Layanan Infrastruktur Blockchain Splend Umumkan Kehadiran di Indonesia

Layanan Infrastruktur Blockchain Splend Umumkan Kehadiran di Indonesia

Menggaet XecureIT untuk mempertebal sisi keamanan, siap menjaring kemitraan lainnya untuk menggaet klien dari berbagai sektor industri dan pemerintahan
CEO XecureIT Gildas Deograt Lumy dan CEO Splend Rick Bleszynski / DailySocial
CEO XecureIT Gildas Deograt Lumy dan CEO Splend Rick Bleszynski / DailySocial

Splend, penyedia infrastruktur blockchain asal Amerika Serikat, mengumumkan kehadirannya di Indonesia lewat penandatanganan kerja sama strategis dengan perusahaan keamanan siber lokal XecureIT. Kedua belah pihak akan bersama-sama menyediakan infrastruktur blockchain dengan keamanan tingkat tinggi melalui connectivity dan seamless yang lebih cepat dan hemat biaya untuk korporasi di Indonesia.

Terobosan tersebut diklaim sebagai hal terbaru dalam platform jaringan blockchain yang memberikan kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah yang sering dihadapi, seperti dalam hal skalabilitas, keamanan, dan latensi. Integrasi platform antar kedua perusahaan diharapkan akan memberi manfaat pada pelanggan yang akan menggunakan solusi tersebut, sehingga akan percepat tujuan bisnis dan akuisisi pengguna.

“Dengan kerja sama hari ini, kami bangga bisa berkontribusi langsung dan terus berkomitmen untuk bersama-sama melakukan edukasi dalam mempercepat adopsi teknologi baru, seperti blockchain. Bagi Splend ini adalah langkah awal kami untuk menjadi penyedia platform blockchain terpercaya,” ujar CEO Splend Rick Bleszynski, Kamis (20/9).

Rick memilih Indonesia sebagai negara tujuan ekspansi lantaran perusahaan Indonesia dan Kementerian dinilai sudah siap untuk mengadopsi teknologi blockchain dalam proses bisnis mereka. Kesimpulan tersebut diambil lewat berbagai pertemuannya dengan berbagai stakeholder lintas industri selama satu pekan belakangan.

Dia juga menemui pihak regulator untuk berbicara lebih jauh soal regulasi, memastikan apa yang dilakukan Splend tetap memenuhi ketentuan, kendati regulasi tentang blockchain di berbagai negara belum ada yang sudah diberlakukan. Mereka semua masih dalam tahap mempelajari blockchain, baik dari segi manfaat maupun negatifnya.

“Sebenarnya tantangan mau di negara mana pun sama, soal regulasi. Untuk itu sebagai platform yang maish baru, yang terpenting harus dilakukan adalah membuat ekosistem di dalam ekosistem teknologinya. Splend harus tergabung dengan berbagai ekosistem agar tetap aman dan bisa dipercaya.”

Perjalanan Splend

Sepak terjang Splend terbilang masih cukup baru. Perusahaan ini berdiri sejak 2016, diinisiasi langsung oleh Rick, WNI yang telah lama berkarir di Silicon Valley selama hampir 40 tahun, bersama rekan-rekannya.

Untuk bisnis global, Splend saat ini tengah merampungkan kerja sama strategis dengan salah satu badan usaha Tiongkok bernama Shanghai Code Center Industry. Proyek ini ingin mengembangkan infrastruktur jaringan generasi lanjutan menggunakan teknologi Splend IBA Flash untuk China Cable Television Network.

Shanghai Code Center Industry memiliki kemitraan dengan merek besar seperti Huawei Technologies, Beijing UnionPay, National Gold Card Engineering & IoT Application Industry Alliance dan Anhui Mobile TV Electronic co. untuk mengembangkan platform layanan berdasarkan infrastruktur jaringan TV digital.

“Kita tidak bisa sendiri untuk menjalankan proyek ini, perlu kolaborasi dengan berbagai mitra yang ahli di bidangnya. Hal inilah yang menjadi contoh untuk kita bawa ke Indonesia, bahwa kita tidak bisa sendirian butuh kolaborasi untuk sama-sama besar.”

Selain di Tiongkok, Splend juga masih berdiskusi secara intensif dengan mitra-mitra dari Amerika Serikat. Beberapa di antaranya adalah media sosial dan hospitality. Ada pula potensi bisnis yang sedang dibangun bersama mitra di Jepang.

Produk yang sudah dikembangkan

Rick menjelaskan, diferensiasi antara Splend dengan perusahaan teknologi blockchain yang sudah beredar terletak di pemberian solusi blockchain ke semua lapis keamanan. Kebanyakan dari mereka hanya fokus masalah skalabilitas blockchain dengan menawarkan solusi untuk layer protocol dan consensus saja.

Sementara, Splend menyentuh ke lima layer sekaligus: protocol (Ethereum, EOS, Ripple, dsb), consensus (PoW, Pos, DPoS, dsb), P2P overlay network (DHT, Hash/Route Table), networking (TCP/IP, OSPF, BGP Ethernet), dan low level software (system on chip solutions).

“Kami memiliki expertise mulai dari layer atas sampai terbawah.”

Splend telah mengembangkan platform teknologi yang dinamai Integrated Blockchain Architecture (IBA), sebuah pendekatan sistem berkala yang membagi fungsionalitas blockchain antara perangkat lunak dan perangkat keras untuk memecahkan masalah bottleneck yang kerap terjadi dan memberikan kinerja transaksi yang optimal.

IBA mampu memproses transaksi blockchain secara cepat untuk jutaan pengguna dan piranti secara simultan.

Produk lainnya adalah Universal CryptoWallet (UCW) yang menyediakan 12 lapis keamanan untuk mencegah upaya penyusupan. Berikutnya CryptoTransfer Blockchain Service, memungkinkan transaksi kripto mendekati instan untuk konsumen dan merchant dengan memakai UCW.

“Kami akan merilis layanan finansial lainnya, seperti CryptoLend, CryptoMerchantPay, CryptoCard, CrytoAutopay, dan CryptoBillPay,” pungkasnya.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Berita
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…