ZPX Tawarkan Kemudahan Berinvestasi Kripto Lewat Proyek “108 Token”

ZPX Tawarkan Kemudahan Berinvestasi Kripto Lewat Proyek “108 Token”

"Crypto asset" dinilai menjadi pilihan tepat untuk berinvestasi, terutama untuk segmen anak muda
Zenprivex siapkan indeks 108 Token untuk pasar Indonesia
Zenprivex siapkan indeks 108 Token untuk pasar Indonesia

Aset mata uang virtual alias crypto asset adalah satu dari sekian banyak jenis produk blockchain yang mulai diminati sejumlah pelaku bisnis di dunia. Investasi dalam bentuk crypto asset dapat dilakukan dengan menggelar Initial Coin Offering (ICO) atau trading.

Kedua hal ini menjadi lahan bisnis menggiurkan bagi Zenprivex (ZPX), startup asal Singapura, untuk masuk ke pasar Indonesia. Alasannya, investasi kripto dinilai sangat mudah karena tidak memerlukan pemahaman lebih dalam. Investasi ini dinilai cocok menyasar segmen anak muda di era digital.

ZPX, yang baru saja mendapat pendanaan $1,3 juta dari SeedPlus, menggeber rencana bisnisnya saat ini dengan menggarap token kripto dan bursa kripto berbasis blockchain. Dapat dikatakan, ZPX merupakan investor aset, pengembang, dan sekaligus inkubator bisnis berbasis blockchain.

Dalam lawatannya ke Jakarta beberapa waktu lalu, co-founder ZPX Gautam Shesdari membeberkan lebih dalam mengenai proyek token kripto bernama 108 Token dan bursa mata uang virtual Decentralized Crypto Exchange.

Seperti halnya Indodax, ZPX menggunakan jurisdiksi berbeda dalam mengembangkan Decentralized Crypto Exchange. Meski sama-sama terdesentralisasi, produk ini dibangun di atas protokol 0X, sebuah layer protokol dalam ekosistem kripto. Bursa kripto ini akan segera diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan.

“Salah satu proyek yang membawa saya ke Indonesia adalah 108 Token yang dirancang sebagai index token dan akan membuka akses terhadap top 15 crypto network kepada investor,” kata Shesdari.

Shesdari menjelaskan, secara sederhana 108 Token menampilkan Index Token terhadap 15 mata uang kripto teratas. Index ini menjadi acuan terhadap nilai koin kripto. Setiap bulannya, posisi ke-15 koin dapat berubah menyesuaikan kenaikan harganya.

“Apabila nilai kripto naik, nilai token juga naik, dari $1 menjadi $5 misalnya. Posisinya juga bisa berubah, dari posisi 15 ke 8, atau mungkin terlempar dari Index. Nah, kita bisa jual ke ZPX dan dapat profit,” terangnya.

Begitu pengguna membeli koin dari 108 Token, pengguna akan mendapat akses terhadap 15 koin kripto teratas. Dana yang dikumpulkan dari 108 Token dapat digunakan untuk membeli koin tertentu dari index tersebut.

“Sebetulnya, tidak usah melakukan apa-apa untuk investasi. Hold the token dan Anda dapat market expossure ke asset class. Di Indonesia, ada banyak sekali modal, tetapi soal kripto masih early. Index Token [di dalam 108 Token] dapat mengatasi masalah akses kepada para investor,” ungkapnya.

Asset class yang dimaksud dalam hal ini adalah aset dalam bentuk ekuitas, saham, surat utang, dan lainnya.

ZPX optimistis produknya diminati Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar. Jumlah populasi anak muda di Indonesia juga tinggi dan awam dengan teknologi mobile, menjadikannya sasaran empuk untuk investasi aset kripto.

Terlebih Indonesia masih berada di tahap awal soal investasi kripto. Shesdari menyebut minat Indonesia terhadap aset kripto sangat tinggi, akan tetapi belum banyak yang berani melakukannya. Maka itu, lawatannya ke Indonesia dimanfaatkan untuk mencari investor dan partner distribusi potensial untuk proyek 108 Token.

Crypto network scale as a system memang dibuat untuk segmen pasar mobile. Kami sedang melihat dan menilik produk seperti apa yang cocok untuk pasar Indonesia. Kami punya harapan besar karena kami serius garap 108 Token ini. Tentu kami akan comply dengan regulasi setempat.”

Kripto sebagai investasi pasif

Shesdari sebelumnya menyebutkan investasi kripto lebih mudah dipahami segmen pasar anak muda karena tidak memerlukan pengetahuan mendalam mengenai aset atau cryptocurrency.

Make sense ini produk index yang pasif. Artinya investor tak perlu tahu soal crypto network, mereka tinggal investasi token pada kami dan dapat akses terhadap asset class yang bakal naik nilainya dan token juga demikian. Tapi mereka tak harus punya strong view tentang bitcoin atau ethereum,” paparnya.

Sebagian besar uang yang diinvestasikan di pasar modal menggunakan instrumen pasif. Dari perspektif biaya, produk pasif dinilai lebih efisien dan tak perlu pemahaman lebih dalam. Dengan hal ini lah, perusahaan ingin menekankan poin utama tentang mudahnya melakukan investasi.

“Sebanyak 90 persen tidak melakukan [investasi aset] karena tidak ada pengetahuan soal itu. Nah, [investasi kripto] sangat mudah aksesnya dan tidak memerlukan deep knowledge,” tutupnya.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.

Interview
x
Minerva | Maximize
3

Minerva is typing…