YouTube memperoleh pemasukan dari iklan, sedangkan kita sebagai penonton tidak suka diganggu oleh iklan. Solusinya? YouTube Red. Namun bagi yang keberatan membayar biaya berlangganan serta yang tinggal di negara dimana layanan ini belum tersedia, mereka harus tabah mengklik tombol Skip setelah iklan diputar selama lima detik setiap kalinya.

Masalahnya, terkadang ada juga sejumlah iklan yang sama sekali tidak bisa kita lewati. Lima detik berselang, tombol Skip tak kunjung muncul, dan ternyata kita diharuskan untuk menontonnya sampai habis selama 30 detik. Wajar jadinya kalau tidak sedikit pengguna YouTube yang dibuat kesal.

Tentunya YouTube tidak mau kehilangan penonton setianya, apalagi di saat Facebook sedang gencar-gencarnya berfokus pada konten video. Untuk itu, mereka berencana menghapus format iklan 30 detik yang tidak bisa di-skip ini mulai tahun depan.

Format yang lain bakal tetap ada, seperti yang berdurasi 15 atau 20 detik, yang juga sama-sama tidak bisa di-skip. Namun sepertinya pengguna akan lebih sering menjumpai format iklan berdurasi 6 detik (bumper ad) yang YouTube perkenalkan April tahun lalu – saya pribadi belakangan paling sering melihat format iklan ini ketimbang yang lain.

Singkat cerita, mulai tahun 2018 nanti kita tidak lagi ‘dipaksa’ untuk menonton iklan selama 30 detik tanpa ada satu pun opsi untuk melewatkannya. 15 atau 20 detik masih oke lah, dan 6 detik malah lebih baik lagi. Yang tidak kalah penting juga adalah ekspansi layanan YouTube Red ke lebih banyak negara, bukan cuma untuk menghindari iklan, tapi juga untuk menikmati konten-konten eksklusif sekaligus orisinil yang YouTube tawarkan.

Sumber: The Verge dan Campaign. Gambar header: Pexels.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.