Categories

Berita

Setelah YouTube Instant, Google Maps Instant, Google Image Instant, Kini Hadir Instantise

Wiku Baskoro - 13 September 2010

Masih ingat dengan Google Instant, layanan terbaru dari Google, yang beberapa hari lalu diluncurkan ini menjadi pembicaraan banyak orang, salah satunya karena membawa pengalaman baru bagi pengguna dalam melakukan pencarian menggunakan Google.

Google Instant memungkinkan pengguna mendapatkan hasil pencarian secara cepat, hasil pencarian akan muncul seiring Anda mengetikkan kata kunci untuk mendapatkan hasil pencarian tertentu, hasil pencarian juga akan berubah mengikuti huruf atau kata yang Anda ketik.

Kemunculan Google Instant, memicu para pengembang diluar Google untuk membuat layanan serupa, kini Anda bisa menemukan YouTube Instant yang dibuat oleh Feross Aboukhadijeh. Layaknya Google Instant, YouTube Instant memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil pencarian secara langsung ketika Anda mengetikkan kata untuk mencari video, meski hasil pencarian tidak selengkap Google Instant, misalnya menampilkan satu video utama saja dengan alternatif pilihan video lain sebanyak 4 video, namun akibat produk ini, Feross malah ditawari kerja oleh CEO YouTube.

Layanan Google lain, yaitu Google Maps dan Google Image juga kini memiliki layanan Instant sendiri, dibuat oleh pengembang asal Alabama, Michael Hart dengan menggunakan Google Maps API dan jQuery, Google Maps Instant memungkinkan pengguna untuk mendapatkan hasil pencarian secara langsung, mirip dengan Google Instant tetapi untuk Google Maps, sedangkan Google Image Instant memungkinkan pengguna untuk melakukan pencarian untuk mendapatkan hasil berupa gambar secara langsung.

Nah, produk terakhir 'pengikut' Google Instant adalah Instantise. Layanan yang dikembangkan oleh Tam Denholm ini menyediakan beberapa layanan yang terinspirasi dari Google Instant pada satu tempat. Anda bisa menemukan Google Instant, YouTube Instant, Maps Instant, Image Instant serta beberapa layanan Instant lainnya yang merupakan buatan Tam Denholm, seperti Hacker News Instant, Twitter Instant, PHP.net Instant serta Techmeme Instant.

Beberapa pengembang yang membuat layanan 'Instant' ini punya tujuan untuk mengikuti kesuksesan pengembang YouTube Instant, yang benar-benar secara serius diberi penawaran kerja oleh CEO YouTube, layanan 'pengikut' Google Instant ini menjadi semacam portofolio. Pembuat Instantise dalam halaman keterangan situsnya juga menjelaskan bahwa ia sedang mencari kontrak kerja baru, halaman ini juga mencantumkan tautan untuk mereka  yang tertarik dengan CV Tam Denholm.

Menjadi menarik untuk melihat bahwa efek Google Instant ternyata tidak hanya pada para penggunanya tetapi berdampak juga bagi para pengembang, meski produk yang dihasilkan menjadi semacam portofolio, yang umur produknya bisa jadi tidak jelas juga, namun ini bisa menjadi salah satu indikasi bahwa Google Instant 'resmi' bisa dikembangkan lebih jauh oleh Google.

Google Instant memang masih belum bisa dinikmati oleh pengguna Indonesia, Google secara bertahap akan memberikan layanan ini untuk bisa diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia, namun pastinya kita bisa menunggu perkembangan produk Google lainnya yang akan terkena efek Google Instant ini.

Saya sendiri berharap layanan Google yang menyediakan fasilitas pencarian, seperti Google Images, YouTube dan layanan lainnya, secara resmi akan mengunakan teknologi pencarian yang sama dengan Google Instant. Bagaimana dengan Anda?

Sumber berita TechCrunch dan Mashable.

PS: Oh ya, DailySocial dan tim mengucapkan Selamat Idul Fitri bagi para pembaca DailySocial yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter