Jelang penutup tahun 2018, jumlah pemberi pinjaman (lender) di PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) dari Yogyakarta semakin meningkat seiring dengan tingkat pemahaman masyarakat setempat tentang layanan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) Akseleran. Tercatat, sekitar 13 bulan terakhir, terdapat hampir 200 lender Akseleran di Yogyakarta dengan total nilai investasi sebesar lebih dari Rp3 miliar.

Andri Madian, Chief Marketing Officer Akseleran, mengatakan bahwa sosialisasi dan edukasi yang dilakukan Akseleran secara konsisten turut mendongkrak peningkatan jumlah pengguna di Yogyakarta. Apalagi, kata Andri, masyarakat yang ingin menjadi lender Akseleran sangat dimudahkan melalui proses pendaftaran dari ponsel pintar yang dimiliki (smartphone).

“Selain dari website kami di www.akseleran.com, masyarakat juga bisa mendaftar sebagai lender dengan mengunduh aplikasi Akseleran dari Play Store untuk perangkat Android atau dari App Store untuk perangkat iOS. Saat ini, persentase pengguna Akseleran memang lebih banyak dari smartphone sebesar 75% sedangkan sisanya sebesar 25% dari website,” ujar Andri saat konferensi pers di Yogyakarta, Kamis (6/12).

Menurut dia, terus meningkatnya jumlah lender di Yogyakarta akan semakin membantu para pelaku usaha (borrower) yang membutuhkan permodalan melalui platform Akseleran. Andri menjelaskan, rata-rata nilai investasi yang disalurkan oleh lender di Yogyakarta mencapai sebesar Rp10 juta hingga Rp20 juta dimana untuk memberi pinjaman di Akseleran mulai dari Rp100 ribu dengan rata-rata imbal hasil sebesar 18%-21% per tahun.

Rimba Laut, Head of Public & Government Relation Akseleran, mengungkapkan penetrasi di Yogyakarta turut mendorong pertumbuhan Akseleran secara nasional. Hingga awal Desember 2018, Rimba menyampaikan, total penyaluran pinjaman Akseleran menembus angka Rp 190 miliar atau 95% telah terealisasi dari yang ditargetkan sebesar Rp200 miliar pada 31 Desember 2018.

“Pencapaian 95% realisasi penyaluran pinjaman di minggu pertama Desember ini disalurkan kepada 384 pinjaman dengan total lender sebanyak 89 ribu lebih. Tren positif ini kami harapkan dapat berlanjut pada tahun depan, dimana Akseleran menargetkan total penyaluran pinjaman di akhir 2019 mampu mencapai sebesar Rp1 triliun atau naik 5 kali lipat dari pencapaian di tahun ini,” terang Rimba.

Di samping itu, dia menyampaikan, Akseleran juga selalu memberikan peluang yang besar kepada para pelaku usaha yang membutuhkan permodalan. Saat ini, jelasnya, Akseleran menyalurkan pinjaman minimal sebesar Rp75 juta atau jika di luar wilayah Jabodetabek minimal sebesar Rp150 juta dan maksimal sebesar Rp2 miliar.

“Untuk Yogyakarta kami targetkan dapat dapat naik empat hingga lima kali lipat di tahun depan. Semakin tingginya jumlah pengguna Akseleran di Yogyakarta tentu menjadi faktor penting untuk mempercepat terwujudnya inklusi keuangan di Indonesia menjadi realitas,” tambah Rimba.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.