Alasan Overwatch memenangkan banyak penghargaan game of the year (termasuk dari DailySocial) adalah kemampuannya memberi pengaruh di luar ekosistem video game. Saat tak sedang dimainkan, Anda bisa menemukan banyak sekali fan fiction, fan art serta meme Overwatch bertebaran di internet. Dan Blizzard tanpa lelah terus menjejalinya dengan konten baru.

Saat ini Overwatch memimpin kompetisi permainan multiplayer shooter, dan tidak heran juga beberapa developer mencoba mengikuti langkah Blizzard. Namun ada satu judul yang punya potensi menggeser Overwatch dari singgasananya, digarap oleh desainer legendaris di belakang franchise-franchise ternama semisal Unreal Tournament dan Gears of War, Cliff Bleszinski. Ia mengundurkan diri dari Epic Games di 2012, rehat dua tahun, lalu mendirikan studio Boss Key Productions dan menggarap LawBreakers.

Boss Key Productions mulai melangsungkan alpha testing LawBreakers di bulan April 2016, dan dari pengungkapan Bleszinski di PAX East 2017, permainan kabarnya semakin matang. Penjelasan sang desainer juga mengonfirmasi sejumlah kesamaan antara LawBreakers dengan Overwatch. Game shooter itu juga mengusung struktur berbasis kelas: ada tank spesialis pertempuran jarak dekat, assassin dan lain-lain.

Seperti sang rival utama, arahan desain LawBreakers memastikan tiap orang dapat menemukan kelas/karakter yang pas dengan gaya bermainnya. Masing-masing tokoh mempunyai kemampuan, gerakan, dan persenjataan berbeda. Dari sejumlah video, gameplay-nya sendiri terasa lebih dinamis dan vertikal, di mana ancaman bisa datang dari atas dan bawah – lebih menyerupai Titanfall ketimbang Overwatch.

Bleszinski sendiri memasukkan LawBreakers di kategori game hardcore sekelas Counter-Strike dan Quake. Meskipun wajar bagi gamer untuk membanding-bandingkan permainan, baginya, komparasi kreasi barunya dengan permainan Blizzard itu turut disebabkan oleh banyaknya gamer generasi baru yang belum mengenal judul-judul klasik. Contohnya begini: gameplay Pharah di Overwatch terinspirasi dari Quake, lalu ketika LawBreakers mengadopsi elemen serupa, gamer muda segera mengambil kesimpulan bahwa ‘game ini mengikuti Overwatch’.

LawBreakers awalnya dirancang sebagai obat nostalgia terhadap permainan-permainan shooter berbasis arena yang populer dua dekade silam. Dan dalam tahap pengembangannya, Boss Key Productions memutuskan buat memanfaatkan pendekatan yang lebih serius, terutama dari sisi visual. Pada akhirnya, momentum LawBreakers lebih cepat, atmosfer permainan lebih serius, gameplay-nya lebih menuntut skill, dan temanya lebih dewasa dari Overwatch.

Belum diketahui kapan LawBreakers akan dirilis, yang pasti ia dijadwalkan buat meluncur di tahun 2017 di PC. Informasi lebih lengkap mengenainya bisa Anda simak dalam wawancara PC Gamer bersama Cliff Bleszinski.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.