Saat diperkenalkan di tahun 1996, Nokia Communicator terasa merepresentasikan masa depan perangkat bergerak. Satu hal yang paling ikonis darinya ialah kehadiran keyboard QWERTY untuk memudahkan pengguna mengetik. Namun pendekatan desain ini perlahan-lahan menghilang dari smartphone, hingga satu produsen menyadari krusialnya eksistensi dari papan ketik fisik.

Di tengah-tengah dominasi perangkat berlayar sentuh, tim Planet Computers asal Inggris memperkenalkan Gemini. Singkatnya, Gemini adalah perpaduan antara ringkasnya smartphone dengan komputer laptop yang siap mendukung segala macam aktivitas produktif. Menariknya lagi, pengguna dipersilakan ‘menentukan sendiri’ fungsi utama Gemini – apakah akan diprioritaskan sebagai laptop atau smartphone.

Gemini mengusung penampilan clamshell yang tak terlalu berbeda dari Nokia Communicator, namun Planet Computers tak lupa memastikan desainnya atraktif, ringkas dibawa-bawa, serta nyaman digunakan. Saat layar tertutup, tubuhnya hanya berukuran 17,14×7,93×1,51-sentimeter sehingga mudah digenggam dan dimasukkan dalam kantong. Saat dibuka, Anda disuguhkan layar sentuh 6-inci FHD dan keyboard full-sized‘ tanpa numpad.

Gemini 2

Produsen berargumen bahwa rancangan seperti ini memberikan solusi terhadap keterbatasan utama di smartphone: penggunaan keyboard virtual memakan hampir separuh layar, lalu absesnnya tombol fisik membuat proses mengetik jadi tidak presisi. Elemen ini jadi perhatian utama di Gemini. Dalam menggarap keyboard, Planet Computers berkolaborasi bersama perusahaan konsultan desain milik Martin Riddiford.

Gemini 4

Perangkat diotaki oleh system-on-chip berisi prosesor 10-core (2x Cortex A72 @2,6GHz, 4x Cortex A53 @2,0GHz, 4x Cortex A53 @1,6GHz) dan GPU ARM Mali 875MHz, juga dibekali RAM 4GB. Penyimpanan internal 64GB bisa Anda tambah dengan mencantumkan kartu microSD, lalu Gemini jug dibekali oleh dua port USB type-C. Sebagai sumber tenaganya, Planet Computers membenamkan baterai Li-Ion 4.220mAh.

Gemini 2

Gemini memanfaatkan sistem operasi Android, namun juga siap mendukung Linux sebagai platform sekunder. Apapun OS yang dipilih, Anda kabarnya tetap bisa memanfaatkan fitur voice recognition, memungkinkan kita berinteraksi dengan Gemini walaupun ia berada dalam kantong. Tersedia dua tipe Gemini, yakni varian berkonektivitas Wi-Fi plus 4G atau Wi-Fi saja.

Produk saat ini dijajakan di situs crowdfunding Indie Gogo seharga mulai dari US$ 300 (US$ 400 buat versi 4G-nya).

Apapun pendapat Anda mengenainya, bagi jurnalis yang dituntut untuk mengetik saat ada kesempatan dan harus bekerja remote seperti saya, konsep desain Gemini sangat menjanjikan. Satu hal yang membuat saya ragu untuk memesannya adalah status dari layanan purna jual Planet Computers di sini.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.