Membicarakan startup digital tak melulu tentang sebuah bisnis yang menjual solusi berbasis aplikasi atau layanan perangkat lunak. Bisa saja inti dari produk yang dikembangkan bukan sebuah barang digital, namun proses bisnis yang dipilih cenderung memaksimalkan potensi digital. Di Indonesia sudah ada beberapa startup yang mengusung konsep tersebut, yang paling baru ada Mimpi.

Dikembangkan oleh dua orang berkebangsaan Belgia, Frank De Witte dan Sven Vervaert, Mimpi menjadi sebuah platform e-commerce untuk produk mebel kasur. Brand dari produk tersebut juga bernama Mimpi, yang dinilai sebagai produk kasur revolusioner. Tidak hanya mengklaim istilah revolusioner sebagai nama, tim Mimpi melakukan riset dan pengembangan mendalam untuk menghadirkan produk kasur berkualitas.

Disrupsi dengan pendekatan digital, didukung kepercayaan diri dengan produk

Mimpi resmi memulai debut pada 10 Oktober 2017 dan berbasis di Jakarta. Menariknya, tidak seperti produsen mebel pada umumnya yang memilih untuk menjual melalui gerai fisik, Mimpi dijual sepenuhnya secara online. Cara ini dipilih untuk dapat memotong rantai penjualan, sehingga dari produsen menyampaikan langsung produknya ke konsumen. Dari perhitungan Mimpi, efisiensinya bisa mencapai 1/3 harga di toko.

“Kasur kami terbuat dari latex foam, memory foam, high resilience foam dan support foam, Mimpi membandrol kasur mewah ini dengan harga terjangkau. Mimpi adalah kasur pertama di Indonesia yang membawa ide seperti ini. Mimpi percaya bahwa kualitas tidur yang baik tidak membutuhkan harga yang tinggi. Guna mengaplikasikan ide ini, kasur Mimpi hanya tersedia secara online melalui website Mimpi,” ujar tim Frank De Witte.

Tampak sudah sangat dipikirkan secara matang, dari desain produk sampai pemilihan proses distribusi secara online. Produk kasur Mimpi dikemas secara optimal dengan metode vacuum-compressed, sehingga kasur dapat dimuat dalam kotak yang relatif kecil, dengan proses pelipatan dan penggunaan. Hal ini tentu menjadi faktor yang memberikan efektivitas untuk kegiatan distribusi.

Teknik vacuum-compressed untuk pengemasan yang lebih ringkas / Mimpi
Teknik vacuum-compressed untuk pengemasan yang lebih ringkas / Mimpi

Sebagai langkah awal untuk memulai penetrasi basis pelanggan, kepercayaan diri terhadap produk Mimpi memberikan jaminan dengan program 100 malam percobaan gratis. Mimpi menyediakan fasilitas 100 malam percobaan gratis untuk mencoba kasur secara langsung. Disampaikan juga jika masih kurang puas, Mimpi menyediakan pengembalian uang secara penuh jika kasur dikembalikan. Menjadi terobosan yang “berani”, dibandingkan dengan hanya mencoba kenyamanan  kasur beberapa saat saja di toko.

Apa yang bisa dipelajari dari debut Mimpi?

Menjadi penting, lantaran apa yang dilakukan mimpi sebenarnya applicable dengan industri kreatif di Indonesia kebanyakan. Keunggulannya biasanya pada produk yang orisinal dan unik, sebut saja kerajinan atau produk kreatif lain. Kadang apa yang dibutuhkan adalah sebuah terobosan, dengan menciptakan kanal sendiri guna terhubung dengan calon konsumen prospektif. Jika ditarik sebuah kesimpulan, ada dua hal yang bisa direplikasi untuk sebuah transformasi bisnis.

Pertama, kepercayaan diri terhadap produk sudah selayaknya didukung dengan pendekatan pemasaran dan distribusi yang tepat, jika perlu dilakukan secara mandiri untuk berbagai pertimbangan, misalnya penekanan harga. Kedua, pendekatan digital membawakan pada satu kesatuan proses, tidak hanya memikirkan sebuah pengembangan situs untuk menampilkan dan transaksi produk, melainkan juga perlu penyesuaian di sisi produknya, misalnya untuk proses distribusi.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.