Konsep ekosistem berkelanjutan di bidang pertanian dipilih CROWDE sebagai bentuk kontribusi menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang tidak terhindarkan, harus seimbang dengan peningkatan produksi pangannya. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia di tahun 2025 akan mencapai 298,5 juta jiwa. Ditambah masifnya alih fungsi lahan pertanian dan perubahan iklim secara ekstrem berpotensi mengancam proses produksi pangan. Dampaknya, ketahanan pangan nasional bisa jadi berada di ambang batas.

CROWDE bertujuan menciptakan ekosistem pertanian berkelanjutan mulai dari toko tani penyedia beragam kebutuhan usaha pertanian. Agar dapat menjamin ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani. Sehingga petani menerima permodalan dalam bentuk zero cash. Dengan begitu, petani bisa lebih fokus menjalankan proyek budidayanya. Setelah petani panen, hasil panen akan didistribusikan langsung kepada konsumen oleh para offtaker rekanan
CROWDE. Untuk menjaga harga jual hasil panen tetap stabil.

“Dengan ekosistem berkelanjutan kami ingin tidak setengah-setengah dalam memajukan sektor pertanian di Indonesia. Selain itu, supaya bisa memanfaatkan dana investor dengan lebih maksimal”, ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO CROWDE.

Misi mulia ini ternyata mendapat dukungan dari program Digital ASEAN yang diadakan di Singapura pada tanggal 13 November lalu. Program tersebut mencari startup inovatif yang dapat membantu petani di wilayahnya demi meningkatkan pendapatan petani. Serta mengintegrasikan usaha petani ke dalam sektor ekonomi formal dengan pemanfaatan teknologi
digital. Teknologi digital diharapkan dapat mengangkat petani keluar dari kemiskinan. Dan membuat petani mampu mencapai produktivitas ekonomi yang lebih baik.

Dengan terpilihnya CROWDE sebagai salah satu pemenang dalam program tersebut, CROWDE berkesempatan mendapat mentoring pada bulan Januari 2019 mendatang. Selain itu, CROWDE berpeluang mendapat kontrak kerja sama eksklusif dengan perusahaan leading finansial. Yaitu, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) yang berpusat di Tokyo yang telah bekerja sama dengan lebih dari 1.800 perusahaan di 50 negara.

Yohanes menyampaikan, “MUFG akan membantu kami turut memberi permodalan kepada proyek usaha tani di Indonesia, agar petani bisa semakin mengembangkan usahanya.” Program Digital ASEAN juga memberi kesempatan kerja sama antara CROWDE dengan Yara International. Yara International akan membantu CROWDE meningkatkan produktivitas pertanian melalui ekosistem berkelanjutan. Mulai dari membantu mengelola hasil produksi petani binaan CROWDE, hingga membantu proses ekspor hasil usaha tani. Diharap bisa menambah semangat dan produktivitas petani untuk meningkatkan hasil produksi.

DailySocial.id adalah portal berita startup dan inovasi teknologi. Kamu bisa menjadi member komunitas startup dan inovasi DailySocial.id, mengunduh laporan riset dan statistik seputar teknologi secara cuma-cuma, dan mengikuti berita startup Indonesia dan gadget terbaru.