Oleh
4 months ago

Detail Artikel Perdagangan melalui Perangkat Mobile Mencapai Tahap Krusialnya di kawasan Asia Pasifik: Penelitian Criteo Mengungkapkan bahwa Penggunaan Perangkat Mobile untuk Melakukan Pembelian Melebihi Desktop

Perdagangan melalui Perangkat Mobile Mencapai Tahap Krusialnya di kawasan Asia Pasifik: Penelitian Criteo Mengungkapkan bahwa Penggunaan Perangkat Mobile untuk Melakukan Pembelian Melebihi Desktop

 Asia Pasifik, melalui Indonesia, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan, memimpin dunia dalam persentase transaksi online melalui perangkat mobile.
 Untuk pertama kalinya, 25 persen peritel online terkemuka di Asia Tenggara melihat lebih dari setengah dari penjualan mereka berasal dari perangkat mobile.
 Aplikasi perangkat mobile mendorong lebih banyak konsumen melakukan pembelian dan beralih tiga kali lebih sering dibandingkan dengan menggunakan mobile web.

Indonesia, Jakarta – 20 Desember 2016 – Criteo (NASDAQ: CRTO), perusahaan teknologi kinerja pemasaran, hari ini merilis Q3 2016 State of Mobile Commerce Report, yang memberikan wawasan mengenai kebiasaan konsumen dalam berbelanja dan prediksi untuk perdagangan melalui perangkat mobile di wilayah Asia Pasifik. Laporan ini menggarisbawahi bahwa perangkat mobile mulai mendominasi lanskap perdagangan online, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Dengan pembelian melalui perangkat mobile mencapai masing-masing 68 persen dan 60 persen dari semua transaksi eCommerce di Indonesia dan Taiwan, peritel regional yang dapat memanfaatkan tren ini akan berhasil meningkatkan jumlah transaksi di musim belanja yang akan datang.

“Kawasan Asia Pasifik telah menjadi pusat kekuatan mobile commerce selama beberapa tahun terakhir, yang didorong oleh kepemilikan beberapa perangkat mobile oleh konsumen secara perorangan di negara-negara maju seperti Hong Kong, Jepang, Singapura dan Taiwan. Hal ini kemudian diikuti oleh negara-negara “mobile-first” atau “mobile-only” yang berkembang pesat seperti India, Indonesia, Malaysia danVietnam. Dengan meningkatnya kemakmuran dan infrastruktur teknologi yang memungkinkan lebih banyak orang untuk memiliki ponsel atau pun terhubung secara online, maka hanya masalah waktu sebelum wilayah ini mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin global dalam transaksi mobile commerce, “kata Yvonne Chang, Executive Managing Director, Asia Pasifik.

“Mobile commerce telah mencapai titik krusialnya dan melebihi pembelian melalui desktop ketika peritel regional terus berinvestasi di platform mobile shopping. Namun, para peritel harus selangkah lebih maju dan menciptakan pengalaman mobile dan pengalaman lintas-perangkat yang tanpa kendala sehingga pengguna merasa nyaman selama proses pembelian melalui jalur digital. Brand yang menguasai tren mobile akan mengungguli para pesaingnya, serta meraih momentum untuk menjadi yang terdepan dalam musim belanja selanjutnya, “tambah Chang.

Penelitian Criteo menunjukkan bahwa brand tidak bisa lagi mengabaikan platform mobile sebagai kebutuhan utama untuk mendorong penjualan eCommerce. Meskipun kemajuan teknologi telah memudahkan aktivitas belanja melalui perangkat mobile, pemasar dihadapkan oleh tantangan untuk menyasar konsumen di setiap kesempatan saat konsumen melakukan proses pembeliannnya. Untuk meningkatkan pendapatan, peritel harus menggabungkan kekuatan mobile web dan ketersediaan aplikasi dengan strategi penyasaran mobile yang lebih personal untuk berinteraksi dengan pembeli di mana pun dan kapan pun mereka mencari informasi secara online dan melalukan proses pembelian.

Poin-Poin Penting dalam Laporan:

Aktivitas berbelanja melalui perangkat mobile mendominasi: Jumlah konsumen yang melakukan aktivitas online untuk mencari informasi produk maupun yang melakukan pembelian, baik itu melalui komputer desktop atau perangkat mobile, terus berkembang, dan data menunjukkan pembelian melalui perangkat mobile lebih tinggi dibandingkan pembelian melalui saluran digital konvensional. Peritel yang telah mengoptimalkan pengalaman belanja mobile mereka secara baik (baik itu melalui aplikasi maupun melalui perangkat mobile) jauh meninggalkan para pesaingnya dan terus melihat traksi yang kuat dari konsumen:
 Indonesia muncul sebagai pemimpin regional, dengan penjualan mobile sekarang mencapai 68 persen dari seluruh transaksi eCommerce untuk para peritel teratas.
 Pada Semester pertama 2016, peritel teratas di Asia Tenggara menikmati pertumbuhan penjualan online sebesar 37 persen secara tahunan, dan sekarang menguasai 54 persen dari seluruh transaksi eCommerce.
 Di semua peritel Asia Tenggara, pangsa mobile transaksi eCommerce meningkat 19 persen secara tahunan.

Pembeli Berbasis Smartphone: Smartphone kian populer sebagai perangkat pilihan untuk berbelanja secara online, terutama karena ketersediaan fitur seperti pemindai sidik jari memudahkan proses transaksi, sementara pembelian melalui tablet terus mengalami penurunan. Semua peritel harus memastikan mereka memiliki strategi pemasaran mobile-centric yang melalui aplikasi maupun mobile web untuk memenuhi kebutuhan konsumen berbasis smartphone. Untuk kawasan Asia Pasifik, data spesifik wilayah menunjukkan bahwa peritel harus berfokus pada optimasi mobile untuk perangkat dengan ukuran layar yang lebih kecil dan membuat aplikasi mereka tersedia di Google Play, dan bukan hanya Apple App Store.

 Untuk pertama kalinya, pembelian melalui smartphone mencetak angka tertinggi pada sebagian besar transaksi mobile di setiap pasar utama di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik – Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan – berada di garis depan.

 Smartphone terus mendominasi pangsa transaksi ritel melalui perangkat mobile di Asia Pasifik, dengan lebih dari 80 persen transaksi dilakukan melalui smartphone (dibandingkan dengan tablet) di Jepang, Asia Tenggara, Korea Selatan dan Taiwan, jauh melampaui AS dan Inggris, di mana setidaknya 30 persen dari transaksi mobile ritel dilakukan melalui tablet:

o pangsa transaksi ritel melalui perangkat mobile di Indonesia, dengan lebih dari 88 persen dari transaksi dilakukan melalui smartphone (dibandingkan dengan tablet), menjadi yang tertinggi dan tercepat di Asia Tenggara.

o Di Asia Tenggara, sebagian besar transaksi mobile commerce dilakukan melalui perangkat Android – tiga kali lipat dari perangkat Apple, meskipun tingkat pertumbuhan pada kedua jenis perangkat tersebut setidaknya mencapai 10 persen secara tahunan. Ini adalah kebalikan dari tren global, di mana mayoritas transaksi mobile commerce saat ini dilakukan melalui perangkat buatan Apple.

Aplikasi Canggih Mendorong Konsumen untuk Berbelanja: Peritel teratas sedang mengembangkan aplikasi yang cerdas, intuitif dan berguna yang memberikan kenyamanan kepada konsumen untuk berbelanja melalui perangkat mobile. Kemampuan seperti ketersediaan home screen, pemuatan konten secara instan, konten offline, notifikasi yang sering kali muncul secara otomatis, personalisasi dan akses terhadap fungsionalitas bawaan menciptakan pengalaman berbelanja mobile yang lebih kaya dan lebih mendalam bagi konsumen. Brand yang dapat memberikan lingkungan yang kaya fitur seperti ini dan menciptakan pengalaman terpadu, konsisten dan relevan untuk pembeli terlepas dari perangkat yang digunakan akan berhasil dalam mendorong tingkat retensi dan konversi:

 Peritel dengan aplikasi seluler canggih melihat bahwa hingga 54 persen dari transaksi mobile mereka dihasilkan melalui pembelian melalui aplikasi di kuartak kedua 2016, meningkat dari 2015 yang hanya sebesar 47 persen.
 Aplikasi menghasilkan lebih banyak pembelian di bandingkan perangkat belanja online lainnya dan dan menkonversi tiga kali lebih banyak pembeli dari mobile web.
 Untuk pertama kalinya, aplikasi mobile menikmati nilai pemesanan yang lebih tinggi daripada desktop dan mobile web, dengan rata-rata US$127 dibelanjakan melalui aplikasi dibandingkan US$100 melalui desktop dan US$91 melalui mobile web.
 Pemimpin dalam aplikasi mobile mendorong konversi 90 persen lebih tinggi dibandingkan peritel baru.

The Q3 2016 State of Mobile Commerce Report juga membahas secara mendalam mengenai indikator web dan mobile maturity.

Tentang Criteo:

Criteo memberikan kinerja pemasaran yang lebih personal pada skala yang luas. Dengan menghitung laba berdasarkan pada penjualan pasca-klik, Criteo membuat ROI transparan dan mudah untuk diukur. Criteo memiliki 2.000 karyawan di 31 kantor di seluruh Amerika, EMEA dan APAC, melayani 11.000 pengiklan di seluruh dunia dan memiliki hubungan langsung dengan 16.000 penerbit. Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi www.criteo.com.

Media Contact:

Satriyo Pamungkas
Edelman Indonesia
+62 812 827 914 69
Satriyo.Pamungkas@edelman.com

 



  
 
Home
 Business  Lifestyle

Copyright © 2008-2015 PT Digital Startup Nusantara. Powered by Cloudkilat