Categories

Gadget

[Review] Headphone Jabra Evolve 80

Yoga Wisesa - 21 January 2015

Nama Jabra mungkin tidak sebesar dan setua Harman Kardon atau Sennheiser dalam bidang pembuatan produk audio, namun mereka berhasil memupuk reputasi sebagai penyedia solusi komunikasi terutama di wilayah mobile, perkantoran, serta contact center. Mendarat di Indonesia November lalu, seri Jabra Evolve ialah upaya sang produsen membuat terobosan baru.

Entah dimanapun Anda bekerja – di rumah, di kantor atau dari cafe – gangguan suara ialah faktor eksternal yang mampu meruntuhkan konsentrasi serta produktivitas. Headphone Evolve diracik untuk menangani problema tersebut. Di dalam serinya terdapat lima buah tipe, dengan Evolve 80 sebagai varian paling high-end, tempat dimana Jabra membubuhkan semua fitur canggih.

Keunggulan Evolve 80 terletak pada bagaimana Jabra fokus untuk menyuguhkan output audio terbaik, memberikan zona konsentrasi tanpa gangguan bagi pekerja profesional, serta mendukung UC (unified communications). Jabra menyebutkan bahwa headphone tersebut ‘adalah alternatif terbaik untuk segala ukuran bisnis, memungkinkan kita berkonsentrasi lebih baik’.

Setelah berkesempatan mengujinya selama kurang lebih satu minggu, di artikel ini saya akan mengajak Anda mencari tahu benarkah headset Evolve 80 memang seperti yang Jabra janjikan atau tidak.

 

Presentation & design

Headphone Evolve 80 duduk aman dalam box packaging bertuliskan ‘Reclaim The Workspace’. Ia dibungkus tas kecil bersama pelengkap USB controller, clip kabel, buku panduan, serta kartu garansi. Melalui kabel ber-jack 3,5 milimeter, Evolve 80 bisa langsung dipasangkan ke music player atau smartphone, atau Anda dapat colokkan kabel jingga miliknya ke USB controller sebelum disambungkan ke komputer.

 

Info menarik: [Review] Headphone Gaming Sennheiser G4me One

 

Body Evolve 80 dibuat dari perpaduan logam, plastik dan karet. Headband memegang earcup dengan kokoh, dilapisi karet kenyal dan empuk di bagian bawah; panjangnya dapat disesuaikan. Earcup dirancang membulat, dan melalui kombinasi warna hitam, perak, sedikit aksen oranye, serta LED merah, headphone menghadirkan kesan profesional sekaligus simpel namun stylish. Tak hanya di kantor, ia cocok dipakai untuk mendengarkan musik di kereta atau pesawat.

Dapat tersamarkan ke headband, mic berada di kanan telinga. Di dekatnya, Anda akan menemukan tombol listen-in dan switch active noise cancellation. Kemudian ada kabel tersambung ke earcup kiri, port micro USB serta indikator baterai. Ia terlihat keren saat lampu indikator sibuk menyala (akan dibahas lebih banyak nanti).

Evolve 80 bukanlah headphone yang bertele-tele, dan saya menyukai ketegasan bentuk dan kesan industrialnya. Kekurangan arahan desain Evolve 80 terletak pada sisi portabilitas. Meski earcup bisa diarahkan ke depan untuk meminimalisir tebal, headphone ditambah pouch memakan banyak tempat.

Comfortability

Jenis bantalan soft leather memang kurang nyaman andai temperatur di sekitar kita cukup tinggi. Tapi mayoritas dari ‘knowledge worker‘ atau profesional biasanya bekerja di lingkungan yang sejuk. Evolve 80 bukanlah headset murah, jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membelinya, saya yakin area kerja Anda sangatlah nyaman. Saya pribadi memilih bantalan kulit lembut ketimbang material beludru.

Bagi para manusia berkacamata, padding soft leather tidak terlalu menekan bagian batang kacamata ke kepala. Evolve 80 sangat nyaman dikenakan selama berjam-jam. Ia mempunyai bobot sekitar 324 gram, tidak terlampau membebani kepala. Bentuk bantalan sengaja dibuat supaya ‘memeluk’ telinga, tapi headphone tetap akan terlepas jika kepala digoyangkan dengan kencang.

Saya cukup menyukai lengkungan pada pad headband, yang menjadi tumpuan di kepala.

 

Feature & audio quality

Kemampuan paling penting dari Jabra Evolve 80 adalah integrasi passive noise cancelling dan active noise cancellation. Sistem pasif sebenarnya sudah memuaskan, namun active noise cancelling (ANC) adalah fitur primadona pada headphone. Melalui switch, Anda bisa menyalakan atau menonaktifkannya. Pastikan listen-in telah dimatikan, dan Anda akan terlindungi dari suara-suara mengganggu.

ANC mengambil tenaga dari baterai internal Evolve 80, bisa di-charge dari port micro USB, atau ketika tersambung langsung ke PC via USB controller. Ia menyajikan kendali volume, mute, tombol untuk menjawab atau me-reject panggilan, serta busylight. Busylight ialah lampu indikator a la lampu merah rambu lalu lintas, menunjukkan bahwa Anda sedang sibuk.

Ingin mendengarkan percakapan orang-orang di sekeliling Anda? Tekan tombol listen-in dan selamat menguping. Zona konsentrasi yang tadi disebutkan ialah hal nyata, ia membungkam suara eksternal, mengisolasi dan menjaga Anda dari distraksi. Hanya bunyi paling bising saja yang mampu menembusnya.

 

Info menarik: Jabra Evolve, Headphone-nya Profesional Sekaligus Pecinta Musik

 

Anda akan segera berterimakasih pada active noise cancellation sewaktu musik mulai dijalankan. Saya menjajal Evolve 80 untuk menikmati beberapa jenis lagu berformat FLAC. Hasil output detail dan tajam dalam lagu Hotel California dan Stairway To Heaven. Anda juga akan mengapresiasi betapa naturalnya versi album asli Nothing Else Matters dari Metallica.

Walau bass terdengar menyeluruh (suara Nina Hagen dalam lagu Seemann bersama Apocalyptica sangat epik), ia masih terasa kurang menendang – setelah mencoba beberapa buah lagu Godsmack. Hebatnya, Evolve 80 terbukti sangat fleksibel, mampu menyikat hampir semua genre lagu: dari mulai Have I Told You Lately That I Love You oleh Michael Buble sampai High Road-nya Mastodon.

Microphone

Mic dirancang fleksibel dan penempatannya sama sekali tidak mengganggu. Tinggal geser ke atas ketika tidak digunakan. Ia juga merupakan bagian handal Evolve 80. Dalam video call Skype hingga bermain PlanetSide 2, lawan bicara mengaku suara saya sangat jernih, dan saya tak perlu mendorongnya mendekati mulut. Di perspektif bisnis, microphone headset ini sempurna untuk staf bagian sales serta pas dipakai meeting online bersama client.

TRL’s verdict

Meskipun fitur dan kemampuan di atas membuatnya terlihat seperti periferal pelengkap hiburan, sejak awal Evolve 80 diciptakan buat target pasar kelas profesional. Dan sisi paling negatif dari headphone canggih ini berada pada harganya. Di pasar internasional, ia dijajakan seharga US$ 330. Tetapi di Indonesia, satu unitnya dibanderol US$ 420. Silahkan diubah ke Rupiah.

Evolve 80 akan cocok untuk mereka yang memiliki telinga sangat sensitif serta berkantong tebal, meski headphone ini masih beberapa langkah di belakang produk audiophile ternama. Bahkan seandainya Anda lagi mencari headphone unified communications, saya lebih merekomendasikan Jabra Evolve 65.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter