1. Startup

Segera Hadir Marketplace Layanan Persewaan Mobil Online Green Metro Car

Banyak alternatif moda transportasi bagi seseorang yang ingin bepergian, baik itu untuk tujuan wisata ataupun bisnis. Salah satunya adalah layanan persewaan mobil. Meskipun sudah menjamur sejak dulu di Indonesia, masih belum banyak layanan persewaan mobil yang memberikan kemudahan secara online. Green Metro Car mencoba hadir sebagai marketplace online untuk bisnis sewa mobil.

CEO Green Metro Car Agus F. Abdillah mengatakan, "Kita mengajak mereka (pemilik bisnis rental mobil) dan menjadikan Green Metro Car sebagai marketplace mereka, para rental car owner,  yang diharapkan akan menambah pendapatan mereka dan promosi gratis buat mereka."

Green Metro Car didirikan oleh dua orang, yaitu Agus F. Abdillah selaku CEO dan Widhy Hayuhardhika selaku CTO, dan masih berupa project venture. Situs Green Metro Car, meski sudah dapat diakses, sebenarnya belum resmi meluncur dan masih berada dalam tahap beta testing. Diakui oleh Agus, mereka juga masih belum melakukan promosi untuk pengguna. Meskipun begitu, saat ini sudah ada sepuluh mobil sewa dengan jalur Bandara Juanda Surabaya - Malang yang dapat dicoba secara terbatas.

"Saat ini masih tahap beta testing, belum launching. Kita fokus melakukannya di Surabaya - Malang dan saat ini sudah ada sepuluh rent car Juanda - Malang yang bisa dicoba terbatas. (Namun) kita belum promosi ke user," ujar Agus.

Mengenai model bisnisnya Agus menjelaskan, "Green Metro akan mengenakan biaya untuk setiap transaksi ke perusahaan rent car yang besarnya antara 5 - 20 ribu Rupiah per transaksi tergantung jenis transaksi rental dan penumpang apakah perjam, per hari sewa atau hanya drop saja."

Menariknya, selain sistem sewa, Green Metro Car juga dapat memfasilitasi perorangan yang memiliki mobil untuk dapat men-sharing tumpangan. Sistem berbagi tumpangan ini sesuai kesepakatan dari pemiliki mobil dan penumpang yang ingin "nebeng", sehingga bisa saja bisa gratis atau berbagi biaya perjalanan seperti bahan bakar.

"Sebagai contoh, saya orang Malang yang punya mobil pribadi dan saya parkir kendaraan di Juanda, Surabaya pada saat saya keluar kota dengan pesawat dari Surabaya. Pada saat saya mau pulang ke Malang saya bisa menawarkan "tebengan" ke orang yang (punya) tujuan sama dari Juanda ke Malang misalnya dengan sharing cost bensin dan parkir. Demikian pula sebaliknya dari Malang ke Surabaya," jelas Agus.

Green Metro Car juga sudah memiliki aplikasi mobile untuk perangkat Android. Aplikasi yang disediakan oleh Green Metro Car ada dua, yaitu untuk Pengemudi (Driver) dan untuk Penumpang (Passenger). Agus menjelaskan aplikasi untuk Driver digunakan oleh driver perusahaan rent car untuk menerima order booking dari penumpang terdekat, sedangkan aplikasi untuk penumpang digunakan untuk mengetahui mobil rent car terdekat, melakukan booking dan melacak perjalanan ketika menumpang mobil rent car. Menurut Agus pelacakan (tracking) dapat diberikan ke keluarga penumpang, sehingga keluarga dapat mengetahui keberadaan penumpang dari mulai penjemputan sampai dengaan tujuan.

Untuk target dan rencana tahun 2015 ini, pihak Green Metro Car menargetkan sekitar 12 ribu mobil rent car dan 12 ribu traveler bergabung dengan potensi pendapatan 100 juta per bulan. Target lainnya adalah mendapatkan seed capital dari investor.

Jika nanti Green Metro Car resmi meluncur, kami harapkan pengemasan layanan mereka lebih baik dari yang sudah ada sekarang, karena mereka akan berkompetisi secara langsung dengan Tiket dan RentalGroupIndonesia yang memiliki layanan hampir serupa.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again