Categories

Gadget

ReVault Adalah Harddisk Eksternal dalam Wujud Smartwatch

Glenn Kaonang - 26 May 2015

Sejak generasi pertamanya, Apple iPhone tidak mempunyai slot microSD. Google pun menyusul ketika merilis Nexus S, dan tren absennya slot microSD tersebut masih dipertahankan hingga Nexus 6 sekarang. Namun yang lebih mengejutkan, Samsung Galaxy S6 pun kini hadir tanpa slot microSD setelah bersikukuh mempertahankannya selama beberapa generasi.

Untuk smartphone-smartphone tersebut, opsi satu-satunya ketika media penyimpanannya mulai penuh adalah memanfaatkan layanan cloud storage. Dropbox, iCloud, Google Drive, Microsoft OneDrive, keempatnya adalah empat layanan cloud storage yang paling tenar, dan sejatinya tidak ada masalah dengan masing-masing.

Kecuali satu: kita tidak bisa mengakses arsip digital yang disimpan di cloud storage tanpa koneksi internet. Lebih lanjut, resiko di-hack juga turut membuahkan kontroversi, seperti yang sempat melanda kalangan selebriti ketika foto-fotonya yang tersimpan di iCloud dibobol oleh tangan-tangan jahil tahun lalu.]

Info menarik: Dengan Aksesori Ini, Smartwatch Anda Bisa Dikendalikan via Gesture

Alternatifnya, kita bisa menggunakan harddisk eksternal yang dilengkapi fitur wireless. Harddisk semacam ini biasanya bisa dijadikan hotspot, yang berarti smartphone atau tablet Anda bisa mengakses berbagai file yang disimpan melalui jaringan Wi-Fi lokal, alias tanpa koneksi internet.

Namun tidak semua orang mau membawa harddisk eksternal sejenis itu ke mana-mana. Saat di rumah oke, tapi saat bepergian, kita akan berusaha sebisa mungkin untuk mengurangi barang bawaan.

Inilah problem yang coba diatasi oleh smartwatch bernama ReVault. Memperkenalkan diri lewat Indiegogo, ReVault sangat unik jika dibandingkan smartwatch lain yang ada di pasaran, atau yang juga ditawarkan lewat situs crowdfunding.

Info menarik: Saingi Apple Watch, Samsung Siapkan Smartwatch Baru dengan Desain Bundar

Pada dasarnya, ReVault merupakan sebuah harddisk eksternal yang 'menyamar' sebagai smartwatch. Ada dua varian kapasitas yang ditawarkan: 32 GB atau 128 GB, memang tidak begitu besar, tapi terbilang cukup untuk menemani rutinitas harian kita.

Dilengkapi Bluetooth 4.0 dan Wi-Fi N, ReVault juga bisa menciptakan access point sendiri sehingga perangkat mobile Anda bisa langsung menyambung dengannya ketika tidak ada jaringan Wi-Fi di sekitar. Berbagai macam file yang disimpan di dalam ReVault, seperti foto, video atau dokumen, bisa Anda akses secara langsung menggunakan aplikasi pendampingnya di Android, iOS, PC, Mac maupun Linux. Anda ingin menonton film? Buka aplikasi ReVault dan tonton film tersebut tanpa harus memindahkannya ke smartphone atau tablet terlebih dulu.

ReVault juga menawarkan fitur auto-backup dan auto-synchronize. Artinya, foto-foto yang Anda ambil menggunakan smartphone bisa langsung diteruskan ke ReVault, lalu ketika Anda melakukan penyuntingan pada foto tersebut, sinkronisasi akan berjalan secara otomatis. Namun yang terpenting, semua ini berlangsung tanpa harus mengandalkan koneksi internet.

Lalu bagaimana dengan aspek keamanan ReVault? Semua data yang Anda simpan di ReVault akan dienkripsi, dan Anda bisa mengaktifkan opsi two-factor authentication pada aplikasi pendampingnya agar terhindar dari teman-teman Anda yang suka iseng.

Info menarik: Soundbrenner Pulse, ‘Smartwatch-nya’ Para Musisi

Dari segi fisik, ReVault tidak jauh berbeda dari smartwatch pada umumnya. Bodinya terbuat dari stainless steel dan tahan terhadap cipratan air – tidak ada informasi apakah ReVault bisa diajak berenang. Ada tiga jenis strap yang ditawarkan: stainless steel tapered, stainless steel mesh dan dari bahan kulit berwarna hitam.

Kendati demikian, ReVault juga bisa Anda kenakan sebagai kalung atau gantungan kunci. Sebuah layar 1,54 inci dengan resolusi 240 x 240 dan lapisan kaca Gorilla Glass 3 akan menampilkan berbagai macam watch face. Sang pengembang juga berencana merilis API supaya para developer bisa merancang watch face buatannya sendiri.

Baterai milik ReVault diklaim bisa bertahan hingga 3 hari dengan penggunaan normal. Saat baterainya habis, ReVault bisa di-charge hingga penuh menggunakan Qi wireless charger milik smartphone Anda selama 1,5 jam.

Di Indiegogo, Anda bisa memesan ReVault seharga $199 untuk varian 32 GB, atau $299 untuk varian 128 GB – belum termasuk biaya pengiriman internasional.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter