Mencoba meniadakan celah informasi tentang seorang anak antara sekolah dan orangtua, 7Pagi memanfaatkan adopsi teknologi di tiap-tiap sekolah untuk menyajikan sebuah media digital yang mudah dan efektif untuk digunakan para guru dan orangtua. Sebagai awalan, 7Pagi bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Bandung dan Cimahi.

Berdasarkan perbincangan dengan DailySocial, CEO 7Pagi Yayan Ardhianto mengatakan bahwa layanannya merupakan platform komunikasi digital untuk sekolah, menghubungkan sekolah dan orangtua, menggantikan beberapa media yang biasa digunakan oleh sekolah yang sudah tidak efektif untuk digunakan di era digital saat ini. Fitur-fiturnya melingkupi Diary, Portfolio, Information, dan Report. Pada dasarnya seluruh fitur yang ada merupakan digitalisasi dari aktivitas antara guru dan orangtua yang biasanya dilakukan secara konvensional. Ia mengklaim 7Pagi dapat menyajikannya dengan cepat dan mudah.

Satu hal yang terbesit dalam pikiran saya adalah isu pengenalan teknologi pada orangtua atau guru yang biasanya kerap kali kurang paham pemanfaatan perangkat dan hal digital. Untuk mengantisipasi hal ini, 7Pagi berusaha menyiapkan tiga strategi sebagai pilar operasionalnya, yakni mudah, efektif, dan terdokumentasi.

Berdasarkan riset internal, 7Pagi mengungkapkan bahwa 95% orangtua dan guru menggunakan smartphone dalam keseharian. Hal tersebut jelas memberikan akses pada guru untuk melaukan pelaporan kegiatan siswa kepada para orangtuanya. 7Pagi meyakinkan bahwa sejarah (history) dan dokumentasi bersifat privat dalam lingkup tiap sekolah saja.

Dijelaskan oleh Yayan bahwa 7Pagi telah dijalankan di sebuah sekolah nasional selama 1,5 tahun belakangan ini untuk menggali insight dan penerapan fitur yang dibutuhkan. Langkah pengembangan dan validasi ini diakui menyita cukup banyak perhatian oleh pihaknya.

“Kendala pengembangan, tentunya kami harus melakukan validasi produk ke banyak sekolah dahulu sebelum mengembangkan fitur-fitur 7Pagi. Lumayan menyita waktu, karena kami harus menemukan kebutuhan-kebutuhan umum yang dibutuhkan oleh sebagian besar sekolah. Dan komunikasi/interaksi adalah salah satunya,” ujarnya.

7Pagi menyasar sekolah usia dini, mencakup level daycare, pre-school, TK, dan Sekolah Dasar di kota-kota besar di Indonesia. Sejauh ini layanannya baru tersedia berbasis desktop, sementara untuk aplikasi mobile di platform Android dan Windows Phone akan diluncurkan pada tahun ajaran baru dalam waktu dekat ini.

Model Bisnis

Bersama timnya, Yayan melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah dalam bentuk direct sales dan menjalin kerja sama strategis dengan Microsoft Edu. Untuk melakukan validasi konsep B2B (business-to-business) ini, 7Pagi menyiapkan percobaan di 15 sekolah di kota Bandung dan Cimahi.

“Kami memberlakukan biaya berlangganan untuk setiap sekolah, dengan dihitung dari jumlah siswa di sekolah tersebut. 25 ribu Rupiah / siswa per bulan atau 250 ribu Rupiah/siswa per tahun. Nominal tersebut ditagihkan ke dalam komponen SPP atau Uang Kegiatan Siswa,” pungkas Yayan.