Besarnya godaan mobile gaming mendorong para raksasa teknologi dari beragam bidang untuk turut berkecimpung di sana. Kita tahu Motorola mulai serius dengan ranah tersebut melalui penyediaan Moto Gamepad, dan bahkan produsen gaming gear seperti Razer pun secara terang-terangan menyampaikan niatan mereka untuk menggarap smartphone gaming.

Minggu lalu, Razer sempat memberikan sebuah teaser menarik. Tom Moss selaku senior vice president Razer memublikasikan fotonya bersama CEO Min-Liang Tan di Twitter. Jika diperhatian lebih teliti, sang CEO terlihat sedang mengantongi sebuah perangkat mungil dengan logo khas Razer di saku celanya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa proyek pengembangan smartphone Razer pelan-pelan mulai rampung.

Smartphone Razer 2

Isyarat lain mengenai kesiapan Razer menginvasi segmen perangkat bergerak kembali muncul melalui Twitter resmi mereka. Di sana, perusahaan periferal gaming yang bermarkaskan di San Francisco itu mengungkap agenda untuk mengadakan ‘pengumuman terbesar’ pada tanggal 1 November. Ada besar kemungkinan, Razer akan memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan smartphone barunya.

Gelagat Razer untuk menciptakan smartphone-nya sendiri terlihat sejak mereka mengakuisisi Nextbit bulan Januari silam. Hal yang membuat smartphone Nextbit Robin berbeda adalah penawaran ‘storage tanpa batas’ berbekal cloud. Tapi jika smartphone Razer difokuskan pada gaming, maka produsen kemungkinan mencurahkan perhatian mereka pada komposisi hardware, layar dan penampilan khas gaming.

Sejauh ini, Razer sama sekali belum melepas detail apapun mengenai smartphone-nya, baik desain maupun spesifikasi. Satu hal yang mungkin bisa dipastikan ialah, perangkat tersebut mengusung kombinasi warna khas Razer: tubuh hitam dan hijau pada logo. Tentu saja, tak menutup kemungkinan produsen nantinya akan menyediakan pilihan warna lain.

Lalu jika smartphone itu memang ditujukan buat gamer hardcore, ada peluang penyajiannya sedikit berbeda dari perangkat bergerak biasa. Selain mampu menjalankan permainan-permainan mobile dengan grafis yang menawan, bayangkan jika device juga mampu men-stream konten gaming PC, sehingga Anda dapat menikmatinya sambil berbaring di sofa ruang keluarga.

Reuters sempat melaporkan bahwa Razer membutuhkan modal yang substansial untuk menapaki ranah mobile. Perusahaan memang belum mengonfirmasi  jumlahnya secara spesifik, namun Razer menyebutkan angka antara US$ 3 hingga US$ 5 miliar.

Min-Liang Tan tampak yakin dengan keputusan tersebut karena menurutnya, Razer sudah terbiasa mengusik industri teknologi sejak era notebook gaming generasi pertama.

Via 9to5Google.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.