1. Startup

Segera Rampungkan Pendanaan Seri B, TaniHub Gencar Bangun Infrastruktur di Luar Jawa

Berhasil mencetak GMV di atas Rp1 triliun dengan pertumbuhan gross revenue mencapai 639% secara yoy

Startup agritech TaniHub mengungkapkan segera mengumumkan pendanaan seri B yang diklaim memiliki nominal terbesar seantero Asia Tenggara untuk startup di vertikalnya. Pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk memantapkan rencana perusahaan bermain di luar Pulau Jawa dengan membangun infrastruktur pendukung bisnis.

Kurang dari setahun lalu, TaniHub mengumumkan pendanaan Seri A+ pada April 2020 sebesar $17 juta yang dipimpin Openspace Ventures dan Intudo Ventures.

Dalam konferensi yang digelar secara virtual, Presiden TaniHub Group Pamitra Wineka belum bersedia menyebutkan lebih lanjut terkait dana segar ini. Ia hanya mengatakan bahwa pendanaan ini masih dalam proses finalisasi diperkirakan baru bisa diumumkan sebulan lagi. Antusiasme investor kepada putaran ini diklaim begitu antusias, hingga oversubscribed dari dana yang ditargetkan.

“Dana ini mau kita kontribusikan balik kepada petani-petani di Indonesia. Kita mau ekspansi ke mana kita bisa jangkau lebih banyak petani, hopefully bisa sampai Papua,” ucapnya, Kamis (21/1).

Perusahaan berencana untuk membangun fasilitas distribusi regional (DC), pusat pemrosesan dan pengemasan produk (processing packing center/PPC), pusat pengolahan unggas (poultry processing center/PPC), gudang nasional (national fulfillment center/NFC), dan penggilingan padi di berbagai titik. Beberapa lokasinya, seperti Sumatera Utara, Riau, Palembang, Lampung, Banjarmasin, Banjarmasin, Manado, dan Makassar.

Saat ini, lokasi PPC yang sudah beroperasi penuh adalah di Malang yang mendukung rantai pasok dari berbagai fasilitas distribusi regional yang tersebar di lima kota, yakni Bogor, Bandung, Kartasura, Surabaya, dan Denpasar.

Director of Supply Chain TaniHub Group Sariyo mengatakan, PPC di Malang sudah beroperasi dengan kapasitas hampir maksimal. Ia mengapresiasi respons di lapangan sangat baik karena PPC ini berfungsi untuk mengefisienkan proses distribusi dan mengurangi risiko rusak.

“Kita bangun PPC melihat dari lokasinya apakah di daerah tersebut punya memiliki source [hasil tani] yang banyak. Bila iya, ini akan sangat membantu karena PPC itu harus dekat dengan daerah sumber [hasil tani],” ujarnya.

Selain ekspansi, pada tahun ini perusahaan akan mendigitalkan seluruh proses rantai pasok dengan membangun sendiri sistem automasi yang digerakkan oleh data, tidak lagi dengan manual. Berikutnya, membuat platform khusus konsumen B2B untuk mengakomodasi proses spesifik demi memberikan pengalaman transparansi yang jauh lebih baik.

Pencapaian bisnis tahun lalu

Dalam kesempatan yang sama, perusahaan juga sesumbar dengan pencapaiannya yang gemilang sepanjang tahun lalu. Co-Founder & CEO TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan mengklaim, perusahaan menjadi perusahaan agritech pertama yang berhasil mencetak GMV di atas Rp1 triliun dengan pertumbuhan gross revenue mencapai 639% secara yoy.

Terdapat lebih dari 46 ribu petani yang mendapat dampak positif dari kehadiran TaniHub, salah satunya meningkatnya pendapatan petani sebesar 20%. Dijabarkan lebih jauh, pendapatan terbesar dari TaniHub Group datang dari bisnis B2B dengan kontribusi 80%, sisanya datang dari bisnis ritel.

More Coverage:

E-commerce TaniHub mencatatkan pertumbuhan pengguna baru lebih dari 250 ribu orang sepanjang Maret hingga Desember 2020. Produk yang banyak dibeli konsumen adalah ayam, buah naga, sayuran daun, beras, telur, alpukat, rempah-rempah, dan melon. Total SKU yang dimiliki TaniHub kini lebih dari 1.700, hampir dua kali lipat dari sebelumnya 800 SKU.

P2P lending TaniFund juga menorehkan pencapaian yang baik. Tahun lalu berhasil menyalurkan pendanaan sebesar Rp89,2 miliar melalui 243 proyek dalam bidang pangan dan agrikultur. Ada 2500 petani yang terdampak masuk ke ekosistem TaniFund karena produksinya meningkat sebesar 20%.

Tidak hanya itu, semangat TaniFund dalam meningkatkan inklusi keuangan terlihat pada peningkatan pendapatan petani binaan secara rerata sebesar 25% dengan kepemilikan rekening bank mencapai angka 100%. TaniFund sendiri menargetkan pada tahun ini dapat meningkatkan penyalurannya hingga Rp1 triliun kepada 10 ribu petani.

Application Information Will Show Up Here
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again