1. Lifestyle

[Guest Post] Mengenal Kekuatan Plugin Jetpack dari WordPress.com

Pernahkah Anda sadar ada kekuatan tersembunyi dari sebuah plugin bernama Jetpack di balik berjalannya sebuah situs web berbasis WordPress? Bisa jadi, Anda memang belum pernah memanfaatkan plugin ini, atau mungkin Anda tidak sadar bahwa fitur-fitur yang Anda manfaatkan setiap harinya adalah bagian dari Jetpack.

Mungkin selama ini Anda -- secara independen -- menggunakan plugin WordPress Stats, Publicize, Sharing, atau WP.me Shortlinks misalnya, atau Anda adalah pengguna aktif WordPress.com, sebenarnya secara tidak langsung Anda sudah memanfaatkan beberapa modul dan fitur dasar yang sekarang menjadi inti dari kekuatan Jetpack.

Sesuai tagline, Jetpack diposisikan sebagai plugin dengan kemampuan untuk memudahkan pengelolaan situs dan memperkaya sebuah situs berbasis WordPress (self-hosted), dengan modul-modul yang didukung penuh cloud infrasctructure yang dimiliki oleh WordPress.com.

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik -- sebelumnya, beberapa modul hanya diperuntukkan untuk pengguna WordPress.com saja -- plugin ini tercatat sebagai plugin terpopuler kedua setelah “WordPress SEO by Yoast” di repository resmiplugin di WordPress.org.

Update terbaru Jetpack (versi 2.9.2), baru dirilis beberapa hari yang lalu, dengan perbaikan minor pada modul Publicize dan melengkapi beberapa enhancement di versi 2.9, yang dirilis akhir Februari yang lalu. Salah satunya adalah penambahan kemampuan Jetpack untuk mengelola koneksi WordPress multisite dengan satu login.

Jetpack memiliki 32 modul yang sangat bermanfaat, khususnya untuk end-user. Sebagai catatan, jika Anda pengguna WordPress.com, Anda tidak memerlukan plugin ini, karena semua modul yang ada sudah otomatis aktif dan bisa diakses melalui Dashboard. Untuk memberikan gambaran umum tentang plugin ini, saya akan merekomendasikan 10 modul di antara 32 modul aktif yang ada, yang dapat membantu Anda dalam mengelola situs WordPress Anda.

  1. WordPress.com Stats. Jika Anda ingin mencari alternatif di luar Google Analytics yang mempunyai antarmuka yang relatif lebih kompleks, Stats ini bisa menjadi pilihan. Kebutuhan akan statistik tentang kunjungan, serta posts dan pages apa yang popular saat ini, fitur Stats yang simple dan ringan ini adalah solusinya.
  2. Publicize. Fitur ini akan secara otomatis membagi post yang sudah dipublikasikan ke beberapa jaringan media sosial, di antaranya Facebook, Twitter, LinkedIn, Tumblr, Path, dan Google+.
  3. Subscriptions. Memungkinkan pengunjung situs Anda untuk menerima notifikasi post terbaru ataupun follow-up dari sebuah komentar melalui email, setelah mereka berlangganan melalui fitur ini.
  4. Likes. Fitur komplimen yang memungkinkan pengunjung untuk memberikan apreasiasinya terhadap konten yang dibaca. Pengguna WordPress.com dipastikan sudah sangat terbiasa dengan fitur ini.
  5. Sharing. Memperkaya post dengan fasilitas “sharing buttons” yang bisa dengan mudah dikonfigurasi. Saat ini ada secara default menyediakan sharing melalui Email, Print, Digg, LinkedIn, Reddit, StumbleUpon, Google, Tumblr, dan Pinterest.
  6. Contact Form. Memudahkan untuk menambahkan Contact Form standar yang siap pakai, di halaman manapun jika diperlukan.
  7. WP.me Shortlinks. Secara otomatis akan aktif, dan memberikan alternatif shortlink wp.me di setiap post yang sudah dibuat.
  8. Markdown. Jika terbiasa dengan editor Markdown, Jetpack memberikan fasilitas ini kepada penggunanya tanpa perlu memanfaatkan utilitas Markdown lain di luar WordPress. Untuk yang belum mengetahui, Markdown adalah cara cepat untuk menambahkan teks berformat tanpa harus menuliskannya dalam kode HTML.
  9. Custom CSS. Tanpa memodifikasi theme secara langsung, modul ini bisa dimanfaatkan untuk kustomisasi tampilan situs Anda. Sangat berguna jika Anda tidak mempunyai akses langsung ke backend situs. Kecuali Contact Form dan WP.me Shortlinks, fitur-fitur yang saya sebutkan di atas memerlukan konfigurasi lebih di Jetpack section di dashboard. Dan khusus untuk Markdown, modul ini harus diaktifkan tersendiri.
  10. Jetpack for Twitter Cards. Pada dasarnya, fitur ini merupakan bagian dari fasilitas yang disediakan oleh Publicize. Dengan fitur ini, sebuah “card” atau tampilan visual tambahan akan muncul di setiap tweet yang mengandung tautan ke post yang berasal dari situs Anda. Content engagement merupakan salah satu sasaran dari pengaktifan modul ini. Dengan Jetpack yang aktif, dan dengan situs yang sudah didaftarkan dan disetujui oleh Twitter, Anda bisa menghasilkan tweet seperti berikut

Jetpack adalah sebuah plugin gratis, meskipun di dalamnya terdapat dua modul yang merupakan fitur berbayar -- VaultPress dan VideoPress -- yang selama ini memang hanya tersedia di platform enterprise WordPress.com.

Dari gambaran di atas, bisa disimpulkan bahwa plugin Jetpack by WordPress.com sangat layak untuk menggantikan beberapa plugin yang selama ini terpisah-pisah, dan mempunyai kemampuan hampir sama dengan kumpulan modul-modul yang ada di Jetpack.

Secara teknis, yang perlu Anda lakukan setelah mengaktifkan plugin ini adalah menghubungkan situs yang Anda kelola dengan akun WordPress.com yang Anda miliki saat ini. Kalaupun belum mempunyai akun WordPress.com, proses pembuatan akun baru di WordPress.com sangat mudah, dan merupakan salah satu step dalam proses aktivasi plugin Jetpack. Silakan mencoba!


Profil penulis:

Artikel Guest Post kali ini merupakan tulisan dari Valent Mustamin. Ia adalah pegiat komunitas WordPress Indonesia yang dalam lima tahun terakhir terlibat aktif khususnya melalui penyelenggaraan WordCamp, serta aktivitas terkait WordPress lainnya. Saat ini menjadi Business Director di PT Prime Strategy Indonesia, anak usaha Prime Strategy Group Jepang, satu di antara dua perusahaan konsultan WordPress di Asia yang terdaftar di direktori Code Poet. Valent selalu siap berbagi apapun seputar WordPress melalui Twitter-nya @valentmustamin.

Gambar header: WordPress via Shutterstock.