Amarbank masuki segmen KTA online dengan Tunaiku

Tak Cuma Startup, Amar Bank Coba Masuki Layanan KTA Online dengan Tunaiku

Berhadapan langsung dengan UangTeman dan Taralite, tapi tanpa semangat startup yang menaungi keduanya
Tunaiku dari Amarbank ramaikan persaingan layanan KTA daring / Shutterstock
Tunaiku dari Amarbank ramaikan persaingan layanan KTA daring / Shutterstock

Awal tahun ini, DailySocial mengeluarkan laporan mengenai lanskap startup Indonesia. Dalam laporan itu disebutkan sektor finansial teknologi menjadi salah satu yang diprediksikan menguat di tahun ini. Salah satu yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu adalah layanan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA). Tak hanya startup, sektor ini juga turut diramaikan oleh pihak bank. Amar Bank, yang berasal dari Surabaya, melalui layanan Tunaiku mencoba merangkul teknologi untuk proses pengajuan KTA.

KTA sendiri sejatinya merupakan produk perbankan. Hanya saja sejak teknologi semakin canggih beberapa pihak mulai meramu layanan KTA dengan pendekatan teknologi. Proses-proses yang selama ini berlangsung secara luring dipermudah dan diubah menjadi daring. Mulai dari proses pengajuan aplikasi, verifikasi, dan pencairan dana pun bisa berlangsung secara daring.

Apa yang ditawarkan Tunaiku serupa dengan UangTeman dan Taralite. Hanya saja ada perbedaan di beberapa aspek, seperti pilihan jangka waktu peminjaman dan besaran suku bunga yang harus dibayarkan. Seperti disajikan di halaman resminya, Tunaiku menyediakan pilihan 6 bulan sebagai pinjaman paling cepat. Sedangkan UangTeman yang sejak dari awal memposisikan diri sebagai KTA jangka pendek yang memungkinkan melakukan pinjaman dengan jangka pelunasan selama 10 hari.

[Baca juga:Melihat Lebih Dekat Proses Bisnis UangTeman]

Jika UangTeman memberikan keringanan bunga untuk peminjam terpercaya atau mereka yang sudah pernah meminjam dan melunasi tepat waktu, bahkan sebelum jatuh tempo, Tunaiku hadir dengan penawaran bunga 3% untuk setiap bulannya.

Satu hal menarik yang bisa dibahas dari layanan KTA daring seperti Tunaiku dan UangTeman ini adalah penggunaan teknologinya. Teknologi di sektor finansial teknologi harusnya lebih kompleks, termasuk keamanan sistemnya.

UangTeman, seperti diceritakan kepada DailySocial, mengungkapkan pihaknya telah menerapkan teknologi big data didukung dengan algoritma risiko kredit dengan sistem real-time. Teknologi tersebut yang digunakan untuk mengelola data peminjam dan juga menentukan pengajuan pinjaman. Teknologi yang seharusnya menjadi inti dari layanan finansial teknologi untuk layanan KTA daring.

[Baca juga:Di Balik Polemik UangTeman dan Regulasi Praktik Peminjaman Uang]

Saya pribadi belum banyak informasi mengenai teknologi-teknologi di balik Tunaiku. Yang jelas Tunaiku belum menyediakan sistem khusus untuk pengajuan aplikasi pinjaman. Mereka masih menggunakan fasilitas surel untuk pengajuan aplikasi pinjaman, seperti yang mereka tuliskan di halaman mereka.

Menyimak paparan Tunaiku adalah seperti melihat bagaimana bank meng-online-kan layanan mereka. Meskipun terlihat lebih canggih, tapi cara mereka membawakan layanan ini tanpa spirit startup. Teknologi yang diusung cenderung tidak up-to-date, sedangkan skema peminjamannya tidak menarik UangTeman yang memungkinkan adanya fleksibilitas masa pinjaman dan nilai bunga pinjaman. Hal ini yang menjadi kelebihan startup ketimbang cara berpikir bank yang masih konservatif.

Jika bank lain membuat layanan serupa dan tidak belajar dari bagaimana Tunaiku dijalankan, mereka pantas khawatir bahwa dalam lima tahun mendatang bisnis KTA akan semakin dikuasai startup fintech yang lebih mengerti bagaimana kebutuhan konsumen di masa sekarang.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Opini
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…