Rangkaian kegiatan Global Ventures Summit (GVS) 2017 hari pertama banyak diisi dengan topik serta informasi menarik seputar VC secara global. Salah satu presentasi menarik disajikan Preqin Global Private Equity dan Venture Capital. Dalam laporan yang dirilis tahun 2017 ini, Felice Egidio dari Preqin menyampaikan beberapa topik menarik tentang tren seputar VC.

Melihat tren dan performa VC secara global

Dari data yang berhasil dikumpulkan oleh Preqin, kebanyakan deals atau kesepakatan yang terwujud di kalangan VC adalah sebanyak 28% adalah yang berhubungan dengan software, 23% berhubungan dengan internet, sisanya adalah lebih kepada kategori telekomunikasi, healthcare, IT, business service dan clean technology.

Hal menarik lainnya yang disampaikan Preqin adalah negara di Amerika Utara merupakan negara terbanyak yang berhasil mengantongi kesepakatan dengan VC, disusul dengan Eropa dan Tiongkok. Sementara untuk putaran pendanaan yang paling banyak diberikan adalah Angel/Seed sebanyak 30% kemudian Seri A sebanyak 28%, disusul dengan Seri B sebanyak 14%, dan Seri D sebanyak 8%.

Terkait jumlah startup yang telah berhasil melakukan Exit, tahun 2014 merupakan tahun dengan jumlah tertinggi Exit startup sebanyak 1486 startup secara global. Setelah itu jumlah startup yang Exit semakin menurun.

Disebutkan juga hanya 26 startup yang berhasil IPO. Data ini dikumpulkan oleh Preqin selama kuartal pertama tahun 2017. Negara di Amerika Utara merupakan startup dengan jumlah terbanyak yang berhasil Exit, disusul Eropa, Tiongkok, dan India.

“Jumlah startup yang mendapatkan pendanaan saat ini masih didominasi oleh startup asal Amerika Serikat. Sementara startup asal India saat ini sudah mulai mengalami pertumbuhan yang baik dan termasuk yang paling banyak mendapatkan pendanaan di Asia,” kata Felice.

Secara keseluruhan performa VC sepanjang tahun 2016 menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Diperkirakan dalam waktu 10 tahun ke depan performa dari VC secara global bakal makin meningkat.

Untung rugi mendapatkan pendanaan dari CVC (Corporate Venture Capital)

Salah satu speaker internasional yang hadir di hari pertama acara GVS 2017 adalah Andrew Romans dari Rubicon Venture Capital. Dalam presentasinya, Andrew menyampaikan beberapa tips yang wajib dicermati untuk para penggiat startup agar mulai memikirkan untuk melakukan pendekatan kepada CVC.

Beberapa alasan yang disampaikan oleh Andrew adalah kecepatan mendapatkan pendanaan untuk kapital (karena hanya ada 1 Limited Partners) dan kesempatan menjual produk dan layanan yang dimiliki melalui sumber (konsumen) yang dimiliki korporasi tersebut. Tak kalah pentingnya adalah kemungkinan yang cukup besar untuk diakuisisi perusahaan tersebut nantinya.

Meskipun demikian, masih banyak kalangan tertentu yang menyarankan kepada startup untuk menghindari pendekatan dengan CVC. Diungkapkan sifat kolaborasi dengan CVC berbeda dengan venture capital pada umumnya.

“Setidaknya saya menyarankan kepada pelaku startup untuk melakukan pertemuan dengan CVC sebelum memutuskan untuk menolak atau menyetujui. Agar bisa mendapatkan gambaran yang jelas usai pertemuan dilakukan,” tutup Andrew.


Disclosure: DailySocial adalah media partner Global Ventures Summit 2017