Categories

Gadget

[Review] Notebook Gaming MSI GT72 2QE Dominator Pro

Yoga Wisesa - 29 January 2015

Para pengguna PC di level enthusiast boleh dibilang merupakan khalayak paling loyal. Jika satu brand berhasil memuaskan mereka, mayoritas dari mereka enggan mencoba merek lain. Cara mereka bersenang-senang menikmati kegemarannya juga bervariasi. Ada yang memilih membeli komponen terpisah satu per satu, tapi tak sedikit memilih solusi lebih praktis.

Bagi produsen PC berbasis New Taipei City, MSI, hal tersebut bukanlah masalah. Sudah lama mereka bermain di pasar komponen, dan kini produk notebook gaming MSI ialah salah satu yang paling disegani kompetitor. Lini laptop mereka dikenal mempunyai performa tinggi, penuh rangkaian fitur canggih, ringkas, dan menawarkan harga lebih terjangkau dibanding brand lain.

Tahun lalu, hierarki tertinggi di jajaran laptop MSI terletak pada model GT70. Meski bulky, ia sangat tangguh. Namun permainan berubah setelah sang produsen men-tease konsumen dengan model baru, diperlihatkan secara sedikit lebih resmi di Computex Taipei 2014, diberi nama MSI GT72. Saat itu banyak asumsi diajukan para jurnalis, muncullah tebak-tebakan soal spesifikasi serta rumor terkait chip grafis mobile Nvidia, yang kini dipasarkan sebagai GTX 900M.

Kurang lebih tujuh bulan sesudah ajang tersebut, akhirnya saya berkesempatan menguji coba varian teranyar GT72 – dahulu sempat ditenagai GTX 880M. Bersama GT80 Titan dengan keyboard mekaniknya, MSI GT72 2QE Dominator Pro ialah notebook gaming paling bertenaga yang tersedia sekarang.

Ulasan ini saya tulis sebagai sharing pengalaman ke sesama penggemar teknologi, dan semoga dapat menjadi acuan bagi Anda yang sudah menyiapkan modal dan memang berniat ingin memilikinya. Tidak diragukan lagi, MSI menaruh perhatian penuh dan kasih sayang dalam meracik GT72. Tapi apakah itu semua senilai dengan uang Anda? Silakan simak artikel ini.

 

Bundle

Dalam produk sekelas MSI GT72, penampilan awal, presentasi dan bundel sangatlah penting. Tapi yakinlah, ia sungguh tidak mengecewakan. Seandainya packaging GT70 mampu membuat mata Anda terbelalak, maka GT72 akan membuat Anda terkagum-kagum.

Di dalamnya, ada dua dus terpisah: satu mengamankan unit notebook gaming, dan satu lagi berisi kabel power, adaptor, manual, kartu garansi, driver, serta bermacam-macam bonus.

Di sisi kelengkapan, uang yang Anda keluarkan terlampiaskan maksimal. GT72 dibundel bersama headphone SteelSeries Siberia V2, mouse optik SteelSeries Kinzu V2, cover keyboad dari silikon, MSI gaming mouse pad, serta dog tag eksklusif.

 

Info menarik: MSI GT80 Titan, Notebook Gaming Tercanggih Berspesifikasi Monster

 

Design

Penampilan GT72 jauh lebih elok dibanding para leluhurnya, terutama model GT70. Saya memang mengeluhkan bermacam-macam model gaming laptop karena bentuknya terlalu mencolok. Ditambah rangkaian lampu-lampu LED, membawanya ke tempat umum akan membuat Anda menjadi pusat perhatian – seperti menyalakan petasan di siang hari bolong. Hal serupa tak bisa dikatakan pada GT72.

Laptop gaming ini merupakan kiblat desain bagi produk MSI di waktu ke depan. Berkali-kali tim penciptanya bilang, rancangan terpinspirasi dari tubuh supercar. Penutup di balik monitor menyerupai kap mobil, plus logo Gaming G Series dan naga menyala garang. Sepasang LED di depan menguatkan tema itu. Lihat ke belakang, celah-celah heat sink dan speaker benar-benar mirip desain mobil.

 

Mayoritas bagian tubuh GT72 terbuat dari plastik, kecuali material logam pada tatakan keyboard; dan area favorit saya: punggung monitor. Ada brushed aluminium di sana, dan saya merasa, striping tipis merah di ujung monitor ialah sentuhan apik – terlihat keren ketika notebook ditutup. Solid, mewah namun sederhana, itulah kesan yang saya peroleh.

Tak berbeda dari varian GS, terdapat lubang-lubang speaker memanjang di atas keyboard. Palm rest matte-nya sangat luas dan sejuk – bahkan saat dipakai di ruang tanpa AC. Touchpad kini menyatu ke palm rest, cuma dibatasi garis lampu LED. MSI telah menghilangkan panel tombol touch kapasitif. Kini tombol fisik power, Graphics Switch, Cooler Boost, shortcut XSplit Gamecaster dan SSE (lampu LED) berada di kiri keyboard.

 

Hardware monster di dalam GT72 menyebabkan ketiadaan kompromi pada bobotnya. Ditambah power supply/adaptor sebesar batu bata, notebook ini mempunyai berat sekitar 4,7 kilogram. Menurut saya konsep ‘PC gaming mobile‘ pada produk sebesar ini masih belum bisa diterapkan secara efektif. Saya lebih memilih memainkannya di rumah, diletakkan di etalase kaca sewaktu tidak dipakai, hanya membawanya ketika benar-benar ingin pamer.

 

 

Screen & display

MSI GT72 2QE menyuguhkan layar 17,3-inci beresolusi full HD (1920×1080-pixel). Tingkat kecerahan dan kontrasnya sangat baik, dan melalui sedikit riset di internet angka perbandingannya adalah 1082:1. Temperatur warnanya sendiri terlalu tinggi, dan kombinasi semuanya mungkin bisa membuat mata pengguna kurang nyaman. Saran saya, turunkan sedikit brightness-nya.

Mungkin kita bertanya-tanya, untuk apa perangkat keras secanggih itu kalau cuma ada layar full HD? Berkat fitur Matrix Display, pengguna memperoleh akses ke resolusi 4K, ditambah kompatibilitas multi-display sampai empat layar via HDMI 1.4 dan sepasang Mini Display-Port 1.2.

Keyboard

Layaknya laptop gaming MSI sebelumnya, penggarapan periferal input diserahkan pada SteelSeries. Seperti pembahasan sebelumnya, penyajian keyboard sangat nyaman dan lapang. Jarak antar tuts terasa pas di jari, dan tombol sungguh empuk – walau belum setingkat keyboard mekanik. Rasanya sungguh menyiksa jika saya harus kembali menggunakan notebook lain untuk bermain dan bekerja.

Karena didesain untuk gamer, ada tonjolan kecil di huruf W, menunjukkan di sanalah tempat Anda menaruh jadi tengah. Jangan lupa, MSI GT72 dibekali software SteelSeries Engine, memungkinkan kita mengkustomisasi shortcut serta menentukan fungsi macro.

Audio

Sistem suara MSI GT72 adalah hasil kolaborasi Dynaudio dan software Sound Blaster Cinema 2. Tinggal pilih profile sesuai fungsi, misalnya mendengarkan musik, ber-gaming, atau video call; atau menyesuaikan berdasarkan output. Ia mendukung dari mulai output speaker build-in, 5.1 Surround, hingga 7.1 Surround.

Speaker besutan Dynaudio-nya lantang, terdengar detail dan minim distorsi. Di wilayah notebook gaming, suara GT72 memang prima. Sayang bass dan mid-bass kurang memukul. Untung saja ia disertai headset Siberia V2. Sambungkan, dan keluhan Anda hilang.

 

 

Performance & Hardware

Beberapa game saya mainkan secara intens demi menjajal kemampuan MSI GT72 sesungguhnya. Pertama, saya log-in ke Origin dan masuk ke permainan Dragon Age: Inquisition. Di setting ‘rata kanan’ dan resolusi 1080p, notebook menyikatnya tanpa kesulitan. Frame rate jarang sekali jatuh di bawah 45. Gerakan tokoh utama dan kawan-kawannya terlihat sangat mulus. Detail kain pada baju, percikan noda darah, kabut pasir, efek sihir, rerumputan, semua tampak luar biasa.

Di sesi kedua, saya beralih ke Titanfall. Opsi setting grafis tak lupa saya maksimalkan, dengan TXAA 4X. Hanya pada pertempuran paling dahsyat saja frame rate turun ke 30-an. Ingat, demi mendapatkan performa maksimal pastikan Anda mengaktifkan mode Sport, diakses dari MSI Dragon Gaming Center – dibahas lengkap nanti. Andai berkenan mematikan v-sync, gerakan mouse berubah jadi lebih mulus.

Kemudian saya menguji kemampuan GT72 menjalankan FarCry 4. Lagi-lagi, tidak ada toleransi. Game di-set di 1920×1080 serta opsi grafis maksimal. Pemakaian notebook di waktu lama mulai berdampak pada frame rate. FPS sempat anjlok ke belasan, dan kadang tidak mau naik dari 35. Namun saya yakin sebagian masalah datang dari game yang kurang teroptimalisasi. Kejadian serupa terjadi pada Dying Light. Driver baru kemungkinan besar akan menyembuhkannya.

Supaya lebih objektif, saya juga memanfaatkan software Valley Benchmark 1.0 dan Heaven Benchmark 4.0. Meski digenjot maksimal, temperatur belum pernah melewati 80 derajat Celcius, suara pendinginnya pun terdengar lebih lembut dibanding GS60. Lucunya, rata-rata FPS di Valley lebih tinggi dari Heaven (91.2 dan 82.4), walau di sana sempat menyentuh 231.

 

Info menarik: [Review] Ultrabook Gaming MSI GS60 2PE Ghost Pro

 

Yang terakhir adalah tes dengan Unreal Engine 4 Elemental. Software tidak mengeluarkan hasil tertulis, namun berdasarkan pengamatan di Fraps, FPS stabil di atas 40. Dalam uji coba video, baterai bertahan selama 3,5 jam (tersambung ke headphone, LED backlight mati). GT72 tetap perlu tersambung ke colokan listrik demi mengeluarkan seluruh potensinya.

Silahkan baca daftar spesifikasinya lebih lengkap di bawah ini.

 

 

Features

Uang yang Anda bayarkan untuk satu unit GT72 bukan sekedar membeli hardware. Paket fitur merupakan faktor pembeda antara notebook gaming high-end tersebut dengan produk rival. Dan MSI Dragon Gaming Center menjadi pusat dari kegiatan Anda. Berada di taskbar Windows, ia membuka jalan ke unit monitor hardware PC, akses ke mode penggunaan berbeda, serta Killer Network Manager, GeForce Experience, SteelSeries Engine hingga XSplit Gamecaster.

 

 

TRL’s verdict

Kesimpulan dari semua ini, MSI GT72 2QE Dominator Pro adalah notebook gaming berperforma ganas yang sebenarnya lebih pas dinikmati layaknya PC desktop. Kosep supercar tidak cocok pada segi mobilitasnya. Tema itu lebih merefleksikan kemampuan hardware. Andai fleksibilitas lebih penting bagi Anda, ia belum mampu memberikan solusi terbaik.

Tapi seandainya Anda mencari kemampuan kinerja di atas rata-rata, fitur-fitur canggih, dipadu desain apik nan stylish, dan uang bukan masalah; untuk apa repot-repot mencari yang lain? MSI GT72 jawabannya.

Harganya? Satu unit MSI GT72 2QE dibanderol mulai dari Rp 45 juta.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter