Categories

Interview

Upaya Kukuruyuk Garap Pasar Refurbish di Indonesia

Siap resmikan toko offline dan meluncurkan aplikasi smartphone

Marsya Nabila - 18 October 2016

Istilah barang bekas dan dipoles untuk dijual (refurbish) sebenarnya sudah mulai terkenal gaungnya di Tanah Air, hanya saja sejauh ini jumlah pemain yang menyeriusinya masih sepi. Salah satunya adalah PT Kuku Sejati Dinamika (Kukuruyuk), e-commerce yang khusus menggarap produk refurbish, khususnya barang elektronik dan rumah tangga.

Kukuruyuk didirikan pada 2014 oleh tiga orang dari grup usaha Columbia sebagai pemegang saham mayoritas, diikuti oleh grup Dwidaya dan PinkEmma. Kukuruyuk diklaim sebagai satu-satunya pemain startup yang belum memiliki kompetitor di segmen refurbish ini, sehingga menjadikan mereka sebagai pionir di Indonesia.

Dalam sesi wawancara bersama DailySocial, Managing Director Kukuruyuk Stenly Stefano menjelaskan animo masyarakat terhadap persepsi produk refurbish berangsur mulai positif. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi yang dicatatkan per tahunnya secara rerata naik antara 30%-40%.

Animo terbaik terlihat dari pembeli yang kebanyakan ada di wilayah Jawa Barat. Secara kisaran umur pelanggan Kukuruyuk adalah 18-36 tahun. Adapun dari segi pendapatan bulanan, Kukuruyuk berhasil mencatatkan hampir 1 miliar Rupiah. Tim Kukuruyuk berangsur bertambah dari awalnya 15 orang kini sudah mencapai 30 orang.

"Kukuruyuk perlahan-lahan mulai tumbuh, jumlah SKU kini sekitar 400 dan member aktif sekitar 7 ribu orang. Kenaikan bisnis ini dipicu kualitas Kukuruyuk yang baik dalam menggarap pasar ini, sehingga menjadikan persepsi masyarakat terhadap produk refurbish semakin positif," terangnya, Selasa (18/10).

Dalam menjaga kualitas barang, sambungnya, Kukuruyuk memiliki tim grading yang khusus didatangkan ke supplier yang menjadi mitra perusahaan. Tim tersebut akan mengukur kualitas suatu produk dan menjadi tolak ukur harga jual. Kemudian, ada lima kategori grade yang bakal menentukan, yakni Grade A, Grade B, Grade C, hingga Grade E.

Grade A adalah kualitas tertinggi suatu barang, biasanya kondisinya masih baru, belum pernah dipakai. Sedangkan Grade B, biasanya segel sudah terbuka dan menjadi barang display, Grade C kondisinya sudah ada cacat sedikit di barang misalnya baret atau bintik kecil. Grade D kondisi barangnya tidak memiliki boks hanya body-nya saja.

Tampilan situs Kukuruyuk

"Terakhir Grade E, itu kondisi barang paling bawah di antara grade lainnya. Kami tidak display produk dari Grade E di situs kami, namun itu ada peminatnya. Biasanya pembeli langsung datang ke warehouse kami."

Untuk menjadi supplier pun, Kukuruyuk hanya menetapkan hanya yang sudah berbentuk perusahaan dengan berbadan hukum PT. Menurut Stenly, risiko barang refurbish cukup besar sehingga tidak bisa bila ditangani individual. Perlu badan hukum karena ini adalah bentuk jaminan ke konsumen, belum lagi untuk masalah perpajakannya yang harus jelas.

Secara total, supplier produk refurbish yang sudah bekerja sama dengan Kukuruyuk mencapai 22 perusahaan yang mayoritas berlokasi di Jakarta.

Kukuruyuk juga memberikan jaminan garansi produk selama tiga bulan. Bila ada produk yang rusak sebelum masa garansi habis, mereka bisa meminta ganti barang baru dengan produk lain atau refund.

Dalam proses bisnisnya, supplier akan menitipkan barangnya ke Kukuruyuk. Kemudian, pihak Kukuruyuk yang akan melakukan pengiriman. Mitra logistik yang sudah bekerja sama dengan Kukuruyuk adalah JNE dan Columbia.

Salah satu bentuk kerja sama Kukuruyuk dengan pemegang saham, misalnya dengan Columbia Grup adalah menjadi supplier terbesar dan mitra logistik. Columbia juga memberikan porsi pembagian hasil yang cukup tebal untuk Kukuruyuk dibandingkan dengan supplier lainnya.

Dilihat dari kisaran porsi margin yang biasanya sudah menjadi kesepakatan antara Kukuruyuk dengan supplier antara 10%-20%. Bila dengan Columbia jumlah marginnya bisa lebih tinggi dari standar umumnya.

"Dengan Columbia, mereka jadi supplier terbesar kami dan menjadi mitra logistik pengiriman. Untuk pelanggan yang memakai jasa logistik dari Columbia, biaya antarnya untuk seluruh pulau Jawa hanya sebesar 100 ribu Rupiah."

Siap meresmikan toko offline dan meluncurkan aplikasi

Terinspirasi beberapa perusahaan e-commerce yang membangun toko offline, atau yang sebelumnya adalah perusahaan ritel offline menjelma menjadi layanan e-commerce, pihaknya siap meresmikan toko offline untuk pertama kalinya. Lokasinya ada di Mega Bekasi Hyper Mall dengan luas toko 170 m2.

Rencananya toko ini akan diresmikan pada akhir tahun ini. Pengunjung bisa langsung mendatangi toko tersebut untuk melakukan transaksi. Produk yang nantinya di jual di toko offline hanya yang ada di Grade A dan B.

"Selain itu, kami juga butuh branding secara offline. Makanya kami memilih untuk buka toko offline di Bekasi."

Berikutnya tahun depan pihaknya juga akan meluncurkan aplikasi smartphone untuk pengguna iOS dan Android. Fiturnya kurang lebih akan sama seperti aplikasi layanan e-commerce pada umumnya. Pengguna bisa melakukan pencarian barang sekaligus membayarnya dalam aplikasi.

Stenly menargetkan jumlah supplier bisa terus meningkat agar SKU bisa bertambah. Dengan demikian semakin banyak produk yang bisa ditawarkan ke konsumen dan melipatgandakan jumlah pelanggan aktif sebanyak dua kali lipat dalam setahun ke depan.

Are you sure to continue this transaction?
Yes
No
processing your transaction....
Transaction Failed
Try Again

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter