Rachmat Kaimuddin dan Ambisi Bukalapak Menuju “Sustainable Company”

Rachmat Kaimuddin dan Ambisi Bukalapak Menuju “Sustainable Company”

Berambisi jadi perusahaan yang bisa bertahan lebih dari 1 abad
Rachmat Kaimuddin dan Ambisi Bukalapak Menuju “Sustainable Company”
Rachmat Kaimuddin dan Ambisi Bukalapak Menuju “Sustainable Company”

Suksesi menjadi suatu hal yang langka di antara startup, apalagi startup unicorn Indonesia. Meskipun demikian, Bukalapak menyadari pihaknya perlu memiliki pemimpin baru demi mencapai tahap yang lebih tinggi.

Dalam rangka menuju perusahaan yang sustainable, Rachmat Kaimuddin dipercaya para Founder untuk memimpin layanan marketplace Bukalapak bertepatan umur perusahaan yang ke-10.

Ia datang dari kalangan profesional dengan berbagai pengalaman kepemimpinan di lintas industri. Terakhir ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Perencanaan di Bank Bukopin.

Rachmat memulai karier sebagai Senior Associate di salah satu firma manajemen konsultan, Boston Consulting Group. Tempat itu juga pernah disinggahi M Fajrin Rasyid sebelum merintis Bukalapak bersama Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono.

Dalam sesi wawancara singkat bersama DailySocial, Rachmat mengaku memimpin perusahaan teknologi sebenarnya bukan target perjalanan kariernya. Ia mengidamkan suatu pekerjaan yang memberinya kesempatan untuk menciptakan suatu dampak sosial secara langsung.

“Ada kesempatan yang kebetulan sejalan dengan cita-cita saya, enggak tahu kapan ini akan ada lagi. Ini bukan soal Bukalapak yang cool [karena perusahaan teknologi] atau unicorn saja, tapi sebagai perusahaan yang bisa create a lot of impact dan sepertinya saya bisa berkontribusi dan kesempatannya [untuk melakukan itu] ada,” ujarnya, Jumat (10/1).

Secara garis besar, penunjukan Rachmat diarahkan untuk fokus pada tiga hal. Memastikan Bukalapak sebagai organisasi yang sustainable, memiliki sumber daya yang kuat dan memberikan manfaat kepada semua stakeholders, memperluas jangkauan UMKM secara nasional dan internasional, online dan offline, melalui teknologi dan inovasi.

Terakhir, menjadikan perusahaan sebagai tempat bagi para talenta-talenta kebanggaan negara untuk belajar, berkarya, dan bermanfaat bagi negara. Dengan demikian, Bukalapak dapat meneruskan perjalanannya sebagai perusahaan yang bisa bertahan lebih dari satu abad, probabilitas tersebut hanya 0,0045% secara global.

“Saya datang ke organisasi yang sudah besar, lebih mature untuk governance, risk compliance, infrastruktur perusahaan yang typically harus dibangun juga. Hal-hal tersebut yang secara implisit yang mereka [founder dan pemegang saham] harapkan dari saya.”

Di bawah kepemimpinan Rachmat, dia memastikan tetap menjaga visi dan misi perusahaan. Terlebih para founder Bukalapak sendiri masih aktif dan menjalankan tugasnya masing-masing sesuai kapasitasnya.

Bersama Fajrin yang menjadi Presiden Bukalapak, ada sejumlah pembagian tugas. Rachmat akan bertanggung jawab pada keseluruhan perusahaan. Sementara Fajrin akan bertanggung jawab untuk hubungan eksternal, kepatuhan tata kelola, compliance, dan legal.

Salurkan pengalaman untuk Bukalapak

Simbolis Penyerahan Tugas CEO dari Achmad Zaky ke Rachmat Kaimuddin / Bukalapak
Simbolis Penyerahan Tugas CEO dari Achmad Zaky ke Rachmat Kaimuddin / Bukalapak

Status Bukalapak bukan lagi startup. Masuk ke tahun ke-10, perusahaan mencapai milestone dengan lebih dari 70 pengguna dan kunjungan ke aplikasi tembus 420 juta kali per bulan. Ada lima juta pelapak dan tiga juta Mitra Bukalapak telah bergabung.

Secara catatan keuangan diklaim cukup baik dengan membawa valuasi mencapai $2,5 miliar. Per 12 Desember 2019, perusahaan mencatat peningkatan transaksi sebesar 30% secara year-on-year, sekaligus menjadi transaksi tertinggi sepanjang berdiri.

Seluruh kinerja tersebut tidak bisa dianggap sebelah mata artinya semakin banyak orang yang menggantungkan hidupnya lewat Bukalapak. Artinya untuk bertahan di tahap selanjutnya, Bukalapak harus memperkuat infrastruktur dan menjadi sustainable, dengan tanpa menafikkan jiwa startup yang menjadi DNA perusahaan.

Di samping itu, tidak semua startup mencapai status unicorn, sehingga bisa dikatakan ini adalah aset nasional. Ada tanggung jawab moral untuk sukses dan membanggakan negara.

Rachmat sendiri berlatar belakang pendidikan engineering dan finance. Banyak hal yang diajarkan dan mampu menggiringnya saat pemimpin perusahaan. Engineer mengajarkan soal logika, melihat sesuatu yang kompleks untuk disimplifikasi.

Dari situ, ia belajar untuk selalu menganalisis masalah sehingga tidak pernah takut ketika melihat sesuatu yang sulit. Sementara, ilmu finance bukan hanya soal hitung-hitungan angka saja, benang merah di dalamnya adalah membantu dalam mengambil keputusan bisnis terefektif buat perusahaan.

“Jadi dari ilmu-ilmu dasar, so far saya bisa [pimpin] apapun bisnisnya, selama ini saya pindah-pindah industri di kasih role macam-macam, alhamdulillah bisa survive dan selalu dapat support.”

Ilmu dasar itu juga turut membantunya, terutama saat memimpin bank. Dari situ membuat pemahamannya tentang risiko, compliance cukup matang dan bisa disalurkan untuk Bukalapak.

“Ada risk itu maksudnya buat rem, penanda bahwa kalau mau kencang tidak kebablasan karena remnya blong. Perusahaan ini mau ngebut, dengan pengalaman di governance risk dan compliance, saya bisa bantu itu.”

Begitupun pengalamannya saat memimpin perusahaan di sektor riil, bidang jasa dan manufaktur, pemahamannya untuk mata rantai dari sisi produsen cukup dalam.

“Pengalaman-pengalaman tersebut akan saya salurkan untuk Bukalapak. Basic-basic logic dan leadership pun juga, rambut putih dan semakin menipis ini saya harap bisa berguna buat teman-teman [di Bukalapak].”

Gaya kepemimpinan yang ia terapkan baik di perusahaan sebelumnya dan di Bukalapak sendiri juga memiliki kemiripan. Ia menganut konsep open egaliter, tidak menempatkan diri sebagai bos melainkan sebagai rekan kerja, dan komunikasi terbuka.

“Kebetulan di sini budaya komunikasinya sangat fluid, di tempat saya sebelumnya juga sudah terapkan untuk tim, bisa mengutarakan apa saja assume punya niat baik buat organisasi, jadi saya meneruskan apa yang sudah dibentuk.”

Strategi perusahaan berikutnya

Komposisi C-Suite Level Bukalapak di HUT ke 10 Bukalapak / Bukalapak
Komposisi C-Suite Level Bukalapak di HUT ke 10 Bukalapak / Bukalapak

Ia meyakini di bawah kepemimpinannya Bukalapak akan menjadi perusahaan yang sustainable, bisa mencetak profit dan pertumbuhan bisnis yang signifikan sehingga tidak perlu suntikan dana. Kondisi tersebut kontras dengan apa yang terjadi saat ini, bertentangan dengan konsep sustainable.

Menurutnya, hal itu sangat memungkinkan apabila dapat menciptakan formula model bisnis yang tepat. Pertumbuhan antara revenue dan pemasukan bisa lebih tinggi melampaui daripada pertumbuhan biaya dan pengeluaran. Ketika kurva melewati itu, niscaya impian Bukalapak untuk menjadi perusahaan yang sustainable dapat terwujud.

“Kita akan cari mana yang bisa menghasilkan dan digenjot. Banyak perusahaan yang dapat terus tumbuh dan profit, jadi saya lihat itu bukan sesuatu yang enggak mungkin [buat perusahaan teknologi].”

Namun bukan berarti, menuju perusahaan yang sustainable, harus kembali melakukan layoff. Rachmat memastikan keputusan itu tidak kembali diambil seperti pada tahun lalu. Pada manajemen sebelumnya ada penataan internal yang mengharuskan keputusan tersebut harus diambil. Sekarang Bukalapak memiliki sekitar 2.100 karyawan.

I think we’re done. Tahun 2019 ada ups dan downs, tahun ini kita makin optimis, sekarang baru awal tahun dan hari masih panjang.”

Terhadap peta persaingan e-commerce, sambungnya, tidak membuat dia khawatir. Masing-masing pemain punya pangsa pasarnya masing-masing, begitupun Bukalapak. Secara statistik pun, baru lima persen usaha mikro dan kecil yang baru tersentuh digital.

Semakin naik angka tersebut, tentu akan semakin banyak value baru, pasar baru, dan produk baru yang bisa dijual. Belum tentu semua hal tersebut terpikirkan akan terjadi di masa depan. “Kita istiqomah. Apa yang kita lihat dan benar akan push ke sana dan tentunya dengan perhitungan dan perencanaan yang matang.”

“Saya selalu bilang we have to be the best version of ourselves. Kita enggak bisa jadi orang lain. Bukalapak ini terlahir 10 tahun lalu demi misi tertentu, kita harus terus berkembang ke arah yang lebih baik setiap hari untuk melayani user kita,” tutupnya.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…