Strategi “SALON by Houzcall” Bersaing di Kancah Layanan “On Demand”

Strategi “SALON by Houzcall” Bersaing di Kancah Layanan “On Demand”

Siap berkompetisi dengan Go-Glam, telah memiliki 5 ribu pengguna dan 100 mitra
Memberikan kemudahan kepada pengguna sekaligus membantu mitra / Houzcall
Memberikan kemudahan kepada pengguna sekaligus membantu mitra / Houzcall

Berawal dari pengalaman pribadi dari salah seorang Co-Founder David Susanto, SALON by Houzcall mencoba untuk menghadirkan berbagai layanan yang biasanya bisa dinikmati di salon kecantikan. SALON by Houzcall memudahkan pengguna menikmati berbagai layanan hanya melalui aplikasi yang saat ini sudah bisa diunduh di Android dan iOS.

“Misi utama dari Houzcall adalah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dengan cara memberikan layanan kecantikan dan kesehatan langsung dari kenyamanan rumah konsumen dan membantu mereka untuk menghemat waktu mereka sehingga waktu tersebut dapat mereka pergunakan untuk melakukan aktivitas lain,” kata Co-founder dan CEO SALON by Houzcall David Susanto kepada DailySocial.

Sejak diluncurkan pada tahun 2015, SALON by Houzcall telah menyediakan berbagai layanan kecantikan seperti perawatan dan penataan rambut, mani dan pedi, waxing, sampai layanan pijat khusus perempuan. Pengguna dapat memesan layanan dan menerima konfirmasi pesanan dengan mudah dari aplikasi.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan kualitas hidup dengan kenyamanan, tidak hanya untuk konsumen namun juga rekan kerja kami, para penyedia layanan (stylist/therapist). Mereka pun memiliki peran-peran yang membebani mereka, antara bekerja untuk memperoleh penghasilan dan mengurus keluarga. Kami ingin rekan kerja kami untuk dapat memiliki penghasilan diatas penghasilan minimum namun juga fleksibilitas dalam mengatur jam kerja, sehingga mereka pun dapat tetap mengurus keluarga di rumah,” jelas David.

Jumlah mitra SALON by Houzcall saat ini hampir mencapai 100 mitra. Selanjutnya SALON by Houzcall berencana untuk meningkatkan tiga kali lipat dari jumlah tersebut di tahun 2018 untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat. Sementara untuk jumlah pengguna saat ini sekitar 5 ribu orang untuk pendistribusian pemesanan yang cukup merata, di antaranya Hair, Nail, waxing, Creambath dan Massage services.

Strategi bersaing dengan Go-Glam dan rencana selanjutnya

Layanan serupa yang saat ini sudah banyak digunakan di kota-kota besar di Indonesia adalah Go-Glam dari Go-Jek, layanan kecantikan on-demand  yang memanfaatkan cara serupa dengan SALON by Houzcall. Untuk membedakan layanan dan tampil lebih unggul dari Go-Glam, Salon by Houzcall memiliki strategi yaitu terus meningkatkan kualitas dan pengalaman pelanggan, baik di sisi pengguna atau mitra dengan terus memantau client engagement dan returning client sebagai indikator brand loyalty  SALON by Houzcall.

“Menurut kami, ketika brand loyalty dan brand attachment sudah terbentuk, besar kemungkinan “trust” sudah terbentuk dan client akan terus setia kepada layanan kami. Di sisi lain mereka akan membantu untuk memberi opini (referral) di lingkungan mereka mengenai SALON by Houzcall,” kata David.

Saat ini SALON by Houzcall hanya melayani daerah Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi. Sementara untuk pilihan pembayaran dapat dilakukan dengan tunai (COD), Houzcall Credit, dan transfer bank.

“Memasuki usia 2 tahun pada November 2017 mendatang, rencananya bakal dihadirkan fitur terbaru, meningkatkan Quality Assurance System, menambah layanan beauty dan wellness lainnya, meluncurkan e-Store untuk produk kecantikan dan kesehatan yang relevan, ekspansi ke kota lainnya dan membantu karyawan dan mitra kami memaksimalkan potensi dan pertumbuhan pribadi mereka,” tutup David.

Application Information Will Show Up Here

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…