Temanjalan Ingin Urai Kemacetan dengan Berbagi Tumpangan Kendaraan Pribadi

Temanjalan Ingin Urai Kemacetan dengan Berbagi Tumpangan Kendaraan Pribadi

Menjadi runner up di kompetisi Seedstars World Jakarta 2015, versi final aplikasi baru akan dihadirkan pada kuartal pertama tahun 2016
Aplikasi TemanJalan memfasilitasi pengguna untuk berbagi tumpangan kendaraan / TemanJalan
Aplikasi TemanJalan memfasilitasi pengguna untuk berbagi tumpangan kendaraan / TemanJalan

Aplikasi TemanJalan memfasilitasi pengguna untuk berbagi tumpangan kendaraan / TemanJalan

Sebuah produk inovasi startup berbasis social platform di bidang transportasi baru saja digagas. Sesuai namanya “Temanjalan“, solusi yang ditawarkan ialah untuk mempertemukan pengguna dengan teman seperjalanan untuk menghemat ongkos transportasi bersama. Di aplikasi Temanjalan terdapat dua role utama yakni Rider dan Hunter. Rider adalah orang yang memberikan tumpangan atau memiliki kursi kosong di kendaraannya (mobil atau motor), sedangkan Hunter adalah orang yang membutuhkan tumpangan untuk mencapai tempat tujuan.

Sistem yang disuguhkan cukup unik. Setiap kali memberikan tebengan, Rider akan memperoleh Coins yang terakumulasi dari Hunter dan dapat ditukar dengan reward berupa bensin gratis, voucher pulsa hingga voucher untuk makan di cafe atau tempat makan tertentu. Temanjalan mengklaim Coins yang dibeli Hunter jauh lebih hemat ketimbang ongkos transportasi pada umumnya. Saat ini secara official Temanjalan masih dalam versi beta dan tersedia untuk platform Android.

Cara kerja platform Temanjalan

Melalui aplikasi Temanjalan, baik Rider maupun Hunter dapat melakukan posting tujuan perjalanan yang akan dilakukan. Apabila pada suatu waktu terdapat jadwal perjalanan dan rute perjalanan searah dari Rider dan Hunter, engine Temanjalan secara otomatis akan melakukan matchmaking dengan menginformasikan kepada masing-masing pihak melalui push notification. Tak perlu menemukan secara manual, cukup menginformasikan saja jadwal dan tujuan perjalanannya.

Setelah matchmaking berhasil dilakukan, Hunter dan Rider dapat melakukan koordinasi lebih lanjut melalui in-app chat, tanpa harus mengetahui dan menggunakan nomor ponsel masing-masing. Menurut tim Temanjalan nomor ponsel adalah privasi pengguna, dan menjadi bagian penting untuk dilindungi, agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Aplikasi TemanJalan

Tim pengembang Temanjalan

Temanjalan terdiri dari tiga orang Co-Founder, yakni  Fauzan Helmi Sudaryanto, Caraka Nur Azmi dan Rasmunandar Rustam. Ketiganya adalah fresh graduate dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan sudah bersama-sama selama tiga tahun dalam berbagai macam produk dan proyek di kampus.

Tim pengembang TemanJalan

Fauzan dan kawan-kawan sudah cukup sering menjadi juara dalam beberapa kompetisi nasional dan regional, di antaranya menjadi juara di  HERE & Samsung Challenge di Startup Asia Singapore 2014, PayPal & Overall Winner di Startup Asia Jakarta 2014, Social Innovation Competition, Startup Wekend Bandung, Indonesia ICT Award 2015, dan terakhir Seedstars World Jakarta 2015.

Menurut pemaparan Fauzan kepada DailySocial, pada awalnya ia dan rekan rajin mengikuti kompetisi untuk sekedar menguji kemampuan pengembangan produk, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Meskipun awalnya sama sekali tak melihat sisi monetisasi, namun kini Temanjalan sudah mantap untuk diseriusi sebagai sebuah bisnis. Ketiganya kini full-time bekerja untuk Temanjalan.

Fokus pada penyelesaian isu riil

Sejak menjadi mahasiswa, Fauzan dan tim sudah begitu gemar mencipta solusi-solusi tepat guna berbasis teknologi. Di musim banjir Jakarta lalu mereka membuat sebuah layanan bernama Siaga Banjir yang mampu memetakan lokasi terdampak dan memberikan notifikasi dini banjir kepada masyarakat. Tak puas karena solusi yang diciptakan hanya digunakan optimal saat musim tertentu saja mereka berpikir masalah paling riil yang bisa diatasi, tak lain adalah kemacetan Jakarta.

Mengembangkan Temanjalan untuk membantu mengatasi isu transportasi bukan tanpa alasan. Fauzan menceritakan bahwa sebuah studi yang mengungkapkan di tahun 2010 jumlah kendaraan di Jakarta ada 6,7 juta unit (4,3 juta motor dan 2,4 juta mobil). Ternyata dari jumlah kendaraan itu hanya 2% yang merupakan kendaraan umum dan porsi kendaraan umum yang kecil itu bisa mengangkut 50,3% pergerakan manusia di Jakarta. Saat ini keadaannya pun makin parah, ada lebih dari 17 juta kendaraan di Jakarta dengan pertambahan 4500 motor dan 1600 mobil setiap harinya. Jakarta semakin macet, polusi semakin parah, durasi perjalanan semakin lama.

The number of vehicles is too high and we want to significantly reduce it using a social and trusted ridesharing platform — visi utama Temanjalan

Rencana pengembangan Temanjalan ke depan

Selain bakal merampungkan versi final dari aplikasi Temanjalan (target pada Q1 2016), saat ini proses bisnis juga tengah dimatangkan oleh tim. Ke depan Temanjalan akan melakukan monetisasi melalui Lead Generation dan bekerja sama dengan rekanan yang ingin menjadikan produknya sebagai reward di Temanjalan. Sebagai runner-up di ajang Seedstars World Jakarta 2015, Temanjalan mendapatkan dukungan startup starter kit, yang terdiri dari lisensi dan diskon berbagai layanan yang dapat mendukung back-end dan produktivitas startup.

Belum terlalu muluk-muluk target Temanjalan saat ini. Harapan utamanya ialah Temanjalan dapat segera rilis, diminati pengguna dan sustain menjadi sebuah platform untuk melakukan networking on-the-go. Bagi tim Temanjalan inovasinya diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di Ibukota. Meskipun pasar yang ada bisa dibilang cukup besar, Temanjalan memilih untuk fokus ke segmen mahasiswa terlebih dahulu di tahap awal ini.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…