Tiga Kunci Utama Membangun Tim yang Efektif

Tiga Kunci Utama Membangun Tim yang Efektif

Ilustrasi Kerja Tim / Shutterstock
Ilustrasi Kerja Tim / Shutterstock

Teamwork/Shutterstock

Setiap startup didirikan dengan sebuah mimpi besar pendirinya. Pada akhirnya startup hanya akan terbagi antara dua jenis. Pertama adalah startup mempunyai mimpi besar, sementara yang kedua adalah startup yang benar-benar meraih mimpi tersebut. Kalau kita telaah lebih dalam, startup yang mampu meraih mimpi besarnya memiliki satu hal yang sangat kentara. Hal tersebut adalah bekerja bersama dalam tim, dengan tujuan dan langkah jelas yang dipahami timnya untuk bersama-sama meraih mimpi besar tersebut.

Tim yang dipersenjatai dengan kejelasan visi dan misi tahu persis yang mereka lakukan. Mereka memiliki alasan yang kuat dalam menjalankan tugasnya dan memiliki satu orang yang bertanggung jawab. Mereka bekerja menepati tenggat waktu, mencapai milestone, dan bahkan membangun bisnis bernilai jutaan dollar.

Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk mencapai hal ini:

Kejelasan tujuan

Boleh jadi Anda memiliki tujuan mulia menjadikan dunia lebih baik, atau memudahkan hidup orang banyak melalui teknologi, atau mencerdaskan kehidupan bangsa. Apa pun tujuan mulia yang ada di benak Anda, pertanyaannya apakah tim mengerti dengan jelas tujuan tersebut. Tugas pemimpin adalah  memastikan seluruh anggota timnya mengerti apa yang bakal didapatkan jika bisnis yang dijalankan berhasil.

“Menghasilkan banyak uang” tidak masuk hitungan tujuan, sementara keberhasilan keuangan dapat menjadi tolok ukur dari pencapaian tujuan bisnis. Beberapa tim terbaik dalam bisnis di dunia saat ini,  didorong oleh tujuan untuk lebih bermanfaat bagi sekitar, inovatif, atau bahkan tujuan untuk perkembangan dunia yang lebih baik. Perusahaan seperti Facebook, Google, dan Airbnb berfokus kepada tujuan yang lebih besar sembari menghasilkan uang yang besar juga.

Setelah tujuan didefinisikan, pekerjaan seorang pemimpin adalah untuk terus-menerus menancapkan pemahaman ini terhadap timnya. Sebab pertama semangat dan visi perusahaan mudah menguap. Hal lainnya, ada saatnya salah seorang atau mungkin beberapa orang dalam tim Anda akan mulai mempertanyakan tujuan hidup mereka, perjalanan karier mereka. Saat itu mereka akan bertanya-tanya  apakah mereka membuang waktu mereka di perusahaan ini. Bila perusahaan mempunyai tujuan yang lebih dari menghasilkan uang, dan juga memberi hidup karyawannya lebih bermakna. Mereka akan  lebih bersemangat menjalankan tugasnya.

Kejelasan rencana

Satu-satunya hal yang bisa membuat sebuah tim frustrasi selain tidak memiliki tujuan adalah memiliki tujuan namun tidak tahu cara mencapainya. Parahnya tidak ada satu pun di tim yang tahu cara mencapainya. Jika kejelasan tujuan menjelaskan “mengapa,” kejelasan rencana menjelaskan “bagaimana”.

Kejelasan rencana menguras waktu dan dapat menghabiskan beberapa hari dalam perencanaan bersama dengan tim. Tentukan pilar atau tonggak yang dipercaya akan membawa kesuksesan dalam misi. Buatlah sebuah strategi utama, atau bahasa yang paling populer di antara pelaku startup DNA perusahaan. Apa pun Anda menyebutkannya, misalnya pilar utama startup Anda menikahkan keindahan desain dengan kemudahan, atau kecepatan pelayanan dengan harga bersaing, atau menaruh prioritas kepada keamanan di atas segalanya.

Langkah selanjutnya menetapkan tujuan terukur serta tenggat waktu. Akhirnya, memetakan proyek-proyek, dan kemudian tugas-tugas tertentu untuk mencapai tujuan. Pastikan semua tim melakukan tugas dalam beberapa bulan ke depan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kejelasan tanggung jawab

Bila tidak ada yang bertanggung jawab untuk sesuatu hal, tidak akan ada tugas yang selesai. Ketika dua orang atau lebih berbagi tanggung jawab yang tidak jelas juga akan menimbulkan kebingungan. Langkah terakhir untuk membangun kejelasan maksimum di tim adalah menentukan siapa yang bertanggung jawab akan apa.

Kejelasan tanggung jawab memastikan bahwa satu orang memegang tanggung jawab utama untuk beberapa bagian dari rencana. Individu yang bertanggung jawab langsung ini bukan hanya sebatas orang akan disalahkan jika gagal. Mereka diberikan otoritas untuk memegang otonomi, mendelegasikan tugas, dan kekuasaan dalam pengambilan keputusan. Membangun kerangka pemberdayaan ini akan mendorong motivasi penuh setiap individu untuk bekerja.

Lihat kembali rencana Anda: tujuan besar tersebut harus memiliki satu orang yang bertanggung jawab.  Sebagai pemimpin berkomitmen untuk kejelasan tanggung jawab, Anda tidak perlu memberitahu orang cara untuk mencapai tujuan mereka. Sebaliknya, Anda meminta mereka untuk hasil, dan memberi mereka ruang untuk menciptakan solusi. Pemimpin besar merupakan pelatih, sekaligus selalu membantu tim mereka. Tetapi jika Anda ingin melihat orang mencapai hal-hal besar, yang terbaik adalah untuk mempercayai mereka atau dengan kata lain tidak banyak ikut campur.

Kita mungkin sering dicekoki dengan nasihat kepemimpinan bahwa sebagai seorang pemimpin, tugasnya adalah untuk memberdayakan semua orang di sekitarnya. Ironisnya, pernyataan ini hilang kejelasan tentang cara untuk melakukannya. Jadi lain kali, pertimbangkan: “Sebagai seorang pemimpin, tugas Anda adalah untuk memberdayakan semua orang di sekitar Anda dengan kejelasan optimal”.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Tips
Artikel Populer
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…