Sisi Lain Bitcoin Mining - DailySocial.id

Sisi Lain Menambang Bitcoin

Bukan hanya kemampuan komputasi, penambangan uang kripto juga butuh hardware yang terjaga kualitasnya
Novec_1230_Fire_Protection_Fluid_Sapphire_Discharge_1200 (2)
Novec_1230_Fire_Protection_Fluid_Sapphire_Discharge_1200 (2)

Mata uang kripto atau cryptocurrency sejauh ini terlihat berhasil mencuri pandangan masyarakat. Menurut laporan Cryptocurrency Survey 2017 dari DailySocial, lebih dari 54% responden punya pemahaman mengenai cryptocurrency, dan 78.71% dari mereka telah mengenali Bitcoin sebagai nilai tukar. Angka ini mewakili bagaimana pandangan masyarakat Indonesia pada umumnya terhadap cryptocurrency, yang disinyalir akan terus terjadi pengembangan karena adanya penambangan atau bitcoin mining.

Mining, sesuai namanya, pada dasarnya ialah proses penambangan untuk mendapatkan “koin” dari cryptocurrency. Secara prinsip serupa tambang emas ataupun tembaga, namun secara teknis tentu berbeda; cryptocurrency mining dilakukan dengan cara miner yang menjaga transaksi dari pengguna cryptocurrency. Penambang Bitcoin biasanya menggunakan perangkat lunak khusus untuk memecahkan algoritma matematika, dan mendapat Bitcoin sebagai imbalannya.

Menjadi Bitcoin miner terdengar banyak keuntungannya. Uniknya, masih merujuk pada hasil survei DailySocial, hampir setengah dari total responden (48.38%) ternyata sama sekali belum tahu mengenai Bitcoin mining maupun penambangan mata uang kripto lainnya.

Edukasi diperlukan di titik ini agar Bitcoin dan jenis cryptocurrency lainnya dapat terus berkembang dengan lahirnya koin-koin baru yang dihasilkan para miner. Tak hanya itu, kualitas perangkat keras juga butuh perhatian lebih untuk menjaga transaksi dari para pengguna cryptocurrency—dan lahan pekerjaan para miner pun terus terjaga.

Hardware yang Tepat untuk Tambang Uang

Banyak yang tidak mengetahui bahwa ada sejumlah besar energi yang diperlukan untuk mendukung algoritma dalam proses penambangan Bitcoin. Energi yang diperlukan untuk mengaktifkan Bitcoin—dan jenis aplikasi blockchain lainnya—adalah energi intensif.

Beberapa studi mengatakan bahwa konsumsi energi seluruh jaringan Bitcoin telah tumbuh pada tingkat 25 persen dalam satu bulan. Menurut Ilmuwan 3M, Laura Nereng, penambangan Bitcoin membutuhkan banyak energi pada 2020, seperti digunakan orang-orang di seluruh dunia pada tahun 2017. Studi lain menunjukkan, listrik yang digunakan dalam satu transaksi Bitcoin dapat menghasilkan listrik selama satu bulan.

Agar keberlanjutan bisnis tetap bertahan dan kelangkaan energi diminimalisasi dengan baik, penambangan Bitcoin memerlukan pemanfaatan teknologi yang dapat menjaga data center bertahan suhu terbaik.

“Teknologi pendingin termasuk hal yang penting dalam penambangan Bitcoin, karena seberapa besar energi yang ada berhubungan dengan bagaimana proses Bitcoin mining. Proses ini menggunakan jumlah energi yang tergolong besar, karena itu permintaan terhadap teknologi pendingin semakin banyak. Inovasi harus mengambil alih semua proses ini agar efisiensi meningkat,” tutur Laura.

Ilmuwan di 3M telah mengembangkan pendekatan baru dalam teknologi pendingin, yakni metode “open-bath immersion cooling” atau “passive two-phase immersion cooling”. Phil Tuma, Apps Development Specialist di 3M menjelaskan cara kerjanya. Pendekatan ini yang dapat dilihat di produk 3M™ Novec™ 1230 Fire Protection Fluid, yang memungkinkan para pengguna data center untuk menjaga asetnya dari risiko kecelakaan, termasuk satu di antaranya kebakaran.

bitcoin mining

“Proses pendinginan terjadi di sebuah bak yang dijaga dalam tekanan udara tertentu, menggunakan beberapa sistem kontrol,” terang Phil. “Karena menggunakan tekanan udara tertentu, maka mereka dapat membukanya kapanpun jika ada kebutuhan perbaikan atau pemeliharaan khusus; Anda dapat melepas satu server di saat server lain tengah beroperasi.”

Kolaborasi, Blockchain dan Sistem Pendingin

Solusi sistem pendingin data center telah terbukti menjadi ide inovatif. Ke depannya, teknologi liquid immersion cooling ini perlu diperhitungkan sebagai cara untuk memperbesar potensi data center. Menilik teknologi desentralisasi yang belakangan ramai—blockchain— diperbincangkan, kehadiran teknologi pendingin dapat membantu mendorong efisiensi energi dan optimalisasi kolaborasi teknologi blockchain.

Laura mengatakan penggunaan energi dari proses mining hanya akan terus meningkat seiring dengan terus berkembangnya teknologi Bitcoin. “Blockchain, teknologi yang memungkinkan penambangan Bitcoin, akan terus diterapkan di berbagai segmen industri dan komersial untuk manfaat yang akan dihasilkannya,” katanya. “Energi akan dibutuhkan untuk pemrosesan data.”

Kolaborasi lain diperlukan juga bila menyoal pengembangan teknologi pendingin ini. Sulit membayangkan jika inovasi pendingin semacam ini bekerja sendiri dan 3M akan senantiasa menjaga di saat perusahaan elektronik lainnya menyiapkan elemen-elemen lain yang memperkuat data center. Kolaborasilah yang memungkinkan semangat #DiscoverScience terwujud dalam pengembangan teknologi-teknologi yang membawa manfaat besar bagi masyarakat. Untuk semua itu, inovasi dan rasa ingin tahu adalah bahan bakar utamanya, seperti pengembangan-pengembangan yang ada di sini.

Disclosure: Artikel ini adalah sponsored content yang didukung oleh 3M.

Logo_3M

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…