Mbiz, marketplace e-procurement untuk B2B dan B2G dari Group Lippo, memasang target yang sangat ambisius untuk menjadi pemain e-commerce niche terdepan di Indonesia. Target ini dibuat berdasarkan hasil kinerja perusahaan yang diklaim sudah mencetak laba, meski Mbiz belum genap dua tahun berdiri. Ditambah pemain yang bergerak di sektor tersebut masih dapat dihitung jari.

Kendati tidak disebutkan jumlah perolehan labanya, Mbiz menargetkan pada tahun ini penjualan bersih (Net Merchandise Value) dapat tumbuh hampir 2x lipat menjadi Rp3,5 triliun dari perolehan di tahun lalu sebesar Rp1,3 triliun. Untuk 2018, penjualan bersih ditargetkan dapat naik hingga 4x lipat menjadi Rp20 triliun.

Untuk merealisasikan target tersebut, ada sejumlah strategi yang bakal dilakukan perusahaan. Kepada DailySocial, Co-Founder dan COO Mbiz Ryn Hermawan menjelaskan pada tahun ini perusahaan akan fokus mengembangkan kategori layanan yang bergerak di bidang jasa.

Layanan ini diklaim sebagai ladang subur bagi perusahaan karena dapat mencetak keuntungan hingga double digit, dibandingkan dengan layanan pengadaan barang. Pasalnya berdasarkan temuan perusahaan, dari total belanja perusahaan sekitar 90%-95% lari ke arah pengadaan jasa. Besarnya alokasi, membuat perusahaan jadi tergiur untuk menggarap sektor tersebut.

“Tahun lalu kami banyak belajar dari pelanggan yang kebanyakan dari level blue chip company. Dari situ, kami mendapat masukan bahwa ada opportunity lain di luar layanan pengadaan barang, yakni bidang jasa. Makanya sekarang kami siapkan ekosistem, agar tahun depan bisnis mulai fokus ke skalabilitas,” terang Ryn.

Adapun layanan jasa yang akan disediakan Mbiz di antaranya customize items, media outdoor placement, event organizer, civil mechanical engineering, gimmick marketing, leasing, dan lainnya.

Strategi ini dinilai Ryn lebih efektif ketimbang mengembangkan jumlah Stock Keeping Unit (SKU), lantaran SKU lebih identik dengan unsur transaksional. Sementara, Mbiz ingin mendorong ke arah procurement solution yang dinilai dapat mendorong terhadap bisnis sebenarnya.

“Sebab penawaran solusi ini lebih mengarah ke arah pemecahan masalah yang dihadapi klien, ada banyak sekali solusi yang bisa kami sasar.”

Siap cari dana segar tambahan

Untuk mendukung seluruh rencana di atas, Ryn mengungkapkan pihaknya berencana untuk kembali menggalang putaran dana seri B pada tahun ini. Kendati, dia bilang perusahaan tidak begitu terburu-buru untuk melaksanakan rencana tersebut, mengingat ada sejumlah kerja sama strategis yang dapat dikembangkan bersama investor Mbiz.

“Mbiz tidak mau terlalu buru-buru cari funding, memang ada rencana raise funding ke seri B, tapi belum diputuskan apakah tahun ini atau tidak. Meski secara angka kami pasang target yang ambisius di 2018, dengan kata lain itu surely need new funding.”

Sebagai informasi, Mbiz pada awal tahun ini baru menerima pendanaan seri A dari Tokyo Century Corporation (TCC) dengan nilai yang tidak disebutkan. Pendanaan tersebut membuat nilai valuasi perusahaan mencapai Rp1,3 triliun.

Masuknya TCC menjadi partner strategis Mbiz karena perusahaan tersebut adalah perusahaan pembiayaan untuk berbagai solusi. Saat ini kepemilikan saham perusahaan tetap mayoritas dikuasai oleh Group Lippo.

Sejauh ini, Mbiz mengklaim bisnisnya tidak mengandalkan captive dari Group Lippo. Malah hampir 99% pemesanan berasal dari luar grup. Mbiz berencana untuk ekspansi ke kota tier 1 seperti Surabaya, Makassar, Medan, Yogyakarta, Palembang, Manado, dan lainnya. Tak hanya itu, perusahaan juga berencana untuk menambah jumlah talenta menjadi sekitar 450 orang dari posisi saat ini 240 orang.

Dari segi pencapaian bisnis, Mbiz telah mencetak nilai rata-rata kontrak transaksi sebesar Rp312 juta dengan lebih dari 100 ribu SKU yang terdiri dari 11 kategori barang dan jasa dengan lebih dari 4 ribu sub kategori.

Total mitra Mbiz diklaim lebih dari 600 perusahaan di seluruh Indonesia. Beberapa mitra diantaranya HM Sampoerna, Toyota Astra Motor, AirAsia, Bank Danamon, Combiphar, BRI, dan lainnya.

Mulai wacanakan IPO

Pencapaian Mbiz yang diklaim berhasil mencetak laba di tahun kedua sejak didirikan, membuktikan perusahaan mampu tumbuh positif tanpa harus melakukan subsidi dalam penjualan produk. Ryn meyakini pencapaian ini dapat kembali dilakukan, bila strategi dan eksekusi dilakukan dengan benar dan tepat.

Dia pun kembali berharap agar tahun ini perusahaan akan kembali melaba, meski dia tidak menyebutkan persentase pertumbuhan laba yang ditargetkan.

“Kami berharap pertumbuhan laba akan sejalan dengan pertumbuhan bisnis, meski kami melihat ke depannya untuk membangun ekosistem butuh sejumlah alokasi investasi yang harus dikucurkan dari perolehan laba.”

Ryn mengungkapkan sejumlah resep yang dilakukan perusahaan agar dapat melaba, diantaranya tidak melakukan subsidi dengan menurunkan harga di luar batas kewajaran, selektif dalam akusisi, pembukuan yang tepat, menekankan produktivitas dengan memperhatikan ongkos operasional, dan lainnya.

“Konsep kami adalah tidak melakukan strategi yang tidak profitable bagi Mbiz. Sebab dari awal kami ingin ciptakan ekosistem bisnis yang positif dan ingin bersaing secara sehat.”

Melaba adalah salah satu unsur yang harus dicapai oleh suatu perusahaan sebelum melantai di bursa. Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Ryn menjelaskan Mbiz memiliki kemungkinan yang terbuka untuk melaksanakan exit strategy tersebut. Hanya saja, tidak dilakukan dalam waktu dekat.

“Mbiz memiliki forecast positif di 2017, the road [untuk IPO] will be obviously terbuka. Namun tahun pelaksanaannya belum tahu, mungkin 3-4 tahun mendatang, that will be another story. Kami memang ada arah ke sana,” pungkas Ryn.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.