dinamakan Dashing Blue.

OPPO F5 Dahsing Blue Media Event Bali

OPPO mengundang awak media, blogger dan komunitas OPPO fans dalam sebuah acara yang diadakan di Bali. Perangkat yang dihadirkan dan dipromosikan adalah OPPO F5 Dashing Blue, varian keenam dari seri F5. Sebenarnya bukan peluncuran per se, karena versi Limited Special telah dijual dalam jumlah terbatas dan disebutkan telah sold out. Versi yang kini dipromosikan adalah versi ‘biasa’ tanpa kemasan khusus dan bonus tambahan.

Acara pertama didesain dengan konsep fun dan menonjolkan gaya hidup, selaras dengan smartphone F5 Dashing Blue, dibuka oleh Alinna Wenxin – Marketing Director OPPO Indonesia, dilengkapi oleh penjelasan Aryo Meidianto A – PR Manager, dan tentu saja turut dihadirkan Isyana Saraswati sebagai wajah pilihan promosi OPPO.

Meski hujan mengubah banyak rencana acara kemarin, namun konsep yang dihadirkan OPPO saya pikir merepresentasikan sasaran market dari OPPO F5 secara keseluruhan dan, tentu secara khusus varian F5 Dashing Blue. Meski pada pengenalan awal versi Dashing Blue brand kosmetik dan fashion designer yang ditarik sebagai co-branding, namun acara leisure yang diadakan kemarin dengan mengundang komunitas OPPO dan para awak media mencoba untuk mengejewantahkan semangat ‘selfie’ yang biasanya lekat dengan aktivitas gaya hidup.

Varian terbaru OPPO F5, warna Dashing Blue

F5 Dashing Blue sendiri adalah varian terbaru dari OPPO F5 yang dikatakan OPPO hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perangkat ini hadir dengan spesifikasi teknis Prosesor Octa-core MT6763T, RAM 4GB dan ROM 32GB yang bisa diperluas sampai 256GB), layar 6 inci serta batera 3200mAh. Varian selain dari OPPO F5 Dashing Blue versi ‘biasa’ antara lain adalah OPPO F5, F5 Youth, F5 6GB, F5 Limited Special Package (versi Dashing Blue dengan paket kosmetik dari MAC), dan F5 Passion Red. Perbedaan terletak dari warna, RAM, spesifikasi sampai kemasan bundle.

OPPO F5 Dashing Blue

Proses pemilihan warna dashing blue atas riset pasar dan disuguhkan untuk menyasar pengguna muda yang aktif bersosial media, gemar selfie dan pengguna yang ingin mengekspresikan diri mereka lewat pilihan smartphone yang digunakan. Data penjualan varian warna F5 sebelumnya juga menjadi dasar atas pemilihan warna dashing (berkilau) ini. OPPO pernah menghadirkan warna blue dengan pilihan finishing doff, dan OPPO F5 varian warna merah (passion red), laris manis dipasaran.

Jika Anda penasaran mengapa OPPO sampai menjual varian sebanyak 6 buah dari hanya satu seri ponsel? Demikian juga saya. Jawabannya bisa jadi adalah strategi, bisa pula berhubungan dengan pasar Indonesia yang memiliki karakter sendiri, atau bisa pula karena daur hidup serinya belum habis.

Satu yang pasti, penjualan seluruh varian OPPO F5 dalam kurun waktu November 2017 sampai saat ini (awal Februari 2018), adalah yang terlaris dari semua varian smartphone OPPO lainnya dalam jangka waktu tersebut. Dalam persentase, sebesar 35% dari total penjualan OPPO di Indonesia bulan November 2017 – Februari 2018 ‘diambil’ oleh OPPO F5 (semua varian).

Jika produk Anda laris, tentu ‘memeras’ sampai titik tertentu adalah sebuah strategi, apalagi persaingan perebutan klasemen 5 besar smartphone di Indonesia sangat kompetitif dan tidak jarang memakan korban dengan mendepak beberapa nama yang pernah masuk ke luar daftar elit 5 besar penjualan terbanyak smartphone di Indonesia.

OPPO F5 Dashing Blue

Strategi rilis tahunan yang biasa digunakan untuk smartphoneflagship ala Apple (iPhone X) dan Samsung (Note 8 dan S8) tentu kurang cocok untuk seri F5 (dilihat dari spesifikasi dan harga), sedangkan memborbardir segmen menengah dengan banyak pilihan akan menguras banyak tenaga. Satu seri banyak varian, ada versi eksklusif dan mem-branding dengan fitur yang mengeksploitasi selera pengguna Asia khususnya Indonesia seperti yang OPPO lakukan, menarik untuk dicermati.

Perdebatan panjang, yang terkadang melelahkan, tentang spesifikasi, penggunaan teknologi terbaru, dan sederet fasilitas high end yang disematkan dalam smartphone untuk menjadi yang terbaik bisa jadi tak menjadi pilihan OPPO dalam menjalankan strategi penjualan mereka. Setidaknya itu yang saya lihat dari OPPO F5. Ia tak memiliki kamera belakang ganda, OS Android bukan yang paling baru, dan memiliki body yang sebenarnya biasa saja jika tanpa ‘tempelan’ pilihan warna yang keren atau gimmick tambahan lain. Dari RAM pun, 3 varian OPPO ‘hanya’ memiliki 4 GB, satu hadir dengan RAM 3 GB dan satu 6 GB. Keunggulannya ada di kamera depan, varian tertinggi hadir dengan kamera 20 MP (yang menjadi jualan utama) serta rasio layar yang sudah kekinian, 18:9.

Kalau hanya pilihan warna, toh merek lain meluncurkan varian warna, setidaknya 3, saat merilis smartphone. Apakah hanya itu yang membuat OPPO percaya diri dengan F5? Selain gimmick fasilitas non teknis perangkat (bekerjasama dengan merek kosmentik dan prancang busana), jawabannya bisa jadi ada dalam tagline yang dipilih oleh OPPO untuk menemani nama empat huruf yang wajib ditulis dengan huruf kapital. Selfie Expert yang kini berubah menjadi Selfie Leader. You got that right. Ternyata fokus pada selfie yang OPPO lakukan selama ini membuahkan hasil, dan masih relevan dengan pasar Indonesia.

OPPO F5 Dashing Blue

Saya sempat ragu sebenarnya atas pilihan OPPO (dan brand lain) yang fokus berjualan dengan jargon selfie dan yakin bahwa tren ini akan berumur pendek alias tren sesaat. Tapi jika melihat penjualan OPPO, sepertinya keraguan saya dibayar tuntas oleh OPPO.

OPPO F5 hadir dengan fokus pada kamera depan 20 Mega piksel dan fitur yang disebut OPPO sebagai berikut: “Keunggulan perangkat F5 terdapat pada kamera depan yang dilengkapi dengan teknologi A.I. (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini memungkinkan perangkat OPPO untuk dapat mempelajari karakter wajah pengguna dan menghasilkan foto yang  tampak natural.”

Selfie + A.I., menyasar pasar Indonesia, kombinasikan dengan pertumbuhan dan tren media sosial plus pergeseran penggunaan smartphone sebagai alat foto (kamera utama). Meski saya bukan penggemar selfie, tapi melihat klaim penjualan OPPO, saya pikir kombinasi ini tepat dalam pertarungan ranah smartphone lokal. Setidaknya untuk saat ini.

What Next OPPO?

Maka pertanyaan selanjutnya adalah, what next OPPO? Dalam sesi door stop kemarin, saya sempat menanyakan perihal apa yang akan OPPO kembangkan setelah selfie, Aryo Meidianto A – PR Manager OPPO Indonesia menjelaskan bahwa OPPO akan mengembangkan AI yang kini telah ada. Jadi teknologi AI yang kini telah ada akan terus dikembangkan lebih deep lagi. Pemilihan untuk terus mengembangkan sisi AI ini disebutkan juga selaras dengan perkembangan teknologi terkait AI (terutama yang berhubungan dengan facial recognition) yang maju dengan cukup pesat.

OPPO menjelaskan dalam rilis bahwa, “teknologi ini (AI) memungkinkan perangkat OPPO untuk dapat mempelajari karakter wajah pengguna dan menghasilkan foto yang tampak natural.” Bisa diprediksi bahwa kamera depan smartphone OPPO, setidaknya yang dijual di Indonesia, ke depannya akan tetap membawa fitur ini dengan spesifikasi kamera yang tepat tetap tinggi, minimal 20 MP untuk versi tertentinggi varian tertinggi. Selain itu akan ditambahkan pula fitur lain seperti AI.

OPPO F5 Dashing Blue

Meski berfokus pada AI, OPPO sendiri tidak memperlebar cara memaksimalkan AI ini lewat dukungan perangkat keras yang memiliki kemampuan untuk kinerja kecerdasan buatan, fokusnya pada optimasi perangkat lunak yang ada di smartphone mereka.

Menanti yang Baru

Sebagai pemerhati tentu saja saya menginginkan untuk melihat inovasi dari sisi perangkat secara keseluruhan (bukan hanya penambahan varian) dari smartphone yang dirilis OPPO.  Penggunaan prosesor dengan teknologi terkini, OS terbaru, dual kamera, desain body yang revolusioner, layar penuh tanpa bezel, optimasi OS untuk memberikan pengalaman penggunaan atau UX yang lebih baik, fitur AR dan masih banyak pilihan pengembangan inovasi smartphone lain yang bisa diterapkan.

Memang, OPPO F5 Dashing Blue hadir dengan spesifikasi yang cukup baik, meski di beberapa sisi bukan yang terbaik. Dari sisi desain juga jauh dari jelek, body plastik tetapi dengan finishing yang baik dan cukup keren.

Namun ketika berbicara tentang OPPO, saya diajak untuk melihat dari sisi apa yang konsumen inginkan, bukan hanya tentang apa teknologi terbaru yang harus ada di sematkan di smartphone. Terdengar agak berfokus pada penjualan sih memang, tetapi di tengah persaingan yang sangat ketat (baca: keras) penjualan smartphone di tanah air, di banyak sisi, strategi OPPO ini bisa dimaklumi.

Jadi jika OPPO memilih untuk terus mengembangkan ranah selfie dengan berbagai fitur lain, salah satunya dengan elemen AI dan spesifikasi kamera depan yang tinggi (di atas 20 MP), dan mengganti tagline “selfie expert” menjadi “selfie leader”, maka dari sisi bisnis startegi ini bisa dimaklumi. Namun dari sisi konsumen yang menginginkan pembaruan secara kontinyu hadir dari perangkat smartphone, saya masih menunggu kejutan OPPO selanjutnya. Setidaknya, saya merindukan ‘keberanian’ OPPO saat merilis kamera smartphone yang bisa diputar seperti OPPO N1 dan menghadirkannya di pasar Indonesia.

Contoh foto menggunakan kamera belakang dan depan OPPO F5 Dashing Blue.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.