Aspek keamanan teknis mungkin sering kali luput oleh beberapa pelaku e-commerce yang kurang serius menggarap bisnisnya dari sisi platform, terlebih momen e-commerce yang ada saat ini sangat menggiurkan untuk memaksimalkan jumlah pengguna. Padahal nyatanya protokol Secure Sockets Layer (SSL) sejauh ini berhasil melindungi konsumen sebagai sistem yang mengenkripsi segala macam pertukaran informasi termasuk data transaksi.

Peran penting SSL yang telah menjadi standar untuk mengamankan koneksi antara server dari suatu situs e-commerce dengan browser merupakan sebuah gerbang awal perlindungan konsumen dari tangan-tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Penyedia jasa layanan web hosting dan cloud serverDewaweb mengibaratkan SSL layaknya sebuah amplop dengan lapisan ekstra guna memastikan privasi data rahasia dan sensitif dari pengguna konsumen tetap terjaga. Sementara situs yang tanpa dilengkapi protokol SSL dengan mudah akan terbaca informasi yang ditransmisikan di dalamnya.

Nyatanya di tengah riuhnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia, keamanan pembayaran menggunakan kartu kredit menjadi momok yang menakutkan bagi konsumen awam. Data A. T Kearney menyatakan 60% konsumen e-commerce di Indonesia enggan melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. Sejatinya peran SSL berhasil menyembunyikan informasi sensitif tersebut dengan cara mengacak data kartu kredit, username, kata sandi, melalui proses enkripsi yang sangat solid.

“Sertifikat SSL akan menjadi penanda tingkat keamanan sebuah situs perdagangan online ketika konsumen bertransaksi di dalamnya. Hal tersebut juga memberikan pemilik bisnis e-commerce kekuatan enkripsi yang sama untuk melindungi bisnis mereka,” ungkap Founder dan CEO Dewaweb Edy Budiman, berdasarkan siaran pers yang kami terima.

Lebih lanjut, standar validasi tertinggi dari Certification Authority (CA) terhadap perusahaan ialah Extended Validation (EV) SSL Certificate. EV SSL Certificate ditandakan dengan green bar (pada address bar di browser client)beserta nama perusahaan terverifikasi yang telah melalui proses validasi yang sangat ketat. Skema ini berperan krusial dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan jaminan keamanan untuk bertransaksi melalui situs yang telah memiliki sertifikasi tersebut. Implikasinya jelas sedikit banyak mempengaruhi angka penjualan di kemudian hari.

“Masih banyak situs perusahaan yang bergerak dalam sektor bisnis daring, bahkan di kawasan regional ASEAN yang belum dilengkapi dengan Sertifikat SSL yang tervalidasi. Seiring dengan meningkatnya angka kriminalitas dunia maya, para pengguna layanan internet menjadi ragu untuk mengirimkan informasi pribadi yang bersifat rahasia atau sensitif,” kata Program Manager WebNIC Jimmy Chin yang merupakan distributor utama Sertifikat SSL untuk Dewaweb.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.