Maraknya layanan e-commerce di Asia Tenggara kerap menjadi bahan riset dan analisa bagi lembaga survei hingga perusahaan konsultan internasional. Salah satu perusahaan yang tertarik untuk membuat rangkuman consumer behavior, tren dan strategi bermanfaat untuk penggiat startup dan pelaku layanan e-commerce adalah PricewaterhouseCoopers atau biasa disingkat PwC, perusahaan yang bergerak di sektor jasa konsultansi yang secara profesional menangani beberapa bidang yaitu akuntansi, jasa profesional, perpajakan, konsultansi.

Kepada media, hari ini PwC menjabarkan informasi menarik sarat dengan data dan prediksi yang bisa digunakan oleh pihak terkait untuk menganalisa dan memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Survei yang dilakukan di 29 negara termasuk Indonesia, Vietnam, Thailand, Singapura, Filipina dan Malaysia ini, menghasilkan tren yang sarat dengan hal-hal penting dan pastinya patut untuk dicermati.

Indonesia sendiri terdapat 500 responden yang di survei oleh PwC, secara keseluruhan terdapat 24 ribu lebih data yang dikumpulkan dari survei yang dilakukan secara global oleh PwC.

Kebangkitan konsumen dari kalangan millennial

Faktanya adalah diperkirakan 70% konsumen di kawasan Asia Tenggara akan memasuki usia 40 pada tahun 2020. Hal tersebut menandakan untuk saat ini target pasar dan konsumen paling aktif adalah mereka yang berada pada usia aktif bekerja, kerap menghabiskan waktu online, menyukai teknologi dan inovasi terkini dan tentunya early adopters dari teknologi terbaru.

Terkait dengan motivasi dari kalangan tersebut untuk membeli produk secara online di Indonesia adalah, harga serta pilihan produk yang beragam dalam aplikasi mobile dan desktop. Tingginya penetrasi smartphone low cost di Indonesia sebanyak 43,7% juga menjadi pemicu makin banyaknya kunjungan ke berbagai situs e-commerce di Indonesia.

Termasuk catatan PwC adalah tingginya pengguna internet di Asia Tenggara yang diperkirakan bakal mencapai sekitar 350 juta pengguna hingga tahun 2020. Indonesia sendiri memberikan kotribusi saat ini sekitar 136 juta pengguna internet aktif.

Alasan pengguna membeli produk secara online

Kurangnya rasa percaya atau trust dari pengguna terhadap situs layanan e-commerce dan pembelian lainnya secara online di Indonesia, menjadi salah satu alasan mengapa masih sedikit masyarakat Indonesia tertarik untuk membeli atau membayar produk secara online.

Alasan lain pada akhirnya konsumen tertarik untuk membeli produk secara online adalah return goods policy sebanyak 37%, ulasan produk dari pembeli lainnya di situs sebanyak 29%, fasilitas atau fitur yang memungkinkan pembeli melihat stok barang secara online sebanyak 29%, barang yang tidak pasaran sebanyak 28% dan yang paling penting adalah kemudahan serta tampilan yang menarik dari situs serta aplikasi mobile layanan e-commerce sebanyak 28%.

PwC juga mengemukakan kategori produk yang paling banyak dibeli secara online, yaitu buku, musik, film, dan video game sebanyak 59%, baju dan sepatu sebanyak 53%, produk kecantikan 48%. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari seperti produk groceries lebih banyak dibeli secara offline, hanya 27% orang membeli produk tersebut secara online.

Solusi pemasaran digital

Salah satu solusi pemasaran yang dicermati PwC untuk meningkatkan jumlah akuisisi pelanggan adalah melalui pemasaran digital yang efektif. Agar bisa mewujudkan hal tersebut, perusahaan wajib untuk merekrut dan berinvestasi kepada pegawai yang memiliki kemampuan dan kecerdasan yang baik dalam hal pengetahuan seputar media sosial.

Dari data yang ada PwC menyimpulkan sebanyak 57% promosi dan pemasaran yang efektif adalah melalui Facebook dan Twitter. Sementara promosi secara visual yang efektif dan viral adalah melalui Instagram, Snapchat, Pinterest dan Youtube sebanyak 44%. Situs yang memiliki multibrand juga merupakan cara yang bisa diterapkan untuk menambah jumlah pelanggan.

Rangkuman singkat PwC

Secara keseluruhan dalam waktu dua tahun terakhir jumlah pembeli produk secara online di Indonesia meningkat secara signifikan. Sementara sekitar 36% konsumen di Indonesia membeli produk secara online tiap bulannya. Smartphone akan menjadi perangkat unggulan untuk pembelian produk secara online di masa mendatang. Konsumen di Indonesia memiliki jumlah trust tertinggi melakukan belanja secara online dibandingkan konsumen di negara Asia Tenggara lainnya.