[TanyaBangwin] Teori Akademis dan Alat Ukur Social Media

TanyaBangwin adalah kolom terbaru di Trenologi yang dijalankan bekerja sama dengan Abang Edwin SA, seorang social media consultant dan online business advisor. Untuk kolom kali ini akan dibahas seputar alat ukur social media serta contoh beberapa judul buku terkain tema social media. Selamat membaca.

Pertanyaan:

Halo Bangwin,

Sudah lama sejak pertama kali bertemu di IM Telkom beberapa tahun lalu. Waktu itu Bangwin datang ke acara kelas Edukreatif yang digagas @madalkatiri di kampus. Time flies. Senang bisa terus stay in touch dengan praktisi industri community management seperti Bangwin.

Nah, saya tahu dari twit Bangwin tentang segmen #TanyaBangwin, menarik. Semoga hal positif seperti ini terus dipertahankan.

Nando pernah mengelola sebuah akun Twitter engagement di kampus, tak jarang dari pengelolaan itu diteliti sejauh mana info yang disebarkan bisa menyebar, siapa sosok yang kira-kira berpengaruh, dan bagaimana pola mention yang ada dalam jangka waktu atau segment campaign tertentu.

Nah yang mau Nando tanyakan ke Bangwin adalah:

  1. Menurut Bangwin, apa saja tools social media measurement yang wajib diketahui oleh para pelaku industri digital khususnya social media? 
  2. Teori akademis terkait social media atau buku bacaan wajib, adakah? Sejak social media ini menjadi populer tak jarang para mahasiswa mulai mempertimbangkan untuk membahasnya menjadi objek penelitian skirpsi atau thesis.
  3. Adakah metrics tertentu yang dapat digunakan untuk kegiatan pengukuran aktivitas di social media? 

Thanks so much atas jawaban dan waktu luang yang diberikan :)

Regards,

Nando (@nando_nurhadi)

Jawaban:

Halo Nando,

Senang juga bisa tetap keep in touch dengan Nando...:-)

Saya coba langsung jawab ya pertanyaan-pertanyaan yang Nando sampaikan diatas:

Memang betul, untuk menjadikan aktivitas di social media itu jadi kredibel maka harus ada pengukuran sehingga setiap aktivitas di social media tersebut bisa dikontrol efektivitasnya. Setidaknya ada dua poin yang harus diketahui dalam memonitor social media, yaitu sentimen pada percakapan yang terjadi di internet dan jumlah follower/subscriber yang aktif (kalau tidak aktif ya tidak berguna jadinya).

Untuk menghitung jumlah follower yang aktif, beberapa social media sudah mulai melengkapi insight mereka dengan data yang lebih lengkap sehingga kita bisa memonitornya dengan nyaman, contohnya Facebook Page dengan insight-nya yang menurut saya pribadi cukup advanced.

Menghitung dan menganalisa sentimen pada percakapan yang terjadi di social media berdasarkan topik-topik tertentu artinya kita memilah-milah dan memonitor seberapa besar respons negatif, respons positif dan juga respons netral terhadap topik yang ingin kita ketahui. Tools untuk social media monitoring sudah banyak tersedia, contohnya yang sangat terkenal di dunia (kecuali Indonesia) adalah produknya Salesforce yang dikenal dengan nama Radian6. Lalu ada juga yang datang dari negara tetangga yang namanya Brandtology. Saya sendiri pernah berhubungan langsung dengan Sysomos yang juga punya tools yang cukup baik untuk memonitor percakapan di social media.

Problem utama dari hampir semua social media monitoring tools ini adalah masalah kontekstual bahasa. Kebanyakan tools tersebut jadi tumpul ketika menghadapi kompleksitas bahasa Indonesia dan turunannya. Oleh karena itu keberadaan analis tetap dibutuhkan untuk membantu 'menyisir' hasil monitoringnya sehingga bisa lebih tajam.

Berkaitan dengan teori akademis dan buku bacaan wajib, yang kaitannya dengan teknis dan how-to saya pikir sudah banyak ya. Satu tambahan yang saya pikir sangat penting dan belum banyak dijadikan acuan bagi para praktisi social media adalah buku-buku yang membahas tentang Online Community Management (Acuan saya adalah buku dari Ami Jo Kim yang berjudul Community Building on the Web : Secret Strategies for Successful Online Communities) dan juga buku-buku yang membahas tentang Word of Mouth Marketing (Acuan saya adalah buku dari Andy Sernovitz yang berjudul Word Of Mouth Marketing)

Kira-kira begitu mas Nando jawaban dari saya :-)

salam,

Bangwin

Catatan:

Bagi yang ingin bertanya tentang hal-hal yang kaitannya dengan social media, community management dan online business pada kolom [TanyaBangwin] ini, silahkan mengirimkan pertanyaannya ke tanyabangwin[at]gmail[dot]com.

Jangan lupa menyertakan akun Twitter/FB nya sehingga bisa di mention ketika kolom ini terbit. Usahakan pertanyaan yang diberikan bisa memicu penjelasan yang berbentuk artikel (salah satu ketentuan agar pertanyaannya bisa terpilih nantinya).

Profil penulis:

Abang Edwin adalah seorang seorang social media consultant dan online business advisor. Bangwin juga sempat bekerja di Yahoo! Indonesia sebagai  Senior Community & Social Media Manager. Ia telah menjadi praktisi online  community management sejak tahun 1998 jauh sebelum istilah social  media/social network muncul di dunia internet. Anda bisa mengikuti  @bangwinissimo di Twitter, atau membaca blognya di bangwin.net.


Sumber gambar: scyther5/Shutterstock.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter
Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again