Platform monitoring pelayanan publik Qlue beberapa waktu lalu baru saja mendapatkan suntikan pendanaan Seri A dari Arya Stiadharma melalui perusahaan Angle Investor milik Prasetia Dwidharma. Pendanaan yang didapat beberapa waktu selang peluncuran aplikasi SmartCities tersebut bernilai lebih dari $ 1 juta, sehingga mendongkrak valuasi Qlue menjadi $ 8 juta. Menurut penuturan CEO Qlue Rama Raditya pendanaan tersebut akan banyak difokuskan untuk pengembangan human resources, sehingga dalam waktu dekat Qlue akan banyak melakukan hiring (terutama engineer) guna menggemukkan timnya.

Proses pendanaan yang dipimpin oleh Setiadharma tersebut turut menempatkan sebuah perusahaan konsultan keuangan bernama Juvisk untuk membantu operasional back office Qlue. Ketika ditanya apakah ini artinya Qlue akan mengencangkan monetisasi, Rama menyanggah, bahwa kegiatan monetisasi tetap akan berproses sesuai dengan yang sudah berjalan sebelumnya. Back office tersebut akan banyak membantu kegiatan Qlue yang kini mulai berekspansi di seluruh Indonesia bersama SmartCities.

Pasca meningkatnya valuasi, Qlue tetap ingin fokus dengan misi utamanya, yakni mengembangkan platform komunikasi publik dengan pemangku kepentingan di daerahnya masing-masing. Namun Qlue juga sedang terus berinovasi mengembangkan produk smart city berbasis IoT (Internet of Things), khususnya untuk diterapkan di wilayah perkotaan. Misalnya yang sudah mulai terdesain ialah pengembangan traffic lamp yang terhubung ke sebuah command center, kotak sampah pintar, dan juga air polution detector. Berbagai otomatisasi ini dinilai akan menjadi makin “viral” ketika smart city menjadi sebuah kebutuhan di perkotaan.

Qlue sendiri cukup percaya diri untuk melakukan ekspansi. Rata-rata banyak sekali kota di Indonesia yang begitu bersemangat dengan inisiatif smart city-nya. Terlebih penerapannya di ibukota Qlue juga memiliki track record yang cukup gemilang. Rama menyampaikan bahwa sampai saat ini Qlue (di Jakarta) sudah memiliki lebih dari 500 ribu pengguna, dengan persentase pengguna aktif mencapai 80 persen.

“Orang di sini memang paling suka kalau disuruh komplain layanan publik,” ujar Rama dalam candanya.

Terkait dengan portofolio aplikasi SmartCities, inisiatif ini yang akan dijadikan modal besar Qlue untuk merangkul seluruh perkotaan di Indonesia, mendukung inisiatif smart city yang ingin diusung. ATSI (Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia) turut mendukung SmartCities, melalui berbagai program pengembangan smart city-nya, para provider tersebut juga terdorong untuk mengimplementasikan aplikasi SmartCities di berbagai penjuru nusantara.

SmartCitites masih memiliki core yang sama, yakni menjembatani publik dengan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah. Qlue berusaha untuk memaksimalkan kandungan konten lokal dan mengkombinasikan dengan berbagai informasi seputar berbagai pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat. Platform SmartCities baru dapat digunakan oleh pengguna Android di beberapa kota di luar Jakarta, termasuk Kota-kota tersebut adalah Bandung, Makassar, Bali, Manado, Surabaya, Bogor, Depok, Palembang, Bekasi, Yogyakarta, Pekanbaru dan Semarang.

Rama turut menceritakan bahwa sejauh ini kota ekspansi Qlue yang sudah menunjukkan traksi pengguna yang besar di luar Jakarta adalah Makassar, Manado, Solo, Bekasi dan Depok. Menurutnya faktor terbesar dari kesuksesan sebuah digitalisasi layanan publik adalah semangat pemimpin daerah masing-masing. Karena pemimpin memang menjadi tonggak berdirinya inovasi di sebuah daerah.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.