1. Lifestyle

Bisnis Hardware Gaming PC Dua Kali Lipat Lebih Besar dari Home Console

Ada sebuah fenomena menarik yang terjadi belakangan ini: meskipun penjualan PC berangsur-angsur turun, banyak perusahaan mengalihkan fokusnya untuk mengenalkan produk gaming - baik produsen komponen, branded PC, maupun periferal yang tadinya hanya memproduksi barang-barang multimedia dan casual. Ada apakah gerangan?

Dari laporan para analis di Jon Peddie Research, mereka menyatakan bahwa pasar hardware gaming PC yang meliputi komputer, periferal dan upgrade menunjukkan angka yang sehat tanpa ada indikasi penurunan. Walau begitu, JPR tidak membahas hal tersebut secara lebih terperinci selain menyebutkan nilai pasar hardware PC khusus gaming di seluruh dunia telah melewati angka US$ 21,5 miliar - dua kali lebih besar dari console.

Menariknya, tim analis memperkirakan bahwa jumlah tersebut juga akan naik secara signifikan dalam jangka waktu tiga tahun mendatang. Itu artinya bahkan kehadiran console next-gen tidak memiliki dampak pada momentum pertumbuhan bisnis hardware gaming - maupun masa depannya. Tentu bukan karena pembelian komputer kembali naik, tapi berkat para gamer yang gemar mengeluarkan uang demi upgrade hardware.

 

Info menarik: Pasar Game PC Masih Jadi Yang Terbesar, Tahun Ini Lewati US$ 25 Miliar

 

Seorang analis gaming senior dari JPR, Ted Pollak, menerangkan, "Mayoritas gamer PC tidak hanya mengeluarkan biaya untuk kebutuhan konsumsi saja. Mereka adalah power user yang mengeluarkan ribuan dollar untuk memainkan game di tingkat setting tinggi dan menggunakan platform tersebut untuk kebutuhan bisnis, untuk menciptakan konten, untuk kebutuhan editing foto dan video, serta berbagai tugas yang membutuhkan performa tinggi."

Jon Peddie selaku presiden JPR menjelaskan bahwa peningkatan performa sistem gaming PC-lah yang membuat pasar tetap hidup, sedangkan produsen console berusaha mati-matian untuk mengejarnya. Mengapa begitu? Menurut mereka, para konsumer console casual perlahan-lahan kini beralih ke mobile - seperti yang terjadi pada lini PC low-end dan mainstream.

Sang presiden meneruskan, "Baik Nvidia, Intel dan AMD menawarkan produk GPU dan CPU khusus antusias yang begitu kuat, hingga jika dikombinasikan dengan SSD dan memori RAM yang gesit, dengan mudah melewati kemampuan komputasi dan performa gaming console terbaru sekalipun."

 

Info menarik: Electronic Arts Lebih Memilih Tablet dan Smartphone Ketimbang Console Handheld

 

"PC kini sudah mampu menyajikan visual di resolusi 4K (3840x2160) yang menjadi konfigurasi paling tinggi dan mayoritas pasar telah menawarkan 2560x1440," ungkap Peddie. "Para pengguna PC (dengan layar yang baik) dapat menikmati jutaan pixel lebih banyak dibandingkan gamer home console dengan HDTV mereka."

Menurutnya, kualitas visual yang lebih baik merepresentasikan keseluruhan pengalaman gaming yang lebih berkualitas pula. Saat ini, dua home console besar yang 'berkompetisi' masih berlomba-lomba memberikan performa terbaik di resolusi 1080p dan 60 frame rate per second.

JPR menganalisa bahwa nilai US$ 21,5 yang ada sekarang akan meningkat ke US$ 23,2 miliar di tahun 2017. Kita perlu ingat bahwa angka tersebut hanya meliputi industri hardware, dan belum menghitung industri software hiburan dan video game - dengan Valve yang menjadi ujung tombaknya.

Sumber: MCV UK. Gambar header: Forum GameTrailers.