Memasuki usia ke-5, layanan e-commerce Lazada menyampaikan beberapa data dan hasil riset internal kepada media hari ini (15/03). Penjabaran riset dan survei tersebut termasuk pilihan pembayaran Cash on Delivery (COD) yang diklaim merupakan pilihan pembayaran pertama dan paling popular di Lazada, hingga suntikan dana segar sebesar $1 miliar dari Alibaba pada tahun 2016.

Co-CEO Lazada Indonesia Florian Holm menyebutkan, di tahun kelimanya Lazada masih terus mempromosikan produk lokal secara global dan memastikan proses fulfillment center kepada penjual berjalan dengan baik.

“Lazada memiliki jumlah SKU paling banyak saat ini, untuk itu kami ingin memastikan di tahun 2017 ini semua produk yang dibeli secara offline telah tersedia di Lazada.”

Akuisisi dari Alibaba ternyata tidak terlalu berpengaruh kepada jalannya operasional dan bisnis sehari-hari dari Lazada, hal tersebut yang ditegaskan oleh Florian kepada media.

“Saya banyak mendapatkan pertanyaan apakah Alibaba ikut campur dengan jalannya bisnis Lazada saat ini, bisa saya pastikan Lazada tetap menjalankan bisnis secara independen tanpa campur tangan dari Alibaba,” kata Florian.

Pencapaian Lazada hingga awal tahun 2017

Dalam presentasinya Florian menyampaikan beberapa prestasi menarik yang telah dicapai oleh Lazada selama 3 tahun terakhir. Di antaranya adalah saat ini terdapat 7 juta produk yang tersedia di Lazada, kenaikan yang cukup signifikan sejak tahun 2015.

Kemudian Lazada juga mencatat pemesanan hingga pembelian produk banyak dilakukan melalui aplikasi mobile dengan persentase hingga 86% di tahun 2017. Kenaikan tersebut dicatat cukup pesat dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya mencapai 34%, tahun 2015 sebanyak 43% dan tahun 2016 sebanyak 69%.

Hal menarik lainnya yang juga dicatat oleh Lazada adalah ulasan atau testimoni yang diberikan oleh pengguna setelah pembelian, cukup membantu pengguna lain untuk mengerti kemudian membeli produk yang ada. Dari data yang dikumpulkan sekitar 2 juta produk telah di-review oleh pengguna sejak bulan Januari 2017.

“Testimoni dan ulasan yang diberikan oleh pengguna usai produk dibeli cukup membantu kami menjual produk dengan cepat, dengan jaminan hingga rekomendasi pengguna terhadap produk hingga penjual,” kata Florian.

Terkait dengan customer retention, Lazada turut mencatat kebanyakan pengguna yang merasa puas dengan layanan dan produk yang terdapat di Lazada, bersedia untuk kembali lagi dan membeli produk yang berbeda di Lazada. Pertumbuhan tersebut mencapai hingga dua kali lipat sejak tahun 2015 hingga tahun 2017.

“Kami juga mencatat Lazada telah menjual power bank dengan jumlah yang cukup tinggi sejak tahun 2014 dengan jumlah 1,2 juta, sementara 2 juta produk diapers atau popok bayi telah terjual di Lazada,” kata Florian.

Meningkatkan kerja sama dengan mitra terkait

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan dari mitra yang sejak awal telah melakukan kerja sama dengan Lazada, di antaranya adalah perwakilan dari bank Mandiri, JNE dan Telkomsel. Selanjutnya Lazada memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan para mitra terpilih.

“Sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia, kami menyadari pentingnya membina kemitraan strategis dengan penyedia layanan telekomunikasi, logistik dan sistem pembayaran. Agar Lazada bisa terus memberikan pengalaman berbelanja yang menyenangkan untuk konsumen,” kata Co-CEO Lazada Indonesia Duri Granziol.

Merayakan HUT-nya yang kelima, Lazada bakal menghadirkan berbelanja online interaktif melalui online shopping Lazada TV. Fitur tersebut dihadirkan oleh Lazada untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen melalui live streaming Lazada TV yang bisa dinikmati oleh pengguna pada tanggal 21-23 Maret 2017. Selain Lazada TV, secara khusus Lazada juga bakal memberikan flash sale setiap 2 jam, 800 ribu penawaran menarik dan kejutan lainnya.

Application Information Will Show Up Here