Pekerjaan sebagai freelance mulai banyak digeluti masyarakat. Di era digital ini banyak layanan yang mendukung untuk meningkatkan performa para pekerja remote. Salah satu startup yang coba hadir untuk hal yang sama adalah Monika. Platform Software as a Services (SaaS) ini mencoba hadir untuk membantu mereka yang kesulitan membuat dan mengelola proposal dan faktur, menargetkan kalangan freelance, startup, dan UKM.

Fitur-fitur yang ada di dalam Monika dirancang untuk bisa memudahkan pelanggan membuat proposal dengan desain template yang profesional dan bisa dikustomisasi melalui dasbor yang disediakan. Semua proposal yang telah dibuat bisa segera didistribusikan tanpa harus mencetak atau melampirkannya ke dalam sebuah email. Pengguna bisa mendistribusikan tautan proposal melalui aplikasi pesan instan atau media komunikasi lainnya. Selanjutnya calon klien bisa langsung membuka dan menyetujuinya dengan mudah.

Proposal yang telah dibuat bisa langsung dikirimkan kepada klien, selanjutnya pengguna bisa menunggu proses follow up dari klien untuk semua proyek yang dibuat dalam satu tempat melalui notifikasi yang dikirimkan oleh sistem. Monika menjamin setiap data dan informasi pengguna dan klien akan disimpan dengan baik dan aman.

Monika pertama kali dikembangkan pada pertengahan tahun 2017. Kemudian Monika terus melakukan pengembangan hingga pada Januari 2018 meluncur secara resmi dengan status beta. Menurut data dari tim Monika saat ini mereka berhasil memiliki 700 pengguna aktif dan terus berupaya menambah lebih banyak pengguna di tahun ini.

Optimis bisa diterima masyarakat

Perjalanan Monika masih panjang untuk sebuah startup. Mereka harus bisa meyakinkan lebih banyak freelancer, tim penjualan maupun pemilik bisnis untuk bisa menggunakan layanan Monika. Namun di samping itu pihak Monika optimis bisa diterima baik di masyarakat, terutama target pengguna mereka.

“Melihat rutinitas target pengguna kami yang adalah kebanyakan pemilik bisnis, tim penjualan dan freelancer; yaitu pembuatan penawaran dan melakukan penagihan, kami semakin optimis bahwa masalah yang ada terus terjadi berulang-ulang dalam waktu singkat. Melihat retention rate tersebutlah, kami merasa dan tervalidasi bahwa Monika adalah ‘obat untuk penghilang rasa sakit kepala‘ mereka. Juga dengan jumlah market share yang kami masuki sebesar Rp122 miliar per tahun dengan target market freelancer, startup dan small agency,” terang Customer Relation Monika Puji Utami.

Lebih jauh Puji menjelaskan bahwa Monika memiliki keunggulan pada close rate prediction yang memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang bekerja untuk mengalkulasi dan membaca behaviour masing-masing klien secara real time. Teknologi AI juga dijadikan fondasi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi semua pengguna Monika.

“Target Monika di tahun 2018 yang pertama adalah untuk memastikan lebih dari setengah jumlah freelancer dan pekerja kreatif di Indonesia menggunakan Monika dan target yang kedua adalah membuka peluang kolaborasi antar pengguna kami yang datang dari berbagai kalangan terutama mereka yang bergerak di industri kreatif seperti web developer, arsitek, event organizer hingga creative agency,” tutup Puji.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.