1. Startup

Menyusun "Cap Table" untuk Menampilkan Informasi Investasi Bisnis

Cap Table berisi rangkuman informasi yang akan memberikan detil kepemilikan saham dan investasi

Selain memahami tentang teknik bisnis secara umum, terkait dengan pemasaran dan pengembangan produk, banyak komponen lain yang tak kalah penting untuk diketahui penggerak bisnis di startup, terutama yang memegang posisi strategis. Salah satunya terkait dengan teknik investasi. Ini berkaitan dengan hal-hal seperti perhitungan valuasi, term sheet hingga pemahaman tentang Cap Table. Dalam artikel ini kita akan bersama-sama memahami tentang Cap Table secara lebih mendetil.

Cap Table merupakan kependekan dari Capitalization table, sebuah tabel yang diperuntukkan bagi para investor untuk mengetahui persentase kepemilikan perusahaan. Cap Table akan sangat dinamis, bergantung pada laju investasi dan kepemilikan modal di suatu bisnis. Kendati terlihat sederhana, namun ternyata ada beberapa rumusan yang harus dipahami untuk menciptakan Cap Table dengan hitungan yang benar.

Cap Table penting untuk disusun dengan benar, karena hasilnya akan memungkinkan investor untuk memahami apa yang mereka investasikan, serta membantu semua pemegang saham (termasuk pemilik bisnis) untuk melacak kepemilikan mereka ketika sebuah bisnis mendapatkan suntikan investasi dari lebih banyak lagi pihak.

Memahami apa saja yang tersaji dalam sebuah Cap Table

Lihat contoh Cap Table berikut:

Dari contoh di atas dapat dilihat beberapa elemen kunci, yakni post-money valuation, price-per-share, shareholders (pemegang saham), berapa banyak uang yang dibayarkan pemegang saham, dan persentase kepemilikan yang memberikan mereka pre/post money.

  1. Contoh di atas post-money valution bernilai $5,000,000 berasal dari penjumlahan investasi yang ada $4,000,000 + $750,000 + $250,000 = $5,000,000
  2. Pre-Money Shares adalah kepemilikan modal yang sebelumnya sudah dimiliki startup. Angka ini akan menentukan harga per saham, yakni dengan membagi total pre-money valution dengan pre-money shares. Dalam contoh di atas harga per saham ialah $0.50, berasal dari $4,000,000/8,000,000. Harga ini yang akan dijajakan kepada investor, oleh karenanya pembagi adalah total investasi internal dari perusahaan yang telah ada.
  3. Sedangkan jumlah saham investor didapat dengan membagikan jumlah total investasi investor yang dimasukkan ke dalam harga per saham. Jadi dalam contoh Cap Table di atas didapat simpulan bahwa investor A memiliki saham $750,000/0.50 = 1,500,000, sedangkan investor B memiliki saham $250,000/0.50 = 500,000
  4. Sedangkan persentase kepemilikan dihitung dengan mengambil saham yang dimiliki investor dan membaginya dengan post-money share. Dalam hal ini maka investor A memiliki persentase 1,500,000/10,000,000 = 15%, sedangkan investor B memiliki persentase kepemilikan 500,000/10,000,000 = 5%

Jumlah investor akan sangat berpengaruh pada kompleksitas dan panjangnya perhitungan, namun pada dasarnya hanya perlu menambahkan baris dalam tabel untuk mengubah perhitungan nilai total dan persentase atas adanya investor baru. Jadi jika dirumuskan kembali, berikut beberapa kunci perhitungan yang memunculkan angka-angka yang terdapat pada sebuah Cap Table.

  • Post-Money Valuation = Pre-Money Valuation + Total Investment Amount
  • Price-Per-Share = Pre-Money Valuation / Pre-Money Shares
  • Post-Money Shares = Total Investment Amount / Price-Per-Share
  • Investor Percent Ownership = Investor Shares / Post-Money Shares

Cap Table bisa dibuat secara manual dengan aplikasi pengolah tabel ala Microsoft Excel atau sejenisnya, namun kini juga bisa dikelola dengan aplikasi khusus. Salah satu contoh yang saat ini bisa digunakan secara cuma-cuma adalah CapTable.io.