Google Purchases Lacak Transaksi Online Anda

Ternyata Google Selama Ini Melacak Data Transaksi Online Anda

Google: "Tool ini disiapkan untuk memudahkan Anda melihat dan menelusuri kegiatan belanja. Bisa dihapus kapan pun."
Logo Google.
Logo Google.

Jujur saja, kemudahan berbelanja online punya dampak buruk jika kita tidak bisa menahan diri. Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, saya selalu menghindari transaksi via kartu kredit maupun internet banking, dan memilih metode pembayaran di gerai mini market dengan maksud memberikan tambahan waktu buat berpikir dan mengevaluasi, tepatkah membeli barang tersebut atau saya hanya terbawa nafsu?

Sebagai konsumen awam, mungkin kita sudah lupa apa saja yang telah dibeli. Menariknya, ternyata Google menyimpan sebuah tool yang melacak semua transaksi itu. Perkakas ini sudah diimplementasikan ke akun kita bertahun-tahun silam, namun eksistensinya baru terkuak ke publik berkat laporan dari CNBC minggu lalu. Di atas kertas, fitur ini memang sangat berguna, tapi keberadaannya juga membuat kita kembali mempertanyakan komitmen sang raksasa Internet dalam menjaga privasi pengguna.

Fitur tersebut bernama Purchases, dan dengan log-in ke akun Google, Anda bisa melihat apa saja yang sudah dibeli. Saya pribadi selama ini menggunakan satu akun Google buat berbelanja di Lazada Indonesia, EA Origin, GOG serta Steam. Dan ketika page Purchases dibuka, saya cukup kaget data pembelian sudah tercatat sejak tahun 2014. Informasinya sangat akurat hingga pada tanggal dan jam transaksi.

Hal unik di sini adalah, data akan masuk tanpa perlu bertransaksi langsung via Google. Todd Haselton dari CNBC mengaku, sistem itu mencatat pembelian-pembelian yang ia lakukan dari Amazon, DoorDash, hingga Macy’s. Di page Purchases punya saya, Google mengetahui jenis screen protector dan cover smartphone secara lengkap yang saya beli di Lazada pada bulan November 2014, hingga ‘insiden’ belanja game murah di Steam ketika program sale berlangsung di tahun 2018.

Satu pola unik yang saya tangkap ialah Purchases mendokumentasikan pembelian melalui nota atau konfirmasi yang dikirimkan lewat email, berapa pun harganya. Sejumlah layanan seperti GOG dan EA Origin akan mengirimkan transkrip pembelian meskipun software tersebut diperoleh secara gratis. Dengan begini, Purchases tidak mencatat transaksi belanja di Steam via metode gift.

Kepada The Verge, Google memberikan pernyataannya terkait keberadaan Purchases, “[Fitur ini] disiapkan untuk memudahkan Anda melihat dan menelusuri kegiatan belanja, pemesanan dan pendaftaran berlangganan dalam satu tempat privat yang hanya bisa diakses oleh Anda. Anda dapat menghapus seluruh informasi ini kapan pun. Kami tidak menggunakan data dari Gmail Anda buat menampilkan iklan.”

Sumber: CNBC.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Internet
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…