Salah satu strategi bisnis yang secara umum sudah sering dilakukan oleh startup adalah mengubah model bisnis atau lebih dikenal dengan pivoting. Pivoting sendiri dilakukan setelah melihat adanya perubahan kebiasaan dari konsumen, melihat potensi baru hingga mengadopsi tren yang ada. Yogrt yang pada awalnya merupakan aplikasi jejaring sosial yang mengunggulkan game untuk menghubungkan pengguna saat ini telah mengubah layanan, fitur hingga sistemnya menjadi aplikasi sosial dengan mengedepankan location base dan merilis versi baru mengusung tagline baru “Always Fun Nearby”.

Berdiri pada bulan Oktober 2014, Yogrt mengklaim telah memiliki lebih dari 80 juta orang produktif berusia 18-25 tahun di Indonesia. Saat ini basis pengguna Yogrt di Indonesia tersebar mulai dari Lhokseumawe di ujung Barat Indonesia hingga Jayapura di titik Timur Indonesia, dengan total meliputi 86 kota.

“Dengan menargetkan kalangan millenialsYogrt ingin menjadi jejaring sosial lokal yang bukan hanya berfungsi sebagai media sosial yang sarat dengan informasi dan fitur menarik, namun juga ingin membuka wawasan dan jaringan baru pengguna dengan pilihan teman berbeda di setiap lokasi,” kata Co-Founder Yogrt Roby Muhammad saat acara temu media Selasa (08/03) di Jakarta.

Konsep baru “0” Friend

Konsep baru “0 Friend” diperkenalkan oleh Yogrt setelah dilakukan percobaan dan uji coba kepada kalangan mahasiswa. Berbeda dengan media sosial lainnya sepeti Path, Facebook, Instagram yang pada umumnya memindahkan jumlah teman yang sudah ada melalui email dan akun media sosial yang sudah terdaftar, di Yogrt versi terbaru pengguna diberikan pilihan untuk mengikuti teman-teman baru berdasarkan lokasi yang berbeda. Nantinya di timeline yang ada, pengguna bisa melihat informasi yang relevan sesuai dengan lokasi, interest dan pilihan personal lainnya berasal dari teman-teman baru.

“Yogrt adalah open platform dengan location base service berbeda dengan media sosial lainnya, Yogrt tidak menawarkan opsi import your friend, timeline Yogrt di drive berdasarkan lokasi, jadi secara otomatis akan memiliki teman sesuai lokasi,” kata Roby.

Hingga kini Yogrt telah mencapai satu juta pengguna di Indonesia dengan tingkat rasio interaksi yang tinggi yakni 2 dari 3 pengguna terlibat di dalam posting, berkomentar, chatting dan bermain.

Terdapat tiga keuntungan lebih yang ditawarkan oleh Yogrt, di antaranya adalah open social media, yang termasuk di dalamnya adalah bisa melihat posting-an dari pengguna lain di luar social circle, semua pengguna bisa bergabung yang tentunya dapat memperluas wawasan dan networking.

Sementara itu keuntungan lebih yang ditawarkan melalui location base di antaranya adalah bisa melihat timeline hingga pengguna di kawasan sekitar (nearby), bisa mencari apa yang Anda sukai dan bersifat lebih engaging, pada akhirnya lokasi akan menentukan konten timeline pengguna.

Konsep “0 Friend” juga memudahkan pengguna untuk memulai tanpa harus khawatir dengan belum adanya teman baru di akun dan tidak harus memindahkan teman yang ada di akun media sosial lainnya, bisa melihat langsung pengguna baru, memberi apresiasi dan respon serta mendapatkan informasi yang lebih relevan tanpa adanya batasan sosial karena semua berdasarkan lokasi.

“Konsep “0 friend” tepat bagi karakter orang Indonesia yang umumnya terbuka dan ramah. Terutama saat berbicara mengenai segmen usia 18-25 tahun yang memerlukan rekanan dalam menavigasi hidup dan kehidupan sosialnya. Tidak seperti aplikasi sosial media yang tersedia saat ini, seperti Facebook atau Path yang lebih ditujukan untuk lingkaran pertemanan tertutup, atau Twitter dan Snapchat, yang memerlukan pengikut agar pikiran atau komentar Anda ada yang mendengarkan, Yogrt akan melengkapi pengalaman bermedia sosial pengguna di mana pengguna dengan jumlah teman nol masih dapat berbagi dan mendapat informasi melalui konsep aplikasi pertemanan berbasis lokasi dan terbuka,” kata Roby.

Dilengkapi dengan fitur games beragam

Saat ini Yogrt mengklaim telah masuk dalam jajaran Top 5 Free Social Apps di Google Play Store dan telah menembus 1 juta pengguna di Android. Yogrt juga sudah bisa diakses di 86 kota besar di Indonesia dengan jumlah pengguna paling aktif di pulau Jawa, dan sudah bisa digunakan di 154 negara termasuk Indonesia.

“Dengan lonjakan pertumbuhan pengguna, kami menargetkan meraih 5 juta pengguna dalam 6 bulan ke depan dan terus mengembangkan fitur dengan selera lokal seperti posting-an audio dan video pada timeline,” kata CEO dan Founder Yogrt Jason Lim.

Untuk menambah pilihan kepada pengguna, Yogrt juga dilengkapi dengan pilihan games yang menarik dan ringan untuk pengguna, mulai dari mini games, games berbasis HTML 5 untuk menghilangkan kebosanan, dan beragam kuis kepribadian.

Sejumlah fitur baru siap diluncurkan Yogrt, di antaranya sistem yang lebih cerdas untuk menemukan kecocokan ketertarikan pengguna, perbaikan pada fitur foto dan kemampuan berbagi konten audio dan video di timeline yang menjadi tren digital saat ini.

“Karena melihat perubahan dan makin banyaknya social apps yang ada seperti Tinder, Path dan lainnya, membuat Yogrt bertransformasi dan mengubah konsep yang ada. Secara teknologi bukan sesuatu yang baru, namun bedanya Yogrt memanfaatkan location base untuk menambah teman dan menemukan teman baru. Target kami tahun 2016 ini tentunya menambah jumlah pengguna Yogrt dengan menawarkan open concept kepada kalangan millenials di Indonesia,” tuntas Jason.