Ibarat mencari pasangan hidup, mencari co-founder itu susah susah gampang. Sebab, merekalah orang yang akan membantu Anda mewujudkan perusahaan impian. Ada yang mengatakan orang terdekat Anda lah yang tepat menjadi co-founder, namun cari apakah ini selalu tepat?

DailySocial mencoba untuk merangkum berbagai tips dari penggiat startup Indonesia, di antaranya dari petinggi Modalku, Bang Joni, dan Mbiz. Berikut rangkumannya:

Harus memiliki keahlian berbeda

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan banyak orang yang terjebak saat mencari co-founder dengan lebih memilih orang yang sudah mereka kenal sebelumnya. Ini berbahaya karena secara natural biasanya orang berteman dengan orang-orang dengan latar belakang yang mirip, sehingga tanpa sadar memiliki keahlian yang sama.

Padahal dalam memulai bisnis, pertama-tama harus tentukan terlebih dahulu kapabilitas yang dibutuhkan untuk sukses. Dari sana, kita assess diri sendiri dan/atau calon founders apakah bila digabung kapabilitas ini bisa terpenuhi.

“Secara technical, founders idealnya memiliki skillset yang berbeda sehingga saling melengkapi, bukan saling bersaing. Kalau sama-sama jago di bidang sales, pasti dua-duanya ingin kontrol sales,” terang Reynold.

Yang terpenting, sambungnya, setiap founder harus memiliki keahlian, wewenang, dan tanggung jawab yang harus di atur terlebih dahulu agar jelas. Tujuannya agar tidak terjadi deadlock atau infighting.

Dia mengakui, untuk mencari founder dengan keahlian yang saling melengkapi itu sangat sulit. Biasanya baru ditemukan di luar lingkungan pertemanan, meski terkadang ada juga dari sana.

“Terakhir, yang tak kalah penting adalah memiliki values. Walaupun skillset berbeda, values harus serupa sehingga perusahaan akan selalu didahului dan membelakangkan ego. Bila Anda mendapatkan sosok tersebut, artinya Anda telah mendapatkan founder yang ideal.”

Lihat keahlian yang “dibutuhkan” perusahaan

Sementara itu, menurut CEO Mbiz Ryn Hermawan, Anda harus memperhatikan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan itu sendiri, termasuk investor. Dengan mengombinasikan kebutuhan perusahaan, baik itu dari segi jaringan, pengalaman bekerja sebelumnya, beserta pencapaiannya yang bakal digunakan perusahaan untuk mendukung bisnis ke depannya.

In reality biasanya investor atau perusahaan cari founder itu based on kesamaan visi dahulu, founder perlu percaya dengan ide dan goal akhirnya. Sebab itu yang akan initiate the excitement dan fondasi dasar untuk di bawa ke tahapan eksekusi,” kata Ryn.

Harus punya “chemistry”

Senada dengan Ryn, CEO Bang Joni Diatche G Harahap menuturkan bahwa memiliki chemistry adalah hal utama yang harus dicari saat mencari founder. Chemistry menjadi penting demi melihat kecocokan dari masing-masing founder baik secara personal maupun bisnis, serta dengan bisnis perusahaan itu sendiri. Bila itu tidak ada, bisa dipastikan hubungan antar rekan kerja akan sulit harmonis.

Ache, panggilan akrab Diatche, menambahkan, dia juga memilih perlunya founder untuk memiliki kesamaan visi dan mental yang kuat.

“Karena mental yang itu, menurut saya adalah salah satu variabel utama untuk kesuksesan suatu perusahaan. Kalau ketiga unsur tersebut tidak pas, tidak akan gabung,” kata Ache.