Categories

Gadget

[Review] Realme Buds Air: Latensi Rendah, Cocok untuk Musik dan Bermain Game

Memiliki suara yang cukup bagus yang cocok untuk mendengarkan musik dan bermain game

Dimas Galih W. - 15 January 2020

Dewasa ini, perangkat pendengar musik pribadi memang sudah umum dimiliki. Dari yang memiliki kabel sampai yang benar-benar tanpa kabel. Tren seperti ini juga dibarengi dengan kemudahan voice command dari sebuah smartphone yang mudah untuk mencari informasi tanpa mengetik. Dan hal tersebut saat ini masuk dalam kategori AIoT (AI dan IoT) di mana seseorang bisa mengakses musik dan memerintah perangkat dengan satu perangkat lainnya.

Melihat perangkat seperti ini bakal menjadi tren, tentu saja para vendor berlomba-lomba untuk mengeluarkan perangkat tersebut. Salah satunya adalah realme yang selama ini dikenal dengan perangkat smartphone terjangkaunya. Realme baru-baru ini mengeluarkan perangkat yang dinamakan Buds Air, sebuah earphone True Wireless Stereo (TWS).

Realme Buds Air - Earbuds

Masalah utama dalam sebuah perangkat TWS adalah delay yang terjadi sehingga tidak cocok digunakan dalam bermain game. Saat kita menembak dalam sebuah game, suara yang dihasilkan baru terdengar sekitar satu detik kemudian. Hal ini tentu mengesalkan pada saat kita ingin mendengar suara langkah musuh dengan tepat.

Realme pun menjanjikan bahwa hal tersebut sudah tidak akan bermasalah pada Buds Air. Dengan Gaming Mode, membuat latensi suara menjadi lebih kecil sehingga terasa tidak ada lag. Hal tersebut terjadi berkat cip yang dimiliki oleh realme yang bernama R1.

Realme Buds Air - Shell

Spesifikasi dari realme Buds Air adalah sebagai berikut

Bobot4,2 gram per earbuds, 42,3 gram case
ChipsetR1 Headphone Chip
Versi Bluetooth5.0
Ukuran Driver⌀12 mm dynamic
Dimensi51,3 x 45,3 x 25,3 mm (case)
Kapasitas Baterai400 mah (case)

Unboxing

Seperti inilah isi dari paket penjualan realme Buds Air

Realme Buds Air - Kabel USB-C

Desain

Well, terus terang saja, model  yang dianut oleh realme pertama kali dipopulerkan oleh Apple. Sisi buruknya, Buds Air akan selamanya dicap menjadi “tiruan” Apple Airpods. Sisi baiknya? Pengguna akan mudah menemukan aksesoris murah yang kompatibel dengan realme Buds Air.

Bahan dari realme Buds Air memang cukup kokoh. Walaupun terbuat dari plastik polikarbonat, tidak membuat case dan buds nya terasa ringkih seperti beberapa TWS yang banyak dijual di Indonesia.

Realme Buds Air - Button

Pada setiap earbuds nya terdapat dua buah sensor dan sebuah speaker. Pada ujung bagian atas dari batangnya, terdapat sensor sentuh yang sayangnya tidak bisa diubah fungsinya. Ada beberapa fungsi yang bisa dilakukan pada sensor sentuh ini. Salah satunya adalah gaming mode yang bisa diaktifkan dengan menekan kedua tombol sentuh selama 3 detik sampai berbunyi suara mobil.

Pada charging case-nya sendiri, terdapat baterai yang cukup besar yang bisa mengisi baterai pada earbuds-nya secara cepat. Pada bagian belakangnya terdapat konektor untuk melakukan wireless charging. Di sisi depannya, terdapat sebuah tombol pairing yang cukup mudah untuk menyambungkan pada perangkat bluetooth lainnya. Charging case ini sendiri menggunakan USB-C untuk diisi baterainya.

Realme Buds Air - USB-C

Satu hal yang disayangkan adalah TWS ini tidak memiliki aplikasi untuk mengontrol fungsi serta menampilkan status baterai. Hal ini juga berarti bahwa tidak ada ruang perbaikan mau pun penambahan fungsi karena tidak ada fasilitas pembaruan firmware.

Pengalaman Menggunakan

Lagi-lagi, saya tidak akan bosan mengingatkan bahwa model TWS seperti ini tidak cocok untuk semua orang. Saya sendiri merupakan salah satu orang yang kupingnya tidak pas, karena setelah menaruh di kuping, earbuds nya sendiri akan sedikit bergeser keluar, sehingga suaranya tidak akan sepenuhnya masuk ke lubang kuping.

Hal ini tentu saja berimbas pada suara bas yang dikeluarkan. Realme sendiri menjanjikan pengalaman bas yang cukup berdentum. Hal tersebut memang tidak salah, asalkan suara terisolasi masuk semua ke lubang kuping. Hal tersebut membutuhkan sedikit modifikasi agar menjaga posisi earbuds pada saat terpasang di kuping.

Realme Buds Air - Sensor

Pengujian kali ini saya menggunakan file-file Ogg Vorbis dengan bitrate 320 Kbps. Walaupun belum merupakan lossless compression, namun suaranya sudah cukup sulit dibedakan dengan FLAC.

Jika realme Buds Air ada pada posisi yang “seharusnya”, Anda bisa mendengarkan sebuah pengalaman audio yang cukup baik. Bass dengan dentuman yang baik bisa terdengar dengan baik. Kanal mid dan high juga terdengar dengan jelas namun suaranya tidak menusuk. Suara yang dihasilkan juga cukup jelas dan crisp.

Akan tetapi, suara bass tersebut akan berkurang dan bahkan nyaris tidak terdengar pada saat Buds Air meleset keluar yang membuat suara dari luar masuk. Dengan tidak ada isolasi suara, menaikkan volume saja tidak akan menolong. Jadi, bagi Anda yang kupingnya tidak pas dengan realme Buds Air, bisa melakukan modifikasi atau membeli earcase tambahan.

Saya juga mencoba bermain game dengan menggunakan realme Buds Air. Tentunya hal ini untuk mencoba seberapa baik Game Mode yang ada untuk mengurangi latensi. Pada saat bermain game FPS, saya masih merasakan adanya delay pada suara yang dikeluarkan oleh Buds Air. Hal ini diperparah pada saat bermain game pada perangkat Android seperti LifeAfter, di mana delay suaranya masih bisa dirasakan.

realme Buds Air - wireless charging

Deteksi sensor yang ada pada Buds Air juga sering kali terlambat. Seperti pada saat earbud diambil dari kuping, musik akan menjadi pause dalam sekitar 1-2 detik. Padahal pada beberapa produk saingan, musik akan berhenti dalam waktu kurang dari 1 detik. Kadang malah musik tidak berhenti sama sekali pada saat kita meletakkan kedua earbuds di meja, walau posisi sensor mengarah ke atas. Hal ini tentu akan membuat baterai menjadi boros.

Saya dapat menggunakan perangkat ini dalam waktu sekitar 3 jam lebih, dari 100% sampai mati. Hal ini tentu saja bisa diperpanjang dengan melakukan pengisian baterai pada case-nya. Realme menjanjikan pengalaman sampai 17 jam sampai baterai pada case-nya habis.

Pengisian baterai pada case-nya juga cukup baik dan memiliki alternatif. Saya berhasil melakukan isi ulang dengan menggunakan power bank yang memiliki fungsi wireless charging. Hal ini tentu saja membuat kompatibilitas realme Buds Air terhadap perangkat wireless charging lebih luas.

Verdict

Untuk masuk dalam pasar audio yang sudah banyak didominasi oleh para pemain lama, tentu saja kualitas suara harus baik. Dengan model TWS yang lagi menjadi tren, kualitas suara memang harus paling maksimal. Hal tersebut pun dapat dirasakan pada produk realme Buds Air yang selama ini hanya bermain pada pasar smartphone.

Suara yang dihasilkan oleh realme Buds Air memang bisa dibilang baik. Suara bass yang baik diikuti dengan semua kanal yang ada. Suaranya pun juga cukup clear untuk sebuah TWS. Namun tentu saja, semua akan berlaku apabila penempatan earbuds-nya benar dan tidak bergeser keluar sehingga ada celah untuk suara dari luar masuk.

Pada beberapa game, TWS ini memang bisa disamakan dengan earphone kabel yang tidak memiliki latensi tinggi. Namun, pengalaman saya menunjukkan beberapa game di smartphone tidak sinkron antara gerakan dan suara. Hal ini tentu masih menjadi PR dari realme.

Realme menjual TWS Buds Air dengan harga (bocoran) Rp. 899.000. Harga tersebut tentu saja cukup terjangkau untuk TWS dengan model seperti ini dan memiliki suara yang bisa dibilang “benar”. Suaranya pun juga lebih baik dari Buds Wireless yang sebelumnya diluncurkan oleh realme.

Jadi, tertarik untuk membelinya?

Sparks

  • Daya tahan baterai cukup baik
  • Suara cukup bagus
  • Touch Button
  • Mode Game
  • Ringan
  • Mendukung wireless charging dengan baik

Slacks

  • Masih ada delay yang cukup terasa pada beberapa game
  • Tidak ada kendali volume pada earbud
  • Tidak ada aplikasi

 

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter