1. DScovery

Freelancer: Definisi, Kelebihan, Kekurangan, Gaji dan Contoh Pekerjaan

Ingin memiliki kebebasan menentukan jam kerjamu sendiri? Menjadi freelancer adalah jawabannya!

Freelancer adalah bentuk pekerjaan yang tidak terikat dengan perusahaan. Saat ini, sebagian besar pelajar atau mahasiswa bekerja sebagai pekerja lepas. Hal ini karena freelancer memiliki waktu yang fleksibel untuk melakukan pekerjaan tertentu.

Freelancer berbeda dengan karyawan perusahaan. Mereka biasanya melakukan kerjasama atau kontrak dengan perusahaan. Posisi untuk freelancer ini juga fleksibel, bisa bekerja dimana saja dan menyesuaikan jadwal.

Apa Itu Freelancer?

Freelancer atau pekerja lepas pada umumnya merupakan pekerjaan yang tidak terikat kontrak jangka panjang, namun tetap memiliki keterkaitan kerja yang kuat dengan perusahaan. Kontrak untuk para freelancer ini biasanya hanya mencakup proyek, desain, jam kerja, dan biaya yang harus dibayar. Gaji para freelancer ini pun bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan proyek dan jam terbang.

Sebelum kamu tertarik menjadi freelancer, kamu harus tahu bahwa ada beberapa kelebihan dan kekurangan menjadi seorang freelancer.

Kelebihan Menjadi Freelancer

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa kamu rasakan jika menjadi seorang freelancer:

  1. Waktu Kerja Lebih Fleksibel

Salah satu keuntungan menjadi freelancer adalah jam kerja yang lebih fleksibel. Ini bukan hanya sebatas asumsi saja. Faktanya, 68% pekerja lepas mengatakan jam kerja yang fleksibel adalah alasan mereka bekerja sebagai pekerja lepas.

Fleksibilitas ini memberi kamu kebebasan untuk memilih kapan harus bekerja dan kapan harus istirahat. Misalnya, kamu mungkin ingin mengerjakan proyek di malam hari karena lebih produktif. Tentu saja kamu bisa!

Kamu dapat bekerja dengan bebas kapan saja! Yang terpenting, pekerjaanmu bisa selesai tepat waktu dan sesuai dengan keinginan klien. Sehingga kamu dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

  1. Bekerja dari Mana Saja 

Keuntungan lain menjadi seorang freelancer adalah kamu bisa bekerja di mana saja. Apakah kamu ingin bekerja dari rumah? Bisa. Apakah kamu bekerja di kedai kopi atau ruang coworing space? Oh juga. Bahkan, kamu bisa mengerjakan proyek sambil berlibur jauh dari kota.

Selama pekerjaan dapat dilakukan dengan benar, kamu dapat bekerja dari mana saja. Juga, pelanggan biasanya tidak mendefinisikan tempat kerja mu. 

Ini juga memberi kamu kemampuan untuk mendapatkan proyek atau pekerjaan dari mana saja. Apakah itu di berbagai bagian kota atau bahkan di seluruh negeri. Jika kamu perlu mengadakan rapat, kamu masih dapat melakukannya menggunakan aplikasi rapat online seperti Zoom atau Google Meet.

  1. Tidak Terikat Aturan 

Keuntungan lain menjadi freelancer adalah tidak ada aturan baku. Misalnya, kamu dapat menentukan sendiri harga proyek, waktu pemrosesan, jumlah pelanggan, dan lain sebagainya.

Jika kamu ingin meningkatkan pendapatan maka kamu dapat meningkatkan jumlah pelanggan dalam waktu tertentu. Atau sebaliknya kamu bisa istirahat sejenak untuk menyegarkan diri sesuka hati tanpa persetujuan orang lain.

Selain itu, jika klien tidak setuju dengan perjanjian tersebut, kamu dapat menolak untuk bekerja sama atau membatalkannya. Menjadi seorang freelancer seperti menjadi bos bagi diri sendiri.

Kekurangan Menjadi Freelancer

Meskipun ada banyak keuntungan menjadi freelancer apalagi freelancer online, ada juga beberapa kerugiannya yang harus kamu ketahui. Kami harap kamu juga bisa menilai dan mempersiapkan diri menghadapi risiko pekerjaan freelance.

  1. Penghasilan Tidak stabil

Meski penghasilan freelance berpotensi sangat tinggi, namun bisa berubah setiap bulan. Bisa lebih tinggi atau sebaliknya.

Karena pekerjaan para freelancer sangat bergantung pada jumlah klien dan kualitas proyek. Pada waktu-waktu tertentu, seorang freelancer bisa mendapatkan banyak proyek, bisa juga sebaliknya. Oleh karena itu, situasi keuangan pekerja lepas cenderung lebih tidak stabil daripada pekerja sementara.

Untuk melakukan ini, kamu perlu membuat strategi agar tetap bisa mendapatkan proyek tersebut. Tak kalah pentingnya, kamu juga harus meningkatkan keterampilan manajemen keuangan.

  1. Support Fasilitas Kerja Sendiri

Jika kamu memutuskan untuk menjadi freelancer maka kamu perlu mengeluarkan modal untuk berinvestasi pada fasilitas kerja. Misalnya laptop, koneksi internet, meja, dan kursi, atau program berbayar tertentu untuk proyek mu.

Lain halnya ketika kamu bekerja di bawah kontrak karena akan disediakan alat-alat yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli perangkat-perangkat tersebut.

  1. Perlu Mengurus Asuransi Secara Mandiri 

Asuransi kesehatan dan kecelakaan harus dimiliki oleh setiap karyawan. Sayangnya, masalah manajemen asuransi untuk freelancer harus ditangani secara mandiri. Dimulai dengan memilih polis asuransi yang tepat dan pembayaran bulanan.

Berbeda dengan aktivitas yang berhubungan dengan perusahaan, semua urusan asuransi diurus oleh tim SDM perusahaan.

Contoh Pekerjaan untuk Para Freelancer

Sebenarnya, terdapat banyak jenis pekerjaan sebagai freelancer. Beberapa contoh pekerjaan freelancer adalah sebagai berikut.

  1. Analis dan Konsultan Bisnis

Contoh pertama pekerjaan freelancer adalah analis dan konsultan bisnis. Bekerja sebagai freelancer sebagai analis dan konsultan bisnis merupakan pekerjaan idaman yang tidak semua orang bisa melakukannya. Oleh karena itu, pekerjaan ini dihargai dengan gaji yang cukup tinggi. 

Tugasnya adalah mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi tentang masalah bisnis. Meski cukup fleksibel, pekerjaan ini merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari para freelancer dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

  1. Desainer Grafis

Contoh lain pekerjaan sebagai freelancer adalah desainer grafis. Tidak sembarangan orang yang memiliki keterampilan desain grafis. Maka jangan heran jika desain grafis merupakan keahlian yang cukup mahal. 

Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan keterampilan desain grafis seperti membuat logo, gambar, brosur, dan sebagainya.

  1. Desainer Web

Contoh pekerjaan sebagai freelancer selanjutnya adalah desainer web. Menjadi desainer web lepas membutuhkan keterampilan seperti kemahiran dalam HTML, JavaScript, CSS, Photoshop, dan CorelDRAW. 

Tugas web designer sebagai freelancer adalah mendesain website agar terlihat cantik, unik, menarik, dan efektif. 

  1. Digital marketer

Pekerjaan yang banyak diminati dan bisa digolongkan sebagai pekerjaan freelance adalah digital marketer. Seperti namanya, tugas seorang pemasar digital adalah memasarkan produk atau layanan perusahaan secara online. 

Beberapa skill yang dibutuhkan digital marketer sebagai freelancer antara lain memahami email marketing, PPC, SEO, SEO, content marketing, dan lain sebagainya.

  1. Content Writer

Contoh pekerjaan sebagai freelancer selanjutnya adalah content writer. Tugas seorang content writer adalah menulis artikel dan menerbitkannya di situs web. Menguasai bahasa asing tentu menjadi nilai tambah bagi freelancer satu ini. 

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui cara menulis yang menarik dengan tata bahasa yang benar.

Demikian ulasan mengenai freelancer dari mulai mengenal apa itu freelancer, kelebihan dan kekurangannya, hingga contoh pekerjaan. Jadi, kamu mau menjadi freelancer apa?

{$categories[0]['slug']}